Eposdigi.com – Selain lima topik sebelumnya yang harus dibahas antara orang tua dengan anak pra remaja mereka, masih ada beberapa topic lain yang sebaiknya juga dibahas antara mereka.
Dua tulisan sebelumnya sudah kita utarakan bersama bebrapa topik bahasan; mulai dari Citra Tubuh dan Kesehatan Reproduksi pada tulisan pertama, kemudian disusul oleh topik Kesetaraan Gender dan Penghargaan Atas Perbedaan, Kesehatan Psikis hingga Perlakuan Terhadap Lingkungan Sekitar.
Namun itu belum cukup. Obrolan antara orang tua dan anak, seharusnya tidak dibatasi oleh topik apa yang dipilih. Komunikasi antara orang tua dan anak adalah komunikasi yang berlangsung natural. Bukan terjalin karena topik tertentu yang hendak dibahas.
Baca Juga:
Obrolan-obrolan receh dan random bisa saja menjadi pintu masuk yang terbuka lebar agar topik-topik bahasan yang serius bisa mendapat tempat dan porsi yang sesuai dengan urgensi dari topik-topik bahasan tersebut.
Namun yang paling penting adalah orang tua harus bisa menciptakan lingkungan yang pas agar anak terbuka pada topik bahasan apapun, mulai dari yang random dan receh hingga topik-topik serius.
Selain lima topik sebelumnya, berikut topik-topik lain yang seharusnya juga dibahas oleh para orang tua dengan anak-anak mereka sebelum anak-anak berusia remaja.
Enam : Kesehatan Fisik. Kesehatan Badan juga sama pentingnya seperti topik tentang Kesehatan Mental dan Psikis. Kesehatan Fisik justru menjadi bahasan yang menarik ketika dikaitkan dengan topik Citra Diri.
Baca Juga:
Masih Tentang: Apa Topik Obrolan Orang Tua Dengan Anak Pra Remaja
Bahwa Badan adalah bagian dari pribadi yang berharga, unik dan istimewah yang harus diperlakukan secara berharga sebagai bagian dari kodrat manusia yang bermartabat.
Menghargai tubuh atau badan sebagai bagian dari martabat manusia maka tubuh juga harus dijaga dan dijauhkan dari semua potensi yang akan merusak tubuh: sesuatu yang berharga tersebut.
Olahraga teratur, istirahat yang cukup, makan bergizi seimbang sampai pada hal-hal serius seperti tidak memberi kesempatan pada tubuh untuk diracuni oleh asap rokok, narkoba, alkohol dan atau seks bebas.
Maka diet yang ekstrim hingga merusak tubuh, begadang, menjadi perokok pasif atau aktif, alkohol, apalagi narkoba dan seks bebas adalah bagian dari merusak tubuh secara sengaja. Karena itu ini harus menjadi perhatian bagi para remaja agar bisa dihindari di masa depan.
Baca Juga:
Orang Tua, Waspadai Tanda-tanda Buruknya Hubungan Dengan Anak-Anakmu Berikut Ini
Tujuh: Berteman dan berada dalam Hubungan Sosial yang Positif. Memasuki usia remaja maka pusat dunia mereka bukan lagi di rumah bersama orang tua namun pusat hidup mereka beralih kepada teman-teman sebaya mereka.
Bagi mereka, diterima dalam lingkaran teman sebaya adalah hal yang utama. Pengakuan bahwa mereka ‘ada’, diterima dan menjadi bagian dari kelompok menjadi sesuatu yang harus mereka perjuangkan secara serius. Karena itu pertemanan yang positif harus menjadi topik bahasan yang serius.
Namun orang tua harus peka, bahwa membahas tentang teman seusia dan atau kelompok pertemanan mereka adalah sesuatu yang sensitif. Anak harus benar-benar yakin bahwa mereka diperlakukan sebagai orang yang sudah dewasa bukan lagi anak-anak yang gampang didikte.
Anak-anak harus menyadari bahwa mereka diberi kepercayaan untuk menjadi bagian dari kelompok mereka. Anak remaja diberi keyakinan bahwa mereka bisa berteman dan menjadi bagian dari kelompok manapun tanpa ‘terpengaruh’ oleh hal-hal negatif yang ada di antara kelompok mereka.
Baca Juga:
Lanjutan Tulisan Tentang Bagaimana Membentuk Rasa Percaya Diri Pada Anak
Mereka harus diberi seperangkat filter untuk menyaring, memilih dan memilah apa saja hal baik yang mereka ikuti, diluar hal baik ini mereka harus bisa membatasi diri untuk tidak menjadi bagian darinya.
