Dampak Perubahan Budaya terhadap Remaja

Budaya
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Budaya adalah suatu cara hidup yang terdapat pada sekelompok manusia. Berkembang dan diwariskan secara turun-temurun. Generasi ke generasi berikutnya. Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) tradisi merupakan pikiran, kebiasaan atau adat-istiadat. 

Secara bagian bahasa; kebudayaan merupakan cabang dari kata budaya. Kebudayaan lebih menunjuk pada pola pikir masyarakat. Budaya asing masuk ke Indonesia sejak kita dijajah dan sejak itu budaya barat berkembang di Indonesia. 

Pada mulanya budaya ini tidak mempengaruhi masyarakat karena pada saat itu berlaku sistem kasta yang tidak memungkinkan kalangan masyarakat bawah untuk mengadopsi budaya luar. 

Budaya barat yang mendominasi pada saat itu ialah penggunaan bahasa, cara berpakaian, dan tatakrama. Hal ini biasa dilihat dari pengguna bahasa Belanda sebagai pengantar di sekolah-sekolah kalangan atas, cara berpakaian seperti berpakaian ala Belanda dengan topi, tongkat, gaun, juga pergaulan pria dan wanita yang lebih terbuka.

Baca juga: Membangun Budaya Antri Belajar Dari Thailand

Setelah Indonesia merdeka, budaya barat berkembang dengan cepat. Saat ini pengaruh budaya barat tidak hanya sebatas cara berpakaian, pergaulan, tetapi juga di bidang pendidikan dan gaya hidup. Subjek yang paling berpengaruh adalah remaja. Bagi sebagian remaja gaya hidup barat merupakan suatu kewajiban dalam pergaulan.

Pengaruh budaya luar bisa kita jumpai dalam berbagai macam bentuk perilaku seperti  mengecat rambut, merokok , budaya berpacaran, budaya dugem dan budaya berpakaian

Pengaruh budaya luar ini tentu membawa perubahan ataupun dampak yang sangat besar dalam generasi muda saat ini. Tidak semua budaya asing berdampak positif bagi generasi muda, oleh karena itu sebagai generasi muda harus dapat memilah-milah budaya asing yang masuk ke Indonesia. 

Dalam menyikapi kebudayaan yang masuk kita harus menanggulanginya agar jati diri kita sebagai anak bangsa tidak rusak. Banyaknya tindakan kejahatan yang terjadi saat ini juga tidak lepas dari budaya asing yang masuk. 

Baca juga: Membangun Karakter Berbasis Budaya Lokal

Dalam berkembangnya zaman masyarakat Indonesia khususnya kalangan remaja, budaya Indonesia sudah jarang diterapkan lagi dan sudah banyak yang mengidolakan budaya asing seperti cara berpakaian, dan warna rambut, serta pergaulan dan lain sebagainya. 

Oleh karena itu, peran orang tua juga sangat penting untuk menjaga dan mengajarkan seorang anak tentang adat dan budaya. 

Di samping itu, adanya  budaya luar tersebut ternyata membawa dampak positif dan negatif. Beberapa dampak positif di antaranya sebagai berikut: menambah wawasan; mengembangkan kreativitas dan inovasi, meningkatkan kedisiplinan dan bertambahnya wawasan terkait penggunaan teknologi.

Sedangkan dampak negatif pengaruh budaya luar di antaranya: muncul gaya hidup yang bebas (narkoba, sex bebas, dan lainnya); kurangnya cinta produk dalam negeri, dan kurangnya support terhadap karya anak bangsa.

Selain kedua dampak di atas, ternyata pengaruh budaya luar juga membawa dampak individualistis, yakni, di antaranya; terkikisnya sifat gotong royong, perilaku mementingkan diri sendiri serta hilangnya kesatuan dan kepedulian terhadap sesama.

Baca juga: Keaslian Budaya Kampung Adat Wae Rebo Bisa Hilang Tergerus Moderenitas

Melihat berbagai dampak yang dimunculkan, sebagai remaja, kita perlu  selektif. Kita  harus harus dapat memilah mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk kehidupan kita. 

Bersikap moderat tidak menolak atau pun mendukung sepenuhnya tentang perubahan yang masuk ke budaya kita, dan kita sebagai remaja harus mempersiapkan diri dengan baik serta mempunyai komitmen yang kuat agar bisa memfilter mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk kita sendiri.

Foto: coretanzone.id/Penulis adalah mahasiswi Program Studi Manajemen Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of