Ulang Tahun Eposdigi; Komitmen Untuk Terus Mengajak Mahasiswa Menulis

Opini
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Dalam rangka merayakan ulang tahun eposdigi dan depoedu, kami berpikir untuk mengangkat kembali satu topik ini. Menyadari bahwa persoalan menulis terutama dikalangan mahasiswa sudah banyak menjadi topik dalam tulisan-tulisan yang tayang di depoedu maupun eposdigi.

Pertanyaan besarnya adalah mengapa mahasiswa kita harus diajak menulis? Apakah keterampilan menulis dibutuhkan di masa depan? Atau pertanyaan lain yang juga boleh kita ajukan misalnya : apakah menulis menjadi salah satu syarat wajib keterampilan yang harus dikuasai oleh mahasiswa?

Mengajak mahasiswa menulis bukan sebuah persoalan yang mudah.   Mengapa demikian? Sebab keterampilan menulis belum tentu dimiliki oleh semua orang. Menulis dengan baik butuh dilatih. Menulis butuh komitmen untuk berlatih terus menerus.

Kami punya pengalaman lebih dari satu kali, membantu mahasiswa di dua universitas yang berbeda yang terkait menulis. Satu universitas di Yogyakarta dan satu lagi di Tangerang.

Baca Juga:

Transformasi Eposdigi.com: Dengan Mengubah, Kami Diubah, Agar Kita Berubah Bersama

Mahasiswa di kedua universitas ini diberi tugas oleh dosen mereka untuk mengirim link tulisan yang tayang di media digital tertentu sebagai salah satu tugas kuliah. Mereka memilih topik sesuai dengan mata kuliah tersebut.

Kami merasa tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk menilai kualitas tulisan mereka. Bagi saya kualitas tulisan itu penting, tapi tidak untuk menjadikannya ukuran menilai tulisan mereka.

Yang terpenting bagi saya adalah niat mereka untuk menulis. Walaupun niat tersebut datang dengan sedikit paksaan dari dosen. Mereka wajib mengirim link tulisan mereka di media dalam tenggat waktu tertentu.

Dan tentu saja, kami, eposdigi.com menawarkan diri untuk menayangkan tulisan mereka di media ini. Tawaran ini tentu disambut antusias. Bahkan karena tawaran ini pulalah semua mahasiswa dari dua universitas ini, yang mendapat tugas menulis dari dosennya, mengirim tulisannya ke kami untuk ditayangkan.

Strategi belajar seperti ini yang dikembangkan oleh dosen tentu memiliki berbagai macam manfaat baik untuk para mahasiswa. Dan praktik baik seperti ini seharusnya menjadi pilihan banyak dosen untuk mengevaluasi pencapaian proses belajar mahasiswa di kampus mereka.

Baca Juga:

Menulis Karya Ilmiah Menjadi Syarat Kelulusan Murid Kelas VI SD di Lumajang. Perlukah?

Menulis, bagi kami, adalah alat untuk mengukur banyak hal lain sekaligus. Karena itu menulis itu bukan tujuan. Menulis adalah alat. Menulis adalah salah satu instrumen untuk menilai pencapaian-pencapaian yang sudah diperjuangkan oleh mahasiswa.

Apalagi di tengah arus besar perubahan yang mengikuti perkembangan yang melesat pesat berbagai perangkat, baik perangkat keras maupun perangkat lunak, orang-orang cenderung memilih jalan instan untuk mencapai berbagai tujuan hidup mereka.

Apalagi saat ini ada banyak pilihan kecerdasan buatan yang membantu para mahasiswa untuk membuat tulisan yang baik. Seperti misalnya ChatGPT.

Jika menulis hanyalah salah satu alat atau instrumen, manfaat apa sajakah yang diperoleh mahasiswa pada saat mereka menulis?

Menulis dikalangan mahasiswa sangat bisa menjadi salah satu cara untuk menguatkan materi pada mata kuliah tersebut. Menulis juga merupakan sebuah proses kreatif sehingga dapat menjadi batu asah untuk mempertajam kreativitas mahasiswa.

Namun tidak hanya sebatas itu. Menulis justru memiliki banyak manfaat lain yang sangat dibutuhkan kedepan, bukan hanya sekedar dipakai untuk mendapatkan nilai pada mata kuliah tertentu.

