Karyawan Pabrik Rokok Positif COVID-19, Corona Bisa Menular Melalui Rokok?

Bisnis
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Pabrik rokok Sampoerna di Rungkut Surabaya ditutup sementara sejak 27 April lalu. Penghentian sementara aktifitas di pabrik tersebut setelah beberapa karyawannya positif COVID-19.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini kepada Bisnis.com (01/05/2020) mengungkapkan bahwa penyebaran Corona di pabrik tersebut bermula dari ketidakjujuran dua orang karyawan yang sebelumnya berstatus PDP (Pasien Dalam Pengawasan), yang seharusnya mengkarantina diri, namun tetap masuk dan bekerja.

Setelah dua orang PDP ini meninggal dunia diduga COVID-19, karyawan pabrik tersebut kemudian menjalani rapid tes. Hasilnya 89 orang karyawan pabrik tersebut dinyatakan reaktif COVID-19.  Dari jumlah tersebut 34 orang dinyatakan positif COVID-19 setelah di tes swab (kumparan.id)

Bagaimana dengan rokok hasil produksi pabrik tersebut? Berita  tersebut mendapat tanggapan beragam dari masyarakat. Salah satunya, seperti yang ditulis oleh akun Facebook Hansen Latuconsina, seperti yang diberitakan oleh liputan6.com (30/04/2020). Akun Facebook menulis bahwa jutaan produksi rokok yang terpapar beredar luas di masyarakat.

Baca Juga: HARDIKNAS; diantara Kejujuran Pasien dan COVID-19

Penelusuran yang dilakukan oleh liputan6.com menyimpulkan bahwa apa yang ditulis Hansen Latuconsina tersebut tidak terbukti kebenarannya. Pihak Sampoerna, kepada liputan6.com menyampaikan bahwa produk mereka telah dikarantina selama 5 hari sebelum didistribusikan.

Seperti diketahu umum bahwa virus SARS CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 hanya bertahan selama 72 jam (3 hari) pada permukaan plastik dan stainless steel. Kurang dari 4 jam pada tembaga dan kurang dari 24 jam pada kardus.

Tidak hanya pada rokok Sampoerna, semua merek rokok dapat menjadi perantara penyebaran corona. Bukan karena produk rokoknya, melainkan perilaku para perokok yang membuatnya rentan tertular corona.

Seorang perokok dapat membuat dirinya tertular jika: Pertama, merokok sebelum mecuci tangan. Bisa jadi virus corona yang ada pada tangan, menempel pada rokok dan terhisap masuk  kedalam tubuh. Karenanya sangat disarankan untuk mencuci tangan dengan menggunakan sabun dengan air mengalir lebih sering. Termasuk sebelum merokok.

Baca Juga: Berhasil mengatasi Corona, Inovasi apa yang dilakukan kota di Italia ini?

Kedua, menghisap rokok yang sebelumnya sudah terpapar virus corona.  Membagi rokok kepada sesama teman barangkali perbuatan baik dalam pergaulan sosial. Namun bisa jadi bencana selama pandemi corona.

Rokok bisa terkontaminasi droplet dari orang lain jika dibiarkan terbuka, tidak ditutup rapat dalam wadah. Atau sekali lagi tertular lewat kontak tangan saat Anda membaginya. Anda pun bisa tertular corona dari teman  yang Anda bagi. Ketika ia mengambil rokok Anda dalam kondisi tangan terpapar covid-19.

Karena itu, sangat disarankan untuk tidak membagi rokok kepada orang lain. Juga jangan meminta rokok orang lain. Belilah sendiri. Tapi jangan beli yang “ketengan”. Bisa jadi pejual rokok “ketengan” juga sudah terpapar COVID-19. Rokonya yang sudah keluar dari wadah tentu lebih berpeluang terpapar droplet yang mengandung corona.

Jangan juga beli rokok dengan uang bantuan COVID-19 dari pemerintah. Apalagi harga sebungkus rokok lebih mahal dari sekilo beras. Banyak orang di luar sana masih kelaparan.

Merokoklah dalam batas aman dengan orang lain. Jaga jarak aman minimal 1,5 meter dengan orang terdekat Anda saat merokok. Bila perlu merokoklah sambil mengenakan masker (hehehe).

Namun sangat disarankan, berhubung ini bulan puasa, terutama saat COVID-19, berhentilah merokok. Lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya. Serius! (Foto: iNews.id)

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of