Klemens Kwaman: “Bagaimana Jika Nanti Dana Desa Berhenti?”

Tokoh
Sebarkan Artikel Ini:

“…pemimpin seharusnya lebih sensitif melihat potensi…”

Eposdigi.com – Tidak Sulit menemukan ikan Teri Hadakewa ketika mengetik di mesin pencari google. Dalam urutan pencarian teratas, muncul marketplace seperti Shopee Indonesia dan Tokopedia. Pun “Teri Kampung Hadakewa NTT ‘berselancar’di Pasar Daring”tulis kompas.id (20/08/2021).

Turut menginspirasi sebagai narasumber dalam diskusi “Pendidikan Kontekstual dan Gerakan Membangun dari Desa” pada Sabtu (04/12/2021), Klemens Kwaman mengatakan bahwa saat ini hampir tidak ada alasan lagi bagi desa untuk tidak berkembang ke arah yang lebih baik.

Saat ini, lewat Dana Desa, setiap desa memiliki uang yang banyak dan pada saat yang sama  semua desa punya potensi. Sekarang ini, yang dibutuhkan adalah “pemimpin seharusnya lebih sensitif melihat potensi yang ada di desa,” kata  Klemens.

Baca Juga: Warga Hadakewa; Dana Desa untuk Beternak Babi

Setelah mengidentifikasi potensi yang ada di desa, harus ada keberanian untuk memberi prioritas yang lebih besar pada program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal ini adalah langkah-langkah antisipasif yang ditempuh oleh Klemens saat memimpin Desa Hadakewa.

“Bagaimana jika nanti Dana Desa berhenti? Berangkat dari pertanyaan inilah maka program pemberdayaan ekonomi masyarakat harus menjadi prioritas,” terang Klemens.

Bagi Klemens, visi misi seorang pemimpin, termasuk pemimpin di tingkat desa harus bisa menerjemahkan visi misinya kedalam program-program kerja yang baik.

Program-program kerja dengan memberi prioritas pada pemberdayaan ekonomi produktif masyarakat.

“Sehingga apapbila nanti Dana Desa berhenti, desa sudah mandiri. Sayapun berpikir untuk menolah Dana Desa jika Pendapatan Asli Desa Hadakewa sudah cukup untuk mebiayai dirinya sendiri,”kata Klemens lebih lanjut.

Baca Juga: GUSDURian Peduli Salurkan Bantuan Untuk Pengungsi di Lembata

Seperti yang dilakukannya, Klemens menyusun skala prioritas pembangunan di Desa Hadakewa sejak tahun pertama periode kepengurusannya.

Klemens mengungkapkan, dulu sebelum masa kepemimpinannya, di Desa Hadakewa mereka sudah ada usaha simpan pinjam berkat dana “Anggur Merah”, namun masyarakat yang menganggap sumber dana ini berasal dari bantuan pemerintah maka “boleh dihabiskan”tanpa dikembalikan.

Berangkat dari pengalaman ini semasa kepemimpinannya sebagai Kepala Desa di Hadakewa, ia tidak lagi memilih usaha simpan pinjam. Melihat ikan teri yang melimpah dihasilkan oleh para nelayan di desanya, ia pun tidak menyia-nyiakan potensi besar ini.

Lewat BUMDES TUJUH MARET kini iakn Teri Hadakewa berselancar jauh hingga ke seantero Nusantara bahkan hingga ke India.

Baca Juga: Mendorong BUMDes di Flores Timur Berproduksi

Tahun September 2019, Klemens menjadi salah satu diantara rombongan Presiden Joko Widodo  dalam kunjungan  kenegaraan ke India.

Dia mewakili 3.200 kepala desa se NTT untuk bebibcara  di India tentang apa yang dikerjakannya sebagai seorang kepala desa  dalam mengubah wajah desa Hadakewa, sebuah desa miskin di pesisir utara  pulau Lembata.

Tentu Klemens tidak berbicara tentang gagasan besar dengan gaya retorik ala politisi bagaimana membangun desa dan mengurus warganya.

Dia justru berbicara tentang ikan teri, jenis ikan paling kecil diantara jenis ikan lain yang lebih sering dibuang dan menjadi limbah yang menebarkan  bau busuk dan amis di kampung Hadakewa selama ini.

Baca Jug: BUMDes Sebagai Ekosistem Ekonomi Produktif

Kini BUMDES TUJUH MARET dengan unit pengolahan ikan teri telah mengurai banyak pengangguran di desa mereka. Kini mereka pun telah memiliki unit usaha pariwisata dan telah ada rencana untuk meluncurkan unit usaha baru pengelolaan internet di desa.

Latar belakang pendidikan teknik yang dimilikinya membuatnya nyaman memutuskan menjadikan berbagai perkembangan teknologi IT untuk meningkatkan kapasitas Bumdes agar dapat  berperan lebih optimal mengelola potensi ekonomi desa dan membangun akses pasar secara bersamaan.

Kini selain Teri Hadakewa yang dijual di marketplace semisal Shopee dan Tokopedia, Desa Hadakewa juga memiliki marketplace sendiri. Lewat Hadakewa.bumdesmart.id mereka semakin terbang tinggi mengantar Teri Hadakewa melintasi batas.

Terobosan kebijakan dan kesungguhan untuk mengembangkan potensi ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa menghantar anak muda ini dinominasikan oleh Kementerian Desa sebagai salah satu dari  dua kepala desa paling  inovatif dari NTT untuk berdialog langsung dengan Presiden Joko Widodo pada bulan Juli 2020 yang lalu.

Baca Juga: NTT Masuk 5 Besar Provinsi dengan Penduduk Miskin Terbanyak, namun Nomor 1 dalam Persentase

Tidak hanya itu, buah dari kerja keras mereka mengangkat martabat teri kampung Hadakewa, mengantar mereka memperoleh juara ke 2 sebagai desa terbaik binaan Bank NTT.

Sebagai pribadi, buah dari pemikiran hebat dan kerjakeras dalam mewujudnyatakan gagasan-gagasannya,Klemens Kwaman kini kembali dipercaya oleh masyarakat Hadakewa untuk memimpin Desa Hadakewa untuk periode kedua tahun  2021 hingga 2027.

Semoga saja, kita berharap, agar ide-ide besar Klemens Kwaman bisa diadopsi oleh lebih banyak pemimpin di desa, terutama para pemimpin desa di NTT.

Foto: mediantt.com

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of