Bagaimana Gajimu Jika Dibandingkan dengan Rata-Rata Gaji dan UMR di ASEAN

Bisnis
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Rencananya, hari ini adalah pengumuman kenaikan upah buruh untuk tahun depan. Seperti ramai di beritakan bahwa pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja  menetapkan bahwa kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) tahun depan tidak boleh lebih tinggi dari 10 % upah tahun 2022 ini.

Dengan ketentuan tersebut maka, para buruh bisa memprediksi bahkan menghitung sendiri besarnya kenaikan UMR di daerahnya. Pun bisa memprediksi besarnya kenaikan gaji yang bisa diperolehnya tahun depan.

Tentunya, pengumuman akan besarnya kenaikan UMR selalu ditunggu banyak pihak, terutama, tentu saja, para buruh. Walaupun akhirnya tuntutan para buruh mengenai kenaikan UMR sebesar 10 – 13 persen tahun depan tidak diakomodir pemerintah.

Walaupu sudah ditetapkan, namun tentu saja ketentuan mengenai batas maksimum kenaikan 10 % upah minimum tahun depan belum bisa diterima oleh semua kalangan terutama organisasi buruh.

Baca Juga:

Harap Cemas Buruh Jelang Pengumuman Kenaikan Upah Minimum 2023

Lantas bagaimana  perbandingan rata-rata gaji dan UMR para buruh di negara-negara ASEAN?

Data dari Wage Centre seperti dikutip oleh Kompas.com (02/09/2022) mengungkapkan bahwa Singapura menjadi negara yang mengupah para buruh dengan rata-rata upah yang tertinggi se ASEAN.

Di Singapura pada tahun 2022 ini seorang buruh menerima rata-rata upah sebesar 4.585 dolas Amerika Serikat. Jika di-Rupiahkan dengan asumsi kurs 15.735 per US Dolar maka para buruh di Singapura menerima kurang lebih 72 juta rupiah sebulan.

Kompas.com juga menulis bahwa rata-rata gaji terrendah di Singapura adalah 1.400 dolar Singapura. Dengan kurs hari ini maka itu setara dengan kurang lebih 16 juta rupiah.

Di posisi kedua di tempati oleh Brunei Darussalam dengan rata-rata gaji 3.550 dolas Amerika Serikat. Itu setara dengan kurang lebih 55 juta rupiah sebulan.

Malaysia menempati posisi ketiga. Rata-rata upah buruh di Malaysia adalah 600 US dollar atau sekitar Rp9,4 juta. Dengan upah minimum berkisar antara 265 – 285 US dollar.

Baru kemudian, Indonesia berada di posisi ke 4 dengan rata-rata penghasilan buruh sebesar 560 – 630 dolar Amerika Serikat. Dengan UMR berkisar pada angka 130 US dollar hingga 325 US dollar.

Baca Juga:

Apa Sebab Badai PHK Menerjang Startup?

Kelima Filipina dengan gaji rata-rata 485 – 585 dolar Amerika Serikat. Dan upah minimum di Filipina adalah 6 – 11 dolar Amerika Serikat. Berikutnya Thailand dengan gaji rata-rata 435 dolar Ameriak Serikat sebulan, sedangkan upah minimumnya sebesar 9,2 – 9,8 dolar Amerika Serikat

Vietnam berada di posisi ke tujuh dengan rata-rata upah perbulan sebesar 315 dolar Amerika Serikat dengan upah minimum 135 – 195 US dollar, disusul oleh Kamboja dengan rata-rata upah 2540 – 300 dolar Amerika Serikat.

Upah minimum di Kamboja adalah sebesar US$194, terutama pada industry garment dan alas kaki.

Berikutnya di posisi ke sembilan adalah Laos. Rata-rata gaji perbulan di sana adalah 195 dolar Amerika Serikat, sementara upah minimumnya sebesar 95 US dollar.

Timor Leste di urutan ke 10 dengan gaji rata-rata sebesar 175 dolar per bulan sementara upah minimumnya adalah sebesar 115 dolar Amerika Serikat.

Dan yang terakhir adalah Myanmar dengan rata-rata gaji 155 dolar Amerika Serikat perbulan. Sementara gaji minimum adalah 3 dolar Amerika Serikat.

Baca Juga:

Mobil Listrik Bukan Alternatif Hijau. Ini Alasannya!

Besarnya upah yang berbeda ditiap negara barangkali juga ditentukan oleh banyak factor. Dengan demikian kita tentu tidak dapat menggenralisasi pemikiran bahw abesarnya upah berarti tingkat kesejahteraan.

Besarnya upah yang berbeda mungkin adalah tuntutan dari biaya-biaya hidup yang berlaku di negara pemberi upah.

Dengan demikian besarnya upah tidak menjamin tingkat kesejahteraan, apalagi kebahagiaan. Berapapun penghasilan Anda yang menentukan kesejahteraan Anda adalah bagaimana memanfaatkan penghasilan tersebut.

Foto ilustrasi dari jabarnews.com

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of