Eposdigi.com – Pendidikan karakter bukan sekedar transfer pengetahuan atau hafalan nilai-nilai moral, melainkan proses pembentukan kepribadian yang lebih rumit. Pendidikan karakter tidak hanya memerlukan guru yang cakap, yang mampu menginspirasi anak untuk berubah, namun juga membutuhkan guru yang berintegritas, bahkan lebih dari itu.
Selain guru yang cakap dan berintegritas, pendidikan karakter juga memerlukan orang tua bahkan orang dewasa lain dalam masyarakat yang juga berintegritas. Mereka semua melakukan apa yang mereka katakan sebagai yang bernilai moral dalam perilaku mereka sehari-hari. Mereka menjadi teladan.
Keteladanan bahkan memegang peranan sentral bagi keberhasilan proses pendidikan karakter. Orang tua, guru, menjadi cermin dan model utama bagi anak dalam memahami dan mempraktikkan nilai-nilai moral dan luhur. Secanggih apapun proses pengajaran karakter, jika tidak ada keteladanan karakter baik tidak terbentuk.
Baca Juga :
Mengapa keteladanan sangat penting?
Anak adalah peniru ulung. Mereka peka dan mudah menangkap apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka dengar. Pepatah lama mengatakan contoh lebih baik daripada sekedar nasehat. Jika orang dewasa mengajarkan kejujuran namun sering bohong, atau mengajarkan disiplin namun sering terlambat maka pesan dia kehilangan kredibilitasnya.
Anak akan bingung dan cenderung meniru perilaku yang ia lihat daripada pengajaran, kata-kata, atau nasehat yang ia dengar. Sedangkan keteladanan membuat nilai-nilai abstrak menjadi nyata bahkan menginspirasi anak untuk melakukan.
Ketika anak melihat orang tuanya menghormati orang lain, bekerja keras, jujur dan bertanggung jawab, mereka secara alami memahami makna dari sifat-sifat bahkan termotivasi untuk melakukannya juga.
Baca Juga :
Spiritual dan Fondasi Karakter: Saat Sekolah Perlu Membesarkan Jiwa
Peran keteladanan orang dewasa
Keteladanan orang dewasa ibarat “buku hidup” yang dibaca anak setiap hari. Maka konsistensi antara ucapan dan tindakan adalah salah satu kunci penting. Ketika orang tua dan guru mampu menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai moral yang diajarkan, mereka sedang membangun fondasi kepercayaan bahwa nilai tersebut diperlukan.
Selain itu, keteladanan adalah pintu masuk pembentukan kebiasaan. Karakter yang baik terbentuk dari kebiasaan yang baik. Melalui keteladanan, orang dewasa mengajak anak untuk untuk mempraktikkan nilai tersebut secara berulang-ulang, hingga menjadi kebiasaan.
Misalnya, membuang sampah pada tempatnya, mengucapkan terimakasih pada orang lain ketika mendapat perlakuan baik atau mematuhi aturan lalu lintas. Perilaku baik yang dilakukan orang dewasa ini jauh lebih efektif daripada teori dan pengajaran saja. Bahkan tanpa pengajaran pun perilaku baik bisa terbentuk jika ada contoh dari orang dewasa.
Baca Juga :
Peran lain dari keteladanan orang dewasa juga dalam pembentukan respon emosional dan sosial anak. Setiap perilaku baik dari orang dewasa merupakan respon emosional dan sosial orang dewasa terhadap situasi sosial tertentu. Biasanya orang dewasa juga memiliki pilihan untuk tidak melakukan.
Memilih melakukan nilai-nilai baik biasanya diikuti dengan kemampuan mengelola emosi, memutuskan untuk menunjukkan empati pada situasi tertentu, dan ada interaksi tertentu secara sosial dengan orang lain, di mana ada kesabaran, ada pemahaman, ada ketenangan.
Ini adalah cara orang dewasa menyelesaikan masalah, yang muncul dalam interaksi sosial. Ini juga akan menjadi acuan bagi anak dalam menghadapi konflik sosial dengan orang lain di masa depan.
Baca Juga :
Pintar Saja Tidak Cukup, Anak Perlu Memiliki Enam Karakter Ini Untuk Sukses
Dampak Keteladanan dalam keberhasilan pendidikan karakter
Ketika keteladanan hadir secara konsisten, pendidikan karakter akan lebih berhasil mencapai tujuannya, yang ditandai munculnya kurang lebih tiga indikator dalam perilaku anak:
- Terjadi internalisasi nilai, di mana nilai tidak lagi berada di luar diri anak, tetapi telah menyatu dalam pikiran dan kehendak anak.
- Pembentukan kemandirian moral, di mana anak melakukan kebaikan bukan karena takut dihukum atau ingin dipuji, melainkan karena kesadaran diri bahwa tindakan tersebut dilakukan karena bernilai dan benar.
- Anak memiliki kestabilan karakter karena memiliki prinsip yang dilandasi oleh nilai-nilai moral. Oleh karena itu, anak tidak mudah dipengaruhi oleh lingkungan negatif di sekitarnya.
Itulah pembahasan singkat mengenai peran keteladanan orang tua dan guru dalam pendidikan karakter. Pendidikan karakter akan sulit berhasil jika hanya mengandalkan kurikulum dan praktek pengajaran di sekolah.
Pendidikan karakter perlu didukung dengan lingkungan yang positif dimana orang tua, guru dan orang dewasa lain disekitarnya memiliki tanggung jawab untuk menjadi “role model” yang baik.
Baca Juga :
Masih Tentang Bagaimana Membentuk Rasa Percaya Diri Pada Anak
Oleh karena itu, sebagai orang dewasa, memperbaiki dan menjaga perilaku kita sendiri adalah langkah awal yang sangat penting dalam pendidikan karakter tersebut. Sebab pada akhirnya apa yang kita lakukan berbicara jauh lebih keras daripada apa yang kita katakan.
Tulisan ini sebelumnya tayang di depoedu.com, kami tayangkam kembali dengan izin dari penulis / Foto ilustrasi dibuat dengan bantuan AI
Leave a Reply