TPPO Makan Korban Lagi, Kali Ini 122 Ginjal WNI di Kamboja Melayang

Internasional
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Semakin banyaknya kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) sepertinya sedang menunjukan bahwa TPPO merupakan fenomena gunung es yang tengah terjadi di negeri ini.

Barangkali yang muncul ke permukaan saat ini hanyalah puncak-puncak kecil kasus TPPO sedangkan yang masih belum terjangkau oleh aparat penegak hukum jauh lebih lebih banyak yang belum terungkap.

Salah satunya adalah kasus yang telah diungkap oleh pihak kepolisian di Kamboja yang melibatkan sejumlah pelaku asal Indonesia dengan korban para Warga Negara Indonesia di Kamboja.

Dilansir detik.com (20/07/2023) sebanyak 122 WNI menjadi korban sindikat internasional jual beli ginjal di Kamboja untuk sejumlah negara penerima. Detik menyebut bahwa warga negara dari India, China, Malaysia dan Singapura serta negara lainnya menjadi penerima donor ginjal tersebut.

Disebutkan oleh detik bahwa ginjal-ginjal tersebut dijual seharga Rp200 juta perginjal, dimana dari harga tersebut pemilik ginjal ganya mendapatkan Rp135 juta, sisanya diambil oleh sindikat. Di pasar gelap ginjal bahkan dapat mencapai harga 2,4 milyar (detik.com, 23/04/2012).

Baca Juga:

Tindak Pidana Perdagangan Orang Merambah Lembaga Pendidikan, Kemendikbudristek Diminta Serius Lakukan Pencegahan

Ada yang menarik dari kasus jual beli ginjal di Kamboja ini bahwa rumah sakit tempat transaksi merupakan rumah sakit resmi milik pemerintah Kamboja.

Data dari Global Financial Integrity yang dikutio oleh katadata.co.id (24/02/2022) menyebutkan bahwa pada tahun 2017 ada lebih dari 12 ribu organ tubuh manusia yang diperjual-belikan.

Diantara itu jual beli ginjal menjadi yang terbanyak. Kata data menyebutkan bahwa ada 7.995 ginjal yang diperjual-belikan.

Finansialku.com mengambil data dari kidney.org menyebutkan bahwa pada tahun 2014 ada 4,671 orang Amerika Serikat meninggal sebelum mendapatkan donor ginjal. Hal ini menunjukan bahwa permintaan akan ginjal sangat tinggi.

Masih dari Global Financial Integrity (GFI), lembaga ini mengungkapkan bahwa kejahatan jual beli organ tubuh ini merupakan kejahatan transnasional. Dan semua mereka yang terlibat didalamnya: rumah sakit, para perekrut, dokter bedah, para perawat, ahli anestesi, bahkan hingga maskapai dan supir yang menjemput dari bandara ke rumah sakit pun patut diduga terlibat dalam kejahatan ini.

Baca Juga:

Kamis Putih; Pemenuhan Martabat Manusia

Ginjal menjadi salah satu organ vital bagi tubuh manusia. Karena itu pencipta kita bahkan menciptakannya sepasang untuk setiap orang normal. Lebih luar biasanya lagi adalah masing-masing ginjal memiliki fungsi independen bagi tubuh.

Barangkali hal inilah menjadi alasan bahwa orang sehat rela menjual satu buah ginjalnya dan mengandalkan sisa satu ginjal lainnya untuk menopang kehidupannya lebih lanjut.

Ginjal sebagai filter semua racun di darah sebelum diedarkan keseluruh tubuh, mengatur sel darah merah. Ginjal juga menjaga keseimbangan kadar air dalam darah.

Fungsi ginjal yang vital bagi tubuh, sementara tidak sedikit orang yang mengalami kelainan atau kerusakan ginjal karena berbagai sebab mengakibatkan ginjal menjadi salah satu organ yang ramai diperjual-belikan.

Baca Juga:

Soal TPPO, Bagaimana Dengan Kebanyakan Perantau Lamaholot ke Malaysia?

Selain usia tua, obat-obatan dan faktor keturunan yang membuat ginjal menurun fungsinya, hal fatal yang membuat ginjal sakit adalah gaya hidup yang tidak sehat.

Alkohol berlebihan, kurang tidur, perokok aktif maupun pasif, mager dan jarang olahraga, pola makan tidak sehat merupakan hal-hal yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada ginjal.

Karena itu dengan menjaga gaya hidup sehat kita bisa menjadi bagian dari komunitas masyarakat yang turut andil menekan kebutuhan akan donor ginjal. Itu juga artinya bahwa kita menjadi bagian dari komunitas yang mencegah orang tergiur menjual ginjalnya dengan iming-iming harga tinggi.

Bagaimanapu uang akan habis, sementar ginjal akan terus berfungsi hingga kematian datang menjemput.

Foto: republika.co.id

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of