Bagaimana Orang Tua Mengantar Maudy Ayunda Meraih Segudang Prestasi?

Budaya
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Tulisan saya di media ini, yang tayang kemarin, memberi kita gambaran bahwa sudah seharusnya kaum perempuan memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya.

Perempuan, di manapun ia berada, terutama perempuan Indonesia saat ini, boleh menjadikan Maudy Ayunda sebagai kiblat. Terutama bagaimana seorang Maudy Ayunda memperoleh dan mendapatkan gelar dari univeristas bergengsi di dunia.

Maudy Ayunda menyelesaikan pendidikan S1-nya pada salah satu universitas ternama di dunia, yaitu Universitas Oxford, Inggris. Jurusannya pun mentereng; Politics, Philosophy and Economics (PPE), hanya dalam 3 tahun yaitu dari 2013 hingga lulus tahun 2016.

Baca Juga: Seperti Maudy Ayunda, Mengapa Perempuan Harus Berpendidikan Tinggi?

Tidak hanya itu. Maudy Ayunda berhasil lulus S2  di universitas bergengsi , Standford University – Inggris. Dobel gelar lagi.  Ia Berhasil menyabet Master of Business Administration (MBA) dan Master of Arts (MA) sekaligus.

Tidak hanya Maudy Ayunda. Ia juga memiliki seorang adik perempuan yang tak kalah cantik dan berprestasi  darinya. Amanda Khairunnisa, adiknya, juga lulusan dari universitas bergensi di luar negeri, yakni universitas King’s College London.

Amanda Khairunnisa, telah menyelesaikan pendidikannya di bidang Digital Culture dengan beasiswa pada tahun 2018 silam, (grid.id, 11/06/2021).

Saya penasaran, apa rahasia Maudy Ayunda dan Amanda Khairunnisa dalam meraih kesuksesan? Bagaimana cara orang tua mereka dalam mendidik?

Baca Juga: Gordon Ramsay : “Antara Memenuhi Keinginan atau Kebutuhan Anak”

Maudy mengakui bahwa kebiasaan yang membentuk intelektualitasnya, berasal dari pola asuh orang tuanya.

Seputarcibubur.com yang mengutip Youtube Narasi TV (11.06.2021) membagikan kisah ibunda Maudy, Mauren Jasmedi, bagaimana dia mendidik anak-anaknya.

‘’Saya kepingin anak mandiri, sedini mungkin mandiri. Makanya tante itu dulu walaupun punya pembantu, tante engga negbolehin anak-anak menyuru pembantu, ‘ambilin minum’, atau ‘mbak ambilin tas aku’,’’ kata Maure.

‘’Itu aku marahi. Karena aku merasa ini pembantu mama, kamu engga bisa suruh-suruh dia, apa yang menjadi tanggung jawab dia, harus dikerjakan sendiri gitu kan”, sambungnya.

Baca Juga: 5 Dampak Buruk Sering Membentak dan Meneriaki Anak

Tidak hanya soal mandiri, Ibunda Maudy juga mengajarkan anak-anaknya tanggung jawab atas diri mereka sendiri dengan segala hak dan kewajibannya sebagi anak.

Selain itu, seperti dilansir id.theasianparent.com, orang tua Maudy juga mengajarkan banyak hal lainnya. Salah satunya adalah tentang keseimbangan hidup.

’’Dulu kalau aku terlalu rajin sekolah, orangtua malah ngomel. Maksudnya ya harus rajin biasa aja, jangan sampe lupa hal lain,’’ tutur Maudy.

Memang, Maudy mengaku bahwa kedua orangtuanya senatiasa menerapkan konsep keseimbangan sejak dia kecil, dalam hubungan sosial, pendidikan, dan berbagai hal penting lainnya.

Baca Juga: Menumbuhkan Minat Baca; Harus Mulai Dari Mana?

Orang tua Maudy menekankan pendekatan pengasuhan holistik, ‘’Misalnya ada tamu datang ke rumah dan aku masih di atas karena lagi membaca atau melakukan sesuatu yang lain, orangtuaku selalu manggil untuk ketemu tamu. Se-kutu bukunya aku tetapi mereka tetap mau aku seimbang,’’ ujarnya.

Kemudian, soal membentuk kualitas akademiknya, Maudy telah ditanamkan hobi membaca sejak kecil.

“Sejak dulu aku suka banget membaca, usia 3 tahun aku sudah belajar dan bisa membaca, keinginan untuk belajar memang muncul sejak kecil. Makanya aku bisa masuk SD lebih cepat dari teman-teman seusiaku,’’ aku Maudy.

Motivasi tersebut rupanya tidak muncul sendiri, ada peran orang tua di dalamnya hingga membentuk kebiasaan membaca Maudy. Hingga kini buku tidak lepas darinya.

Baca Juga: Bukan Jadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Ini Tugas Utama Nadiem Makarim

Maudy pun bercerita; ‘’entah kenapa tapi dari dulu di rumah nggak ada TV, apakah memang belum zaman atau pilihan orangtuaku.  Karena itu, aku pun lebih banyak melakukan aktivitas lain seperti, jalan-jalan sore, membaca dan nulis,’’’ujarnya kembali.

Maudy mengaku orangtuanya tidak hanya mementingkan akademik semata, hal itu membuat Maudy leluasa dalam menentukan kegiatan dan pilihan hidup. Ia diberi pilihan untuk menemukan minat dan mengasah bakatnya.

 ‘’Seperti dapat tawaran main film, orangtua aku langsung setuju karena menurut mereka aku jadi belajar tanggung  jawab, selain berekspresi,’’ungkapnya.

Baca Juga: Membaca itu Piknik. Kok Bisa?

Benar bahwa prestasi anak adalah buah dari proses panjang dari polah asuh orang tua di rumah. Dan pencapaian Maudy Ayunda dan Amanda Khairunnisa, bersaudara, adalah contoh tak terbantahkan mengenai hal itu. Bersambung…

Foto: Maudy Ayunda sekeluarga saat wisuda Amanda Khairunnisa /  Instagram @maudyaayunda

Sebarkan Artikel Ini:

1
Leave a Reply

avatar
1 Discussion threads
0 Thread replies
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Baca Juga: Bagaimana Orang Tua Mengantar Maudy Ayunda Meraih Segudang Prestasi? […]