Mereka harus memberi pengaruh baik bagi kelompok sebaya mereka. Tidak terpengaruh oleh hal buruk yang dibawa oleh kelompok teman sebaya mereka. Kepercayaan dari orang tua menjadi bekal kepercayaan diri mereka untuk mempengaruhi kelompok sebaya mereka dengan hal-hal baik.
Termasuk pertemanan dalam media sosial. Mereka harus menyadari bahwa orang tua memberi mereka kepercayaan untuk bermedia sosial dalam perjalanan pertumbuhan mereka, dan menjejali semua jajak digital mereka hanya dengan hal-hal yang positif. Hanya hal-hal yang positif.
Dengan demikian mereka memberi pengaruh positif tidak hanya dalam lingkungan teman sebaya mereka namun jauh lebih besar dari itu adalah, mereka harus meninggalkan lebih banyak jejak digital positif untuk bisa diakses tanpa batas oleh semua orang di belahan dunia manapun dalam jaring digital global.
Baca Juga:
Delapan: Tentang Minat dan Bakat. Jejak digital positif yang mereka tinggalkan secara daring adalah hal-hal positif yang menjadi minat dan bakat mereka. Ini juga sekaligus menjadi penguatan positif. Bahwa mereka akan semakin diterima dalam kelompok sebaya mereka atas minat dan bakat yang mereka kembangkan secara serius.
Anak-anak juga harus menyadari bahwa mereka bisa mencoba dan mengusahakan banyak hal baik yang bisa mereka pelajari secara serius. Minat dan bakat hanya istilah. Esensinya adalah kerja keras.
Bahwa meminati sebuah hal positif hanyalah 1% dari sebuah hal baik. 99% lainnya adalah kerja keras, berlatih serius untuk menunjukan kepada diri mereka sendiri bahwa mereka terampil akan apa yang kemudian diakui oleh banyak orang sebagai bakat mereka.
Sembilan; Pengelolaan Keuangan. Tentang keuangan adalah hal positif lain yang harus menjadi topik serius untuk dibicarakan. Esensinya adalah bahwa ada terlalu banyak hal lain yang bisa diukur sebagai sebuah keberhasilan selain uang.
Baca Juga:
Orang Tua dan Guru, Lakukan Langkah Ini Untuk Membentuk Self Control pada Diri Anak
Bahwa uang bukan satu-satunya ukuran keberhasilan, namun pengelolaan keuangan secara serampangan adalah salah satu bibit potensial dari kegagalan hidup. Karena itu anak-anak harus menyadari bahwa mereka harus berlatih serius untuk menempatkan dan menggunakan uang untuk menunjang semua hal baik dalam perkembangan mereka.
Berbicara tentang uang harus melibatkan hal-hal baik seperti kerja keras dan disiplin. Bahawa uang hanya salah satu akibat dari kerja keras dan disiplin. Dengan disiplin dan kerja keras untuk mengembangkan hal-hal baik maka uang bisa menjadi konsekuensi logis yang dihasilkan oleh kerja keras dan disiplin diri tersebut.
Tentang menghasilkan uang, tidak ada hal instan manapun yang bisa menjanjikan hal tersebut. Uang adalah konsekuensi logis dari kerja keras. Karena itu uang yang datang dari hal-hal instan seperti judi offline maupun online, korupsi, penipuan investasi, dan janji instan lain pasti membawa kehancuran yang lebih besar dari nominal uang seberapapun banyaknya.
Baca Juga:
Kesembilan hal ini tentunya bukan petunjuk instan dalam komunikasi intens orang tua dengan anak. Masih terlalu banyak hal positif lain yang bisa menjadi pembicaraan serius orang tua – anak.
Hal-hal positif ini bisa ditemukan ketika obrolan akan topik apapun, hasil dari obrolan itu menjadikan anak dan orang tua menjadi lebih dekat secara fisik dan emosional. Ketika anak dan orang tua menyadari bahwa mereka semakin dekat secara fisik dan emosional satu sama lain, maka itu menunjukan bahwa komunikasi yang terjalin di antara mereka dan apapun topik dalam komunikasi mereka pasti adalah sesuatu yang penting.
Peristiwa komunikasi adalah sebuah jalan untuk menuju pada semakin dekatnya hubungan orang tua dan anak. Komunikasi positif adalah komunikasi yang mengantar orang tua dapat mengenal lebih dekat kebutuhan esensial anak. Komunikasi positif adalah komunikasi yang membuat anak menyimpulkan bahwa orang tua benar-benar mencintai mereka.
Foto ilustrasi dari bola .com
Leave a Reply