Beli Lahan Masyarakat Bukit Suguk PT. CMI Kalbar Diduga Akan Lakukan Aktivitas Tambang Bauxite Ilegal di Luar Izin

Bisnis
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – PT. Cita Mineral Investindo, Tbk (CMI) diduga akan melakukan aktivitas tambang bausit ilegal di luar izin pada lahan yang baru dibelinya.

Diketahui bahwa PT CMI baru-baru ini membeli lahan masyarakat milik masyarakat di Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara – Provinsi Kalimantan Barat.

Menurut keterangan masyarakat Desa Matan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir kepada media ini beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa lahan yang baru di beli PT CMI di Bukit Suguk, Dusun Matan, Desa Matan Jaya, yang mana lahan tersebut akan dilakukan aktivitas tambang bauksite.

Besipae dan Imajinasi tentang NTT

Masyarakat menduga bahwa lahan yang baru dibeli tersebut akan digunakan sebagai area tambang bauksit diluar izin 40 hektar lahan areal penumpukan sementara material bauksit yang telah dimiliki PT CMI sebelumnya.

Hal ini disampaikan masyarakat Matan Jaya melalui saluran telepon kepada media ini (21/04).

“PT. CMI (Cita Mineral Investindo, Tbk – CITA – red) membeli lahan masyarakat di Bukit Suguk Dusun Matan Desa Matan Jaya. Lahan tersebut kini mulai dibersihkan dan sepertinya akan dilakukan aktivitas penambangan bauksit dalam waktu dekat. Lahan masyarakat di Bukit Suguk diluar izin lahan 40 hentar untuk area penumpukan sementara bauksit,” ungkap masyarakat Matan Jaya sambil meminta kami untuk tidak menyebutkan namanya.

PT. Cita Mineral Investindo, Tbk (CITA), merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan bauksit, beralamat di Gedung Bank Panin, Jalan Jendral Sudirman, Senayan – Jakarta. Diketahui bahwa perusahaan ini berdiri dan pertama kali melakukan kegiatan komersial sejak Juli 1992.

Merusak Alam, PMKRI Cabang Ruteng Tolak Pabrik Semen di Manggarai Timur

Menurut idnfinancials.com, saat ini harga saham CITA berada pada Rp 2.980 per lembar saham (26/04/2022; 04.29 PM) dengan porsi kepemilikian saham publik sebesar 7,69 %.

Untuk mengetahui lebih dalam terkait dugaan tersebut, kami menghubungi Corprate Communication PT CMI, Vera Silviana. Vera menjelaskan bahwa PT CMI telah membeli lahan tersebut untuk perluasan area stockpile (tempat penumpukan bahan / bahan yang ditumpuk) pendukung pertambangan.

“Kami konfirmasi ya, CMI membenarkan telah membeli lahan tersebut untuk perluasan area stockpile pendukung pertambangan dengan izin yang sudah lengkap” terang Vera saat dihubungi melalui kontak WhatsApp miliknya (23/04).

Foto Lahan 40 hektar lahan masyarakat yang dibeli PT.CMI untuk area stockpile.

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of