Akan Datang Saatnya, Guru Dapat Mengajar Murid Tanpa Menggunakan Suara

Sospol
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Mengajar adalah peristiwa komunikasi, untuk mentransfer gagasan, peristiwa mempertukarkan gagasan antara guru dan murid. Proses ini adalah proses verbal, dominan dengan suara. Kemudian diikuti, konstruksi gagasan sebagai penanda proses belajar pada murid.

Pada proses tersebut ada banyak informasi yang hilang, sejak proses transfer, hingga proses konstruksi pada pihak murid.

Pendaftaran Online Link Berikut :SMA Surya Mandala dan SMK Surya Mandala  – Untuk Informasi lengkap –> : Sekolah Surya Mandala

Dalam hitungan satu dekade ke depan, Elon Musk memperkirakan komunikasi verbal seperti di atas akan digantikan dengan pola komunikasi nonverbal. Manusia bahkan tidak perlu lagi menggunakan suara untuk mengemukakan sesuatu.

Hal ini tentu saja juga bisa terjadi dalam proses belajar mengajar di kelas. Dalam proses belajar mengajar yang adalah peristiwa komunikasi tersebut,  guru tidak lagi menggunakan suara. Dengan logika itu, menurut Elon Musk, dengan kecerdasan buatan, guru dan murid pun mampu bertukar gagasan tanpa menggunakan suara.

Hal tersebut disampaikan oleh Elon Musk dalam wawancara podcast The Joe Rogan Experience, seperti dilansir oleh Business Insider dan dikutip oleh viva.co.id belum lama ini.

Elon Musk menuturkan bahwa dalam proses komunikasi, pada otak manusia banyak upaya dihabiskan dengan proses menganalisa dan memanfaatkan konsep yang kompleks menjadi kata kata. Pada proses itu ada banyak informasi bisa hilang. Oleh karena itu, pengertian dapat berbeda dan dapat terjadi kesalahpahaman.

Musk membayangkan, dengan Artificial Intelligence (AI) manusia berintegrasi lebih lancar dengan mesin, untuk membuat komunikasi lebih cepat dan akurat. Menurutnya, akan ada kesempatan komunikasi nonverbal di masa depan dan pada saat itu manusia sudah berada di jalur nonverbal interfacing.

Baca Juga : Inovasi Elon Musk : Manusia Cerdas Dengan Komputer Di Kepala

Pada saat itu proses belajar mengajar akan lebih efektif dan akurat karena tidak  terjadi lagi kesenjangan informasi dan miskomunikasi serta miskonsepsi, baik dalam proses transfer pengetahuan dan informasi, maupun proses konstruksi pada murid.

Teknologi ke arah ini telah dikembangkan oleh perusahaan Elon Musk, Neuralink. Inovasi ke arah ini menurut Elon Musk bahkan sudah berstatus “Coming Soon”.

Teknologi tersebut akan menghubungkan otak manusia dengan komputer menggunakan chip yang diimplan. Teknologinya akan melibatkan electroda ke interval neuron dalam level mikro.

Bentuknya semacam chip serta kabel-kabel halus yang diimplan di tengkorak manusia melalui operasi kecil. Riset ini mengadopsi dan mengakselerasi teknologi mirip Cyborg tokoh fiktif pada game remaja.

Ia mengingatkan bahwa saat ini, meskipun teknologinya belum benar-benar implementatif, namun menurutnya, saat ini kita sudah menjadi cyborg pada tingkat tertentu. Lihat saja, hari ini pada saat berpergian, jika kamu tidak membawa ponsel rasanya seperti kehilangan anggota tubuh.

Saya tidak tahu, bagi Eduers informasi ini menjadi kabar gembira atau kabar yang tidak menyenangkan. Yang jelas peradaban kita akan berubah total. Termasuk peradaban pendidikan dan pengajaran kita.

Maka kita perlu bersiap, karena jika nanti  ia datang, apa lagi datangnya tidak pakai kompromi seperti gelombang tsunami. Ketika itu, hanya orang yang siap yang dapat bertahan. Yang tidak siap, akan musnah oleh gelombang perubahan.

Foto :  goodnewsfromindonesia.id

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of