Mengapa Anda tidak mengenakan Masker?

Warga Peduli
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Seorang teman, melalui japri menyarankan agar foto ini diformat dalam tulisan yang berbeda dan dimuat di media ini. Hanya saja beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan saya. Mungkin karena foto ini “tidak berjarak” dengan saya.

Saya melihat foto ini dari postingan di Facebook oleh abang saya Buyung Gorantokan. Dalam postingannya Buyung Gorantokan menulis “Untuk Edukasi, foto ini sangat powerfull. Untuk kemanusiaan, foto ini mampu menampar banyak anak muda, yg berfoto pamer paket sembako kpd kaum renta tanpa masker. Foto ini juga membuat banyak orang berkumpul di posko2 covid tanpa masker, untuk MALU!”.

Buyung Gorantokan juga menyebut sumber foto ini. Ketika melihat akun Facebook Qboll Purab ternyata saya sudah ditandai dalam postingannya. Foto ini diambil tadi pagi (26 April 2020) ketika Inak – ibu saya – berangkat ke kebun.

Seorang teman dikantor selalu mengeluh sekembalinya ia dari toilet di lantai satu. Ia merasa napasnya tidak beraturan setelan menaiki tangga. Saya pun mengalami. Napas menjadi lebih berat setelah menaiki tangga dengan memakai masker.

Melihat foto ini, saya tahu persis bahwa untuk seusia beliau dan jarak dari rumah ke kebun, pasti sangat jauh dari nyaman, berjalan kaki sembari memakai masker. Pada usianya yang hampir 80 tahun, dengan jarak rumah ke kebun sejauh 4 kilometer yang ditempuh berjalan kaki sambil mengenakan masker pasti bukan hal mudah.

Di tengah pandemi Covid, mengenakan masker menjadi salah satu yang hal yang diwajibkan. Masker diyakini sangat efektif menghambat penyebaran virus corona. Baru-baru ini beredar pesan lewat aplikasi WhatsApp berisi pesan bahwa virus corona mampu bertahan di udara selama 8 jam. Walaupun kemudian terkonfirmasi bahwa selama di udara virus corona hanya mampu bertahan kurang dari 3 jam.

Walaupun demikian, 2 sampe 3 jam selama virus corona bertahan di udara sebelum menempel pada benda lain disekitarnya atau sebelum jatuh ke tanah, virus corona kemungkinan sangat besar menempel pada siapa saja yang lewat pada tempat yang sama ketika virus tersebut dilepaskan pembawa virus.

Pada saat yang sama, pembawa virus atau orang dengan konfirmasi positif corona banyak yang tidak menunjukan gejalah sakit. Ini berarti kemungkinan besar sudah banyak yang membawa virus namun karena tidak menunjukkan gejala sehingga tidak dites atau diperiksa.

Kasus seperti ini membuat masker harus dikenakan oleh semua orang selama ia beraktivitas di luar rumah. Bukan hanya melindungi orang lain tapi terutama melindungi dirinya sendiri dari virus yang bertebaran di udara.

Ketika semua orang mengenakan masker, maka kemungkinan penularan virus korona hanya menjadi sekitar 1,5 %. Berbeda prosentase penularan ketika pembawa virus tidak mengenakan masker. Ketika seorang pembawa virus tidak mengenakan masker maka kemungkinan penularan menjadi 70 %.

Prosentase penularan virus Corona jika tidak mengenakan masker

Seperti yang dikeluhkan Buyung Gorantokan, masih banyak bertebaran di Facebook foto orang-orang hebat yang membagikan sembako dengan memakai masker secara tidak benar. Masker yang seharusnya menutupi hidung dan mulut hanya dipakai menutupi mulut. Sebagian lagi tidak sama sekali menutupi hidung dan mulut, masker dipakai untuk menutupi dagu.

Corona sudah meluluhlantakkan banyak dimensi kehidupan manusia di seluru dunia. Ia menjadi musuh bersama yang harus di’perangi’ secara serius. Salah satunya dengan menggunakan masker.

Jika seorang ibu tua dalam foto ini saja mengenakan masker, kenapa Anda tidak?

(Foto : facebook : Qboll Purab)

Sebarkan Artikel Ini:

3
Leave a Reply

avatar
3 Discussion threads
0 Thread replies
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Baca Juga: Mengapa Anda tidak mengenakan Masker? […]

trackback

[…] Baca Juga: Mengapa Anda tidak mengenakan Masker? […]

trackback

[…] Baca Juga: Mengapa Anda tidak mengenakan Masker? […]