Tiga Sikap Ini Dapat Membuat Kita Kehilangan Sahabat

Budaya
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com-Manusia adalah makhluk sosial. Hidup kita, bahkan kebahagiaan kita, meskipun merupakan pilihan, tetapi kebahagiaan kita dipengaruhi oleh kehadiran orang lain. Mulai dari pemenuhan kebutuhan fisik hingga pemenuhan kebutuhan emosional, kita membutuhkan kehadiran orang lain.

Orang lain bisa memilih pergi atau memilih tetap bersama kita, sangat tergantung pada pilihan tindakan kita di satu pihak, dan sikap kita, positif atau negatif kepada orang lain. Stephen Covey menyebut situasi tersebut sebagai rekening bank emosi.

Jika sikap kamu positif dan membuat orang lain merasa dihargai dan merasa ditumbuhkan maka itu berarti kamu sedang menambah tabungan bank emosimu dalam hubunganmu dengan orang lain.

Namun jika sikap dan tindakan kamu negatif dan membuat orang lain merasa tidak dihargai, merasa tidak nyaman dan tidak mengalami pertumbuhan, maka kamu sedang menarik tabungan bank emosimu.

Jika dalam interaksimu dengan orang lain kamu terus menerus mengambil manfaat, tanpa mau memberi manfaat bagi sahabatmu, maka tindakan tersebut adalah tindakan menarik rekening bank emosimu.

Baca Juga : Lima Profesi Unik Ini Hanya Ada Di Tiongkok

Jika rekening bank emosimu ditarik terus menerus tanpa pernah menabung ke dalam rekening bank emosi, maka lama-lama rekening bank emosimu menjadi kosong. Itu adalah situasi yang menggambarkan kamu bisa kehilangan sahabatmu satu persatu.

Berikut ini tiga pilihan sikap atau tindakan menarik rekening bank emosi yang dapat menyebabkan kamu kehilangan sahabat. Oleh karena itu perlu kamu hindari. Berikut uraiannya.

  1. Memberi perhatian kalau sedang butuh

Hubunganmu dengan orang lain bisa jadi terganggu jika kamu hanya memberi perhatian pada orang lain ketika kamu butuh sesuatu dari orang lain tersebut.

Pada saat lagi butuh, kamu tidak hanya sangat responsif, tetapi juga sangat terkesan baik. Setelah kebutuhannya terpenuhi, jika kamu dikontak, respon kamu sangat lambat bahkan tidak respon sama sekali ketika dihubungi.

Nanti ketia kamu butuh lagi, kamu akan menghubungi kembali. Setelah dapat apa yang dibutuhkan kamu menghilang kembali. Dihubungi pun kamu tidak antusias memberi respon.

Ini adalah interaksi sosial yang tidak sehat. Interaksi yang sehat harusnya dua arah. Kamu tidak hanya mengambil manfaat dari interaksi soasial, tetapi juga memberi manfaat.

Baca Juga : 

Sehingga interaksi tersebut menumbuhkan kedua belah pihak. Kamu menerima perhatian dari orang lain, tetapi juga memberi perhatian, memberi bantuan pada orang lain. Itu adalah interaksi sosial yang sehat.

  1. Selalu mengungkit kesalahan yang lalu

Secara psikis, manusia selalu menjadi manusia baru setiap hari, lepas dari masa lalunya. Meskipun tidak pernah luput dari kesalahan, kemampuan belajar dari kesalahan membuat manusia hari ini selalu berbeda dan lebih baik dari hari kemarin.

Kebiasaan mengungkit kesalahan masa lalu dalam interaksi sosial dengan orang lain membuat orang tersebut merasa tidak diterima apa adanya. Merasa perubahan yang ia upayakan tidak diapresiasi.

Ini adalah suasana interaksi yang tidak sehat dan tidak menumbuhkan. Interaksi yang sehat harusnya fokus pada peristiwa hari ini untuk mempersiapkan hari depan yang lebih baik. Ini tidak hanya lebih menyenangkan, tetapi juga lebih menumbuhkan.

Oleh karena itu, untuk memelihara dan mempertahankan hubungan sosial kita dengan orang lain, sebaiknya kita berusaha tidak mengungkit kesalahan sahabat kita pada masa yang lalu. Mari kita lebih fokus pada kebaikan bersama di masa yang akan datang.

  1. Tidak menghargai lawan komunikasi

Kelanjutan hubungan sosial sangat ditentukan oleh kemampuan komunikasi orang-orang yang terkait dalam hubungan sosial tersebut.

Baca Juga : Murid Dipaksa Turun Kelas Karena Orang Tua Tidak Memilih Calon Kepala Desa Yang Dijagokan Kepala Sekolah?

Sering terjadi, jika teman kita sedang bicara, kita tidak sungguh mendengarkan melainkan sibuk main hp, berebutan ngomong atau memotong pembicaraan dan mengalihkan pembicaraan ke topik lain. Fokus kita tidak sungguh-sungguh mengarah pada apa yang sedang dibicarakan.

Dalam pola komunikasi ini tidak ada kesediaan untuk saling mendengarkan. Ini sekaligus menandakan bahwa pada hubungan sosial tersebut belum ada sikap saling menghargai.

Jika situasi tidak menghargai lawan komunikasi ini tidak diperbaiki, bukan hanya menyebabkan komunikasi tidak efektif, melainkan hubungan sosial juga bisa bubar. Padahal kita membutuhkan orang lain untuk pertumbuhan kepribadian kita.

Itulah tiga praktik negatif dalam hubungan sosial yang dapat menyebabkan sahabatmu mengakhiri hubungan sosial denganmu. Padahal untuk pertumbuhan kita, kita sangat membutuhkan kehadiran orang lain dalam hidup kita.

Selain itu kita perlu imbang antara menerima dan memberi. Kita juga perlu menerima dan menghargai sahabat kita apa adanya dalam proses komunikasi. Inilah hubungan sosial yang saling menumbuhkan.

Artikel ini sebelumnya tayang di depoedu.com, kami tayangkan kembali dengan izin dari penulis / Sumber foto: Kompasiana.com

 

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of