Eposdigi.com – Ketapang mendadak jadi sorotan. Sebanyak 25 organisasi kemasyarakatan (ormas) dari berbagai latar belakang dikumpulkan dalam satu forum oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Ketapang, Rabu (15/04/2026).
Bertempat di Ruang Pertemuan Kantor Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan, kegiatan ini bukan sekadar pertemuan biasa. Ada satu isu krusial yang dibahas secara terbuka: pengelolaan dana hibah.
Dalam kegiatan bertajuk Sosialisasi Peningkatan Kualitas SDM Pengurus Ormas itu, para peserta langsung disuguhi materi yang selama ini kerap menjadi “area abu-abu” bagi banyak organisasi—tata cara pengajuan hingga pengelolaan dana hibah.
Baca Juga:
Materi ini dikupas tuntas oleh Kepala Bagian Kesra Setda Ketapang, Rudi Rifayandi. Ia tanpa basa-basi menegaskan bahwa banyak organisasi masih lemah dalam urusan administrasi, padahal hal itu menjadi penentu utama kepercayaan pemerintah.
“Kalau pengelolaan tidak transparan, kepercayaan bisa hilang. Ini yang harus dijaga,” tegasnya di hadapan peserta.
Tak heran, sesi ini menjadi yang paling menyita perhatian. Sejumlah peserta bahkan terlihat aktif bertanya, mencoba memahami detail proses yang selama ini dianggap rumit.
Kesbangpol tampaknya tak main-main. Dengan mengundang organisasi dari berbagai sektor—mulai dari jurnalis, pegiat lingkungan, organisasi keagamaan, hingga paguyuban etnis—kegiatan ini menjadi langkah serius membangun sistem yang lebih tertib dan akuntabel.
Baca Juga:
AJK Apresiasi Deklarasi KAWAN, Dorong Kolaborasi dan Tumbuhnya Organisasi Wartawan di Ketapang
Nama-nama besar pun ikut hadir, seperti Ikatan Wartawan Online Indonesia, Pemuda Muhammadiyah, Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, hingga Yayasan Palung dan Lembaga Anti Narkotika.
Di tengah sorotan publik soal transparansi dana organisasi, langkah ini dinilai sebagai “peringatan dini” sekaligus pembenahan besar-besaran.
Bukan tanpa alasan. Selama ini, pengelolaan dana hibah kerap menjadi titik rawan yang bisa berujung pada masalah hukum jika tidak dikelola dengan benar.
Baca Juga:
Dari Gudang Dinamit ke Meja Hijau: Jejak Dugaan Perampasan Tambang Emas di Ketapang
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah seolah ingin menegaskan satu hal: tidak ada lagi ruang untuk pengelolaan dana yang sembarangan.
Para peserta pun menyambutnya dengan antusias. Banyak yang mengaku kegiatan ini membuka wawasan baru dan menjadi peluang bagi organisasi mereka untuk naik kelas—lebih profesional, lebih tertib, dan tentu saja lebih dipercaya.
Leave a Reply