Haruskah Kayong Utara Kerjasama Dengan RRT untuk Atasi Krisis Air Bersih?

Daerah
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Sumber air melimpah ruah di Kabupaten Kayong Utara (KKU) Provinsi Kalimantan Barat, Bupati Citra Dunai jalin kerjasama dengan Negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT), ada apa?

Saat ini pemerintah Kayong Utara sudah melakukan kerjasama dengan Pemerintah China, terkait pengolahan air laut (asin) menjadi air tawar yang bisa di konsumsi masyarakat. Bupati Citra Duani pun meminta masyarakat bersabar dan berikhtiar agar kebutuhan akan air bersih segera tertangani.

“Kita sudah menjalin kerjasama kemitraan. Nanti air di Sungai Melano – Simpang Hilir, kita olah menjadi air minum, ini teknologi dari China yang berhasil mengolah air asin menjadi air minum di Jeddah, Mekah dan Madinah,” ungkap Citra Duani, pada Jumat (4/3/2022).

Atasi Krisis Air Bersih Di Kabupaten Kayong Utara, Bupati Jalin Kerjasama Dengan RRT

Merespon kebijakan Bupati Kayong Utara tersebut, Abdulah selaku masyarakat Kabupaten Kayong Utara saat di konfirmasi lewat via seluler telpon ( 05/03) menjelaskan, bahwa kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Kayong Utara itu tidak masuk akal.

“Kebijakan yang di ambil oleh Bupati Kayong Utara dalam mengatasi krisis air bersih di kabupaten Kayong Utara, sehingga bekerja sama dengan Negara Republik Rakyat China, tidak masuk di akal sehat dan logika,” kata Abdul.

Menurut Abdulah air bersih di Kabupaten Kayong Utara sangat melimpah ruah, sehingga pemerintah tidak harus membuat tawar air laut hanya untuk mencukupi baku air tawar yang siap diolah untuk air minum di Kayong Utara.

Air Terjun Riam Bidadari di Gunung Cabang, Desa Betok Jaya, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kayong Utara

Penelusuran kami menemukan bahwa ada 18 sungai di Kabupaten Kayong Utara yang tercatat oleh BPS (pontianak.tribunnews.com/14/05/2019).

Di Kecamatan Pulau Maya terdapat empat sungai yaitu: Sungai Gandualan, Sungai Besar, Sungai Ledang dan Sungai Kepayu. Di Kecamatan Teluk Batang juga terdapat empat sungai yaitu; Sungai Paduan, Sungai Simpang Lidah, Sungai Sekuson dan Sungai Rangkas.

Baca Juga: Lestarikan Sumber Air, Masyarakat Waidang Gelar Ritual Adat

Di Kecamatan Sukadana terdapat tiga sungai yaitu: Sungai Beringin Siduk, Sungai Randau Mayam Melinsum, dan Sungai Semani. Sementara Sungai Melano, Sungai Rantau Panjang  dan Sungai Mata-Mata terdapat di Kecamatan Simpang Hilir.

Sementara ada tiga sungai yang mengalir di Kecamatan Seponti. Adalah Sungai Sepeti, Sungai Durian Sebatang dan Sungai Durhaka. Dan di Kecamatan Kepulauan Karimata ada Sungai Abon. Ini menunjukan bahwa Kayong Utara tidak kekurangan air baku tawar.

Harusnya Bupati Kayong Utara, menurut Abdulah, membenahi PDAM dari lokasi mata air menuju semua kecamatan dan desa-desa yang ada di kabupaten, dengan pemasangan meteran air, sehingga bisa mengenjot pendapatan daerah yang masih sangat rendah.

“Sebaiknya Bupati Kayong Utara membatalkan kerjasama dengan Pemerintah China, fokus membangun Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang jelas merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dimana memberikan jasa pelayanan dan menyelenggarakan kemanfaatan di bidang air minum kepada masyarakat,” terang Abdulah.

Bambu dan Konservasi Berkelanjutan di Mata Air

Abdulah berharap agar pemerintah Kayong Utara bisa bekerjasama dengan investor lokal yang bermitra dengan Badan Usaha Milik Daerah untuk memanfaatkan baku air tawar yang melimpah di kabupaten kepulauan itu.

“Harusnya, sumber air yang melimpah ruah di Kabupaten Kayong Utara, Bupati bekerja keras mencari investor yang mau membuka pabrik air minum, selain pemasukan daerah masuk lewat pajak juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak,” tutupnya.

Foto: Air Terjun Lubuk Baji di Taman Nasional Gunung Palung, Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana. Kayong Utara /tngunungpalung.com

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of