Eposdigi.Com – Diduga akibat limbah pencucian bauksit PT. CMI, Sungai Kediuk di Kecamatan Sandai Kiri – Kabupaten Ketapang sering kali berubah warna menjadi kuning pekat.
Berdasarkan keterangan masyarakat yang tinggal di pinggiran Sungai Kediuk di Kecamatan Sandai Kiri, akibat perubahan warna itu, air sungai yang selama ini digunakan masyarakat untuk mandi dan mencuci pakaian sudah tidak bisa digunakan lagi.
Selain itu masyarakat yang bermata pencaharian sebagai nelayan di sungai tersebut kehilangan mata pencaharian akibat tercemarnya sungai tersebut yang diduga dari limbah pencucian bauksit.
Hal ini diungkap rombongan masyarakat yang bermukim di pinggiran Sungai Kediuk kepada wartawan Eposdigi pada hari Kamis (12/05) di Kecamatan Sandai Kiri.
“Air sungai menjadi kuning pekat, tidak bisa digunakan untuk mandi dan mencuci, mata mencarikan kami sebagai nelayan air tawar hilang. Kami pikir itu karena limbah hasil pencucian bauksit PT.CMI yang cemari sungai,” ungkap masyarakat .
Pencemaran Sungai Kediuk diduga oleh limbah pencucian bauksit PT.CMI dibenarkan oleh Herman selaku Kepala Desa Sandai Kiri. Saat dikonfirmasi, Herman mengungkapkan bahwa pencemaran Sungai Kediuk yang diduga dari limbah pencucian bauksit PT. CMI sudah terjadi sejak lama. Akibatnya kondisi air sungai acapkali kuning pekat.
Menurut Herman kasus ini sudah banyak diberitakan di beberapa media masa, namun dinas terkait seolah tutup mata dan telinga, terbukti sampai hari ini tidak ada tindakan tegas untuk menangani masalah ini.
Kata dia, pemerintah desa hanya pejabat kecil yang tidak memiliki kewenangan apa pun. Masalahnya pencemaran sungai dari yang diduga dari limbah pencucian bauksit tidak ditindak tegas oleh dinas terkait dan penegak hukum.

“Dari dulu sampai hari ini Sungai Kediuk tercemari diduga limbah pencucian bauksit, air sungai kuning pekat. Namun hingga saat ini kasus semacam ini tidak terungkap,” keluh Herman.
Namun pencemaran Sungai Kediuk diduga akibat limbah bauksit ini, dibantah oleh pihak PT.CMI . Menurut keterangan pihak PT. CMI kepada Eposdigi bahwa perusahaan selalu mengutamakan keselamatan kerja, dan lingkungan sekitar.
Salah satunya yakni Sungai Kediuk. Sungai Kediuk merupakan sungai yang dipantau setiap harinya oleh Tim Environment (HSE) untuk kadar TBD, TSS dan PH.
Hal ini ditegaskan Vera Silviana, Corporate Communication PT.CMI via WhatsApp (15/05);
“Dimana sesuai dengan laporan yang kami terima dari petugas kami di lapangan, pada tanggal 12 Mei 2022, kadar TBD, TSS dan PH Sungai Kediuk masih dalam batas aman,” kata Vera Silviana.
Foto: Kondisi Sungai Kediuk acapkali berwarna kuning pekat, diduga tercemari limbah pencucian bauksit.
Leave a Reply