Dirjen GTK Nunuk Suryani; Perlu Transformasi Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan

Nasional
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Saat ini, menurut Direktur Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nunuk Suryani, jumlah guru yang memiliki sertifikat pendidik mengalami penurunan dibandingkan tahun 2019.  

Pada tahun 2019, jumlah guru yang bersertifikat pendidik sebanyak 1.392.155 guru. Saat ini mengalami penurunan menjadi 1.274.486 guru. Ini Menurut Nunuk, di antaranya disebabkan oleh tingginya jumlah guru honorer non-sertifikasi pendidikan yang menyebabkan beban pendidikan profesi guru (PPG) semakin besar. 

Faktor lainnya kata Nunuk, input guru yang bersertifikasi pendidikan masih minim, oleh karena itu belum sepenuhnya mengisi kekosongan guru di daerah. Selain itu, hingga saat ini, belum terbentuk ekosistem guru yang profesional dan mandiri.       

Baca juga :

Dua Tantangan Eksistensial Profesi Guru di Abad 21

Oleh karena itu, Dirjen GTK, Kemdikbudristek, Nunuk Suryani menegaskan perlu dilakukan transformasi sertifikasi guru dalam jabatan melalui pembaharuan sistem penyelenggaraan program PPG yang berfokus pada perolehan sertifikat pendidik, dalam kondisi yang lebih efisien. 

“Kalau Pemerintah tidak melakukan transformasi, bisa jadi, sampai tahun 2045, target 1.6 juta guru tersertifikasi, belum bisa tersertifikasi,” ujar Nunuk Suryani pada kuliah umum, Arah Kebijakan Kemendikbudristek terkait Pendidikan Profesi Guru di Kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) di Tanjung Pinang. 

Nunuk menjelaskan, saat ini, proses seleksi PPG dalam jabatan, hanya seleksi administrasi saja. Tidak lagi ada seleksi secara akademis. Selain itu, pembelajaran PPG bagi guru yang aktif mengajar pada tahun 2023/2024 dilakukan secara daring melalui penugasan terstruktur dan pembelajaran mandiri yang ditempuh kurang lebih satu semester. 

Proses ini pun terkendala bagi guru yang tinggal di daerah yang masih belum terjangkau jaringan internet. Oleh karena itu, kata Nunuk, khusus bagi mereka, pembelajaran dilakukan melalui, sebuah sistem berbasis server lokal, “Awan Penggerak” yang tidak memerlukan internet.

Baca juga : 

Perbaikan Kesejahteraan Guru Hanya Menunggu Kemauan Politik Dari Para Politisi

Selain itu, dari sisi uji kompetensi, kata Nunuk, materi diselaraskan dengan materi pendidikan dan pengalaman mengajar para guru. Sehingga peluang untuk mengikuti uji kompetensi dan lulus, lebih besar. “Guru tidak perlu melakukan upaya persiapan luar biasa. Kami ingin guru fokus pada murid dan perubahan yang baik bagi murid,” kata Dirjen GTK. 

Transformasi PPG dalam jabatan juga diharapkan dapat mengisi kekosongan kebutuhan guru ke depan akibat dari banyaknya guru yang pensiun. Selain itu, transformasi juga merupakan upaya pemerintah mewujudkan visi menjadikan profesi guru jadi profesi yang lebih bermartabat. 

Transformasi ini juga hendak menjadikan guru sebagai pemimpin pembelajaran, agen transformasi pendidikan, serta upaya menghidupkan gotong royong dalam menciptakan ekosistem belajar guru dan tenaga kependidikan yang berdaya dan saling menguatkan.

Tulisan ini sebelumnya tayang di depoedu.com, kami tayangkan kembali dengan izin dari penulis / Foto: sumateraekspres.bacakoran.co

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of