Eposdigi.com – Sejak serangan Hamas ke Israel tanggal 7 Oktober 2023, berdasarkan data dari Badan PBB untuk urusan Kemanusiaan (OCHA) tanggal 30 Oktober 2023, jumlah korban meninggal di pihak Palestina sudah mencapai 9.485 orang. Sedangkan korban meninggal di pihak Israel sebanyak 1.400 orang.
Jika diteliti, jumlah korban dari pihak Palestina tersebut adalah perempuan dan anak-anak. Data dari Defence for Children International Palestina,(DCIP) sebuah LSM yang fokus pada anak-anak mengatakan, setiap 15 menit ada 1 anak-anak tewas karena serangan Israel tersebut.
Akibat dari serangan balasan Israel, selain korban jiwa, fasilitas umum seperti rumah sakit, sekolah dan fasilitas vital lainnya mengalami kerusakan. Berdasarkan data dari UNESCO ada 221 sekolah mengalami kerusakan. Jumlah tersebut merupakan 40 persen dari jumlah sekolah di Palestina, yang sebagian besarnya berada di Jalur Gaza.
Baca juga :
Perdamaian Tanpa Merusak: Tidak Ada Bela Israel Atau Bela Hamas!
Meskipun masih ada 60 persen gedung sekolah dalam keadaan baik, namun digunakan untuk menampung penduduk yang rumahnya hancur oleh serangan Israel. Oleh karena itu, hingga kini aktivitas pendidikan dan pengajaran masih ditutup oleh Kementerian Pendidikan Palestina.
UNESCO juga merekomendasikan penutupan sementara aktivitas sekolah-sekolah, karena 625.000 murid dan 22.500 guru yang selamat dari serangan dinilai masih berada dalam posisi yang mudah diserang. Oleh karena itu, untuk sementara Pemerintah Palestina masih menutup akses pendidikan.
Sebelum rekomendasi dari UNESCO dan pengumuman resmi dari Pemerintah Palestina, muncul kabar bahwa Kementerian Pendidikan Palestina memutuskan menutup tahun ajaran 2023/2024 karena seluruh murid Palestina tewas karena serangan Israel.
Kabar tersebut diunggah pertama kali oleh akun @AREAJULID melalui media sosial X (Twitter) yang menampilkan foto seorang remaja menggendong anak laki-laki di tengah kekacauan, dengan latar seorang ibu mendekap dua anaknya, dengan keterangan “Menteri Pendidikan mengumumkan tahun ajaran 2023/2024 berakhir karena semua murid tewas”.
Baca juga :
Ke Bahrain, Paus Fransiskus Promosikan Persaudaraan dan Perdamaian
Unggahan yang ternyata hoax ini sempat viral di X, ditayang ulang sebanyak 17,4 juta kali dan disebarkan ulang sebanyak 112 ribu kali.
Saat ini meskipun serangan mulai mereda, namun aksi blokade Israel masih berlangsung yang memutus total pasokan bahan pokok kebutuhan untuk bertahan hidup seperti makanan, air bersih dan obat-obatan, sehingga jutaan anak akan terancam kelaparan, yang luka dan sakit tidak terawat, sehingga dikhawatirkan menimbulkan korban jiwa lebih banyak.
Kita berharap PBB bekerja lebih keras untuk membuka blokade, mengupayakan gencatan senjata, bahkan menghentikan perang, sehingga keselamatan warga sipil dapat dijamin, dan akses ke sekolah dapat segera dibuka kembali.
Tulisan ini sebelumnya tayang di depoedu.com / Foto: kompas.com
Leave a Reply