Robot lebih Canggih dari Anda?

Bisnis
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Sophia dan Jules adalah dua humanoid (robot yang mirip manusia) yang dikeluarkan oleh Hanson Robotics yang berbasis di Hongkong. Humanoid ini dilengkapi dengan artificial intelligence. Sophia dan Jules dapat berbicara dalam berbagai bahasa.

Humanoid Sophia yang bahkan sudah menjadi warga negara Arab Saudi pada Oktober  2017 ini, bisa mengenali dan menafsirkan ekspresi wajah lawan bicaranya.

Selain Sophia dan Jules, ada Asimo, humanoid lain yang di rancang oleh Honda. Asimo pun bisa mengidentifikasi lawan bicaranya. Asimo dapat mengenali wajah dan suara siapa yang berbicara dengannya.

Tidak hanya Sophia, Jules, serta Asimo yang bisa berkomunikasi dengan Anda. Soal menjawab pertanyaan, melakukan perintah-perintah sederhana seperti mencarikan anda alamat, menelepon seseorang pun sudah bisa dilakukan oleh googel assistant.

Maka sangat dipahami ketika humanoid-humanoid ini dapat berbicara dalam berbagai bahasa. Sejauh bahasa-bahasa tersebut telah tersimpan dalam memori systemnya.

Baca Juga: Belajar Dari Robot; Kenapa Tidak?

Bisa jadi di masa depan humanoid bisa mempelajari bahasa baru walaupun secara spesifik bahasa tersebut belum dimasukan dalam memorinya. Dengan bantuan artificial intelligence, humanoid dapat menemukan bahasa lain dalam komunitas big data. Humanoid bisa saja diprogram untuk bisa membaca data-data yang tersebar dalam dunia maya.

Selain humanoid, saat ini sudah tidak asing lagi di jagat teknologi dunia adalah munculnya autonomus car. Autonomus car adalah nama lain dari self driving car atau mobil yang dapat bergerak sendiri tanpa disupiri manusia.

Salah satu perusahaan yang begitu getol mengembangkan mobil auto pilot ini adalah perusahaan milik Elon Musk,  Tesla. Autonomus milik Tesla dengan berbagai piranti yang dimilikinya mampu mendeteksi kendaraan didepan, disamping  dan dibelakangnya.

Tidak hanya mengenali pergerakanmobil lain, autonomus milik Tesla juga bisa mengenali sepeda motor yang melaju disekitarnya.

Autonomus memang diprogram dapat bergerak sendiri menuju tujuan,  mengenali jalan, hingga mencari alternative jalan lain jika jalan utamanya terhalang. Ini bisa dipahami oleh orang awam seperti saya.

Baca Juga: Digitalisasi Administrasi Bisnis dan Tantangan Lembaga Pendidikan

Dengan bantuan artificial intelligence dihubungkan dengan internet of things, autonomus bisa membaca GPS dan mencari berbagai alternative jalan menuju tujuan.

Itu sama seperti dengan bantuan GPS pada HP kita bisa mencari jalan terdekat atau yang paling minim hambatan ke tujuan kita. Berbagai alternative jalan disediakan oleh GPS. Berikut dengan informasi jarak dan waktu tempuh.

Ini bisa dilakukan oleh aoutonomus. Ia diinput dengan scenario logika demikian. Ia bisa mengurangi kecepatnnya jika ada hambatan. Berhenti agar tidak menabrak orang yang sedang menyeberang. Menyalakan lampu tanda berbelok.

Hal-hal yang biasanya dilakukan seorang supir bisa dilakukan autonomus. Selama ia diberi scenario logika untuk melakukan hal-hal itu.

Baik humanoid maupun autonomus memiliki perangkat memori yang menyimpan dan mengolah berbagai data yang sudah dimasukan dalam “otak”nya tersebut.

Baca Juga: Hari Ini eranya Robot, Bung!

Lewat artificial intelligence yang dimilikinya, baik humanoid maupun autonomus dapat membaca, menghubungkan, mengkombinasikan, data-data tersebut untuk menyelesaikan masalah. Hanya saja masalah-masalah tersebut hanya dapat diatasi sejauh scenario logika yang telah diprogramkan.

Kecanggihan mereka terletak pada Kapasitas memori dan kecepatan interaksi data dalam perangkat mereka menentukan. Data kompas.com (26/06/2020) menyebutkan bahwa saat ini computer bernama Fugaku diinobatkan menjadi computer paling canggih di dunia.

Supercomputer Fugaku – Gunung Fuji –  memiliki 7,3 juta core prosesor ARM yang berjalan dengan kecepatan 2,2 GHz dengan kapasitas memori 4,85 petabyte. Namun supercomputer ini membutuhkan tempat seluas 1.920 meter persegi untuk menampung seluruh rangkainnya. Luas ini setara dengan kir-kira empat lapangan basket.

Baca Juga: Mutu Tenaga Kerja Indonesia, Revolusi Industri 4.0, Dan Antisipasi Lembaga Pendidikan

Kapasitas memori penyimpanan computer terkecil dikenal dengan sebutan bit (binary digital). 8 Bit = 1 byte. Yang kebanyakan orang kenal adalah satuan byte. Misalnya 1 kilobyte (KB) = 1024 byte. 1 Megabyte = 1024 KB.

 Jika 1 Terabyte (TB) adalah 1024 byte dikalikan 1024 byte sebanyak 4 kali (1024 pangkat 4) maka satuan memori penyimpanan computer dalam satuan paling besar adalah 1 coperbyte. Itu setara dengan 1024 pangakat 29 byte.

Bagaimana dengan manusia? Bisakah Manusia bersaing dengan Robot Komputer? Bersambung…

Foto : Humanoid Sophia – wipo.int

Sebarkan Artikel Ini:

2
Leave a Reply

avatar
2 Discussion threads
0 Thread replies
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Baca Juga: Robot lebih Canggih dari Anda? […]

trackback

[…] Baca Juga: Robot lebih Canggih dari Anda? […]