Pertama: menulis adalah latihan untuk berpikir terstruktur dan logis. Seorang penulis mengorganisasikan gagasannya dengan baik, menyusun berbagai informasi secara terstruktur dan logis melalui kalimat, alinea, paragraf agar tulisannya dapat terorganisir dengan baik.

Baca Juga:

Menulis Menjadikanmu Abadi

Kedua: menulis adalah cara untuk membiasakan diri berpikir solutif. Alih-alih berkutat dengan masalah, setiap dari kita harus mendorong diri sedemikian untuk mencari jalan keluar .

Pada saat menulis kita akan terbiasa dan melatih diri untuk mengenali hubungan sebab akibat, memahami alur kejadian, konsisten,  serta menjelaskan alur peristiwa dari apa yang mau menjadi topic tulisan.

Kemampuan berpikir sistematis ketika menulis akan memudahkan setiap orang untuk mengenali berbagai persoalan hidup dan mencari jalan keluar atas berbagai persoalan hidup yang dihadapi.

Ketiga: melalui menulis, kita tengah membangun kebiasaan baik mengembangkan argumentasi secara kuat dan konsisten dalam pengambilan keputusan. Seorang penulis harus memilih dan memilah fakta, data serta hal-hal lain untuk mendukung dan memperkuatr gagasan dari topic tulisannya.

Menulis membuat kita menjadi terbiasa untuk mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang matang dan logis, didukung oleh sejumlah data, fakta dan bukti yang kuat.

Keempat : menulis adalah latihan untuk proses manajemen diri. Penulis yang baik memulai tulisannya dengan rencana dan kerangka tulisan. Berangkat dari kerangka dan rancangan inilah penulis dapat tetap konsisten mengikuti alur dalam rencana.

Baca Juga:

Jangan Percaya 100 % Kepada ChatGPT

Pada saat yang sama menulis adalah proses analisa dan evaluasi.  Kata-kata mutiara seperti ‘hidup yang tidak diperiksa (direfleksikan) tidak layak dijalani’. Pun dalam menulis. Tulisan harus dievaluasi dan dianalisis, entah pilihan kata dan ejaan, entah focus gagasan dan koherensinya.

Kebiasaan-kebiasaan memanajemeni tulisan pasti menjadi bagian dari hidup mereka yang menulis, akan menjadi bagian tak terpisahkan dari dirinya. Menulis adalah proses untuk konsisten memanajemeni diri sendiri. Menyusun rencana, konsistensi dalam pelaksanaan, sekaligus menganalisis dan mengevaluasi setiap kemajuan tahap demi tahap.

Dan yang kelima: Menulis adalah latihan bagi etos kerja. Tidak jarang saya menemukan kebuntuan-kebuntuan dalam proses menulis. Kadang-kadang di tengah proses menulis tiba-tiba saja merasa kehilangan gagasan.

Tulisan yang baik adalah tulisan yang diselesaikan. Menulis adalah ujian bagi totalitas. Bahwa dalam melakukan apapun tidak boleh berhenti ditengah jalan, namun harus dilakukan secara total hingga tuntas.

Kelima hal tersebut diatas tidak bisa menjadi jaminan yang wajib bagi siapa saja yang menulis, terutama untuk mahasiswa. Anda bisa menemukan dengan jelas 10 atau 100 hal baik lainnya dalam proses menulis.

Kadang yang menemukan kelegaan yang tidak terdefinisikan ketika menyelesaikan sebuah tulisan, atau merasa segala lelah hilang begitu saja ketika selesai menulis sebuah topic walaupun bagi orang lain topic tulisan itu biasa-biasa saja.

Baca Juga:

Hoax jadi Fenomena Gagalnya Pendidikan Kita?

Karena itu saya sangat percaya bahwa menulis adalah juga proses untuk mencari diri yang sejati, sekaligus memaknai berbagai gerak peristiwa yang telah dan sedang terjadi dalam hidup. Menulis untuk memberi dampak baik, adalah proses tanpa henti untuk menjadi semakin manusiawi.

Karena itu pada kesempatan ulang tahun ini kami mengajak para Bapak Ibu Dosen untuk sama-sama mendorong mahasiswa menulis melalui tugas-tugas kuliah berupa artikel, sebab ternyata hanya dari proses menulis kita dapat sekaligus mendorong minat baca serta menimba banyak manfaat lainnya sekaligus.

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of