Eposdigi.com – Semangat Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan (KPKC) tak hanya menjadi pilar nilai bagi seluruh komunitas SMA Sint Carolus Bengkulu, namun juga terwujud nyata dalam aksi siswa-siswi SMA Sint Carolus Bengkulu.
Pada hari Jumat, 13 Juni 2025, sebagai bagian dari projek P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) bertema “Gaya Hidup Berkelanjutan”, secara serentak seluruh peserta didik kelas X dan XI SMA Sint Carolus Bengkulu melakukan penyiraman tanaman.
Penyiraman tanaman tersebut dilakukan di area pembatas jalan dua jalur sepanjang 1,5 km di Jalan Kapuas Raya mulai dari Taman Lupis lampu merah Lingkar Barat sampai Simpang Empat Jalan Cimanuk, menggunakan cairan Eco Enzyme yang telah diproduksi secara mandiri.
Baca Juga :
Tiga Cara Mengenalkan Pendidikan Perubahan Iklim bagi Pelajar
Aksi ini merupakan wujud konkret dari pemahaman akan pentingnya keutuhan ciptaan. Dengan memanfaatkan limbah organik yang seharusnya berakhir di tempat sampah, peserta didik mengolahnya menjadi Eco Enzyme, cairan multiguna yang ramah lingkungan dan bermanfaat sebagai pupuk alami.
Ini adalah langkah kecil namun signifikan dalam upaya menjaga bumi dari kerusakan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan kimia berbahaya.
Bapak RJ. Sulistyanta, S.Pd selaku kepala sekolah SMA Sint Carolus Bengkulu, dalam sambutannya mengatakan “Kalau kita peduli dengan lingkungan, kita tidak memerlukan teori yang muluk. Yang paling dibutuhkan adalah kemauan untuk bertindak dan mengubah perilaku,” tegasnya.
Baca Juga :
“Bukan sekadar kemampuan untuk berteori. Kepedulian lingkungan dimulai dari hal-hal sederhana yang bisa dilakukan siapa saja, tanpa perlu menjadi seorang ilmuwan lingkungan atau filsuf. Sekolah mengajarkan sesuatu yang konkrit langsung bisa diterapkan dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” lanjutnya.
”Kegiatan ini tak hanya mengajarkan peserta didik tentang pengelolaan limbah dan pertanian berkelanjutan, tetapi juga menanamkan nilai KPKC secara langsung. Mereka belajar bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari keadilan bagi generasi mendatang, dan aksi nyata ini berkontribusi pada perdamaian dengan alam serta sesama,” ujar Pak Sulis.
Sejak beberapa bulan terakhir, siswa-siswi SMA Sint Carolus telah aktif mengumpulkan sisa buah dan sayur, serta memprosesnya menjadi eco enzyme di sekolah. Proses panjang yang membutuhkan kesabaran ini kini membuahkan hasil yang dapat dinikmati bersama.
Baca Juga :
Dengan botol yang berisi eco enzyme di tangan, mereka dengan semangat menyirami setiap tanaman, berharap dapat membantu pertumbuhan tanaman menjadi lebih subur dan hijau, sehingga memperindah wajah kota Bengkulu.
“Kami ingin menunjukkan bahwa setiap orang bisa berkontribusi menjaga lingkungan. Eco enzyme ini adalah bukti bahwa kita bisa mengolah sampah menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat,” kata Cinta Kasih Yustin, peserta didik kelas XI D.
Aksi “Menabur Eco Enzyme, Menuai Harapan” ini bukan sekadar kegiatan formal melainkan sebuah deklarasi bahwa nilai-nilai Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan telah mendarah daging dalam gaya hidup Tarakanita.
Baca Juga :
Harapannya, kegiatan ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama menabur benih-benih kebaikan bagi lingkungan dan masa depan yang lebih lestari.
Tulisan ini sebelumnya tayang di depoedu.com, kami tayangkan kembali dengan izin redaksi / Foto : kalderanews.com
Leave a Reply