Virus Corona dan Hoaks yang Menyertainya

Internasional
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Novel Corona Virus atau 2019-nCoV yang tengah mewabah saat ini menimbulkan kecemasan di mana – mana di dunia.  Termasuk di Indonesia. Sebabnya jelas. Virus yang menyebabkan pneumonia atau radang paru-paru akut ini penyebarannya sangat cepat.

Sejak pertama kali dilaporkan 31 Desember 2019 lalu, virus ini sudah menginveksi  2.761 orang di seluruh dunia. 80 orang diantaranya meninggal dunia (theguardian.com /27/01/2020).

Kecemasan ini semakin bertambah dengan beredarnya banyak hoaks dalam bebagai bentuk. Sayangnya banyak orang percaya begitu saja. Salah satunya adalah yang baru-baru ini tersebar video lewat aplikasi WhatsApp, dimana terlihat orang terjatuh dengan narasi penderita 2019-nCoV.

Berikut ini beberapa kabar hoaks yang menyertai wabah Novel Coron Virus yang kami rangkum dari berbagai media online.

Karena Konsumsi Hewan Liar.

Banyak beredar berita mengenai virus 2019-nCoV yang menginveksi karena kebiasaan masyarakat Wuhan mengkonsumsi hewan liar seperti kelelawar. Dugaan awal penyebaran virus ini dari Pasar Seafood Huanan – Wuhan yang menjual  berbagai jenis hewan liar termasuk ikan untuk dikonsumsi.

Fakta bahwa virus  SARS-CoV 2002  dan MERS-CoV 2012 yang masih saudaraan dengan 2019-nCoV, diduga menjangkiti manusia dari hewan, bukan karena pola konsumsi.

SARS yang pertama kali muncul di Guangdong- China pada tahun 2002 di duga ditularkan kepada manusia oleh kelelawar dan musang. SARS kemudian menyebar hingga ke 30 negara, menyebabkan 813 orang meninggal dari 8.437 orang yang terinveksi.

Sementara MERS yang teridentifikasi pertama pada tahun 2012 di Jeddah, Arab Saudi diduga ditularkan oleh unta. MERS kemudian menginveksi 2.494 orang di 27 negara, dan membunuh 858 orang diantaranya (mojok.co27/01/2020).

Melihat dari jumlah korban yang terinveksi dan yang meninggal sejauh ini, 2019-nCoV masih terbilang ringan dibandingkan dengan MERS dan SARS.

Dari 80 orang yang meninggal sejauh ini, diketahui karena korban memang dalam keadaan rentan; dalam usia tua dan karena komplikasi penyakit bawaan yang menimbulkan turunnya kekebalan tubuh.

Hingga saat ini belum ada kesimpulan yang mengkonfirmasi bahwa Corona Virus baru ini menyebar karena pola konsumsi hewan liar masyarakat Wuhan.

Senjata Biologis.

Informasi lain menyebutkan bahwa 2019-nCoV adalah senjata biologi yang tidak sengaja bocor. Kumparan news (26/01/2020) misanya, menulis “Eks Intel Israel: Corona Diduga dari Lab Wuhan, Terkait Bio Warfare”.

Adalah Dany Shoham yang pertama kali mencetuskan teori konspirasi ini. Ia menuding pusat penelitian virus Institut Virologi Wuhan menjadi tempat produksi virus ini. Washington Times media yang sama yang mengutip Shoham, juga mengulas bahwa Virus Corona sengaja diciptakan China sebagai senjata biologi untuk melawan Amerika Serikat (suara.com 27/01/2020).

Baca Juga: Waspada Wuhan Virus yang Sedang Mewabah

Tudingan bahwa virus 2019-nCoV sebagai senjata biologis ini jelas membuat berang China. Huang Hui, Kepala Humas Kedubes China untuk Indonesia mengungkapkan kemarahannya atas tudingan ini kepada kumparan news.

“Penulis laporan dan yang disebut mantan pakar intelijen itu tidak menunjukan fakta dan ketidakpedulian terhadap bencana ini, hanya berargumen dengan prasangkanya,” kata Huang Hui (kumparannews – 26/01/2020).

Faktanya tidak ada bukti pendukung atas klaim tersebut. Penyelidikan masih sedang berlangsung. Kementrian Kesehatan China, sementara ini mengungkapkan bahwa asal virus ini diduga dari Pasar Seafood Huanan – Wuhan.

Vaksin Sudah Tersedia.

Selain tuduhan sebagai senjata biologis, China juga mendapat tuduhan bahwa virus corona baru ini sudah dipatenkan. Hak paten ini sudah didaftarkan agar China bisa mendorong vaksinasi. Vaksin ini tentu akan dijual dengan harga mahal untuk meningkatkan ekonomi China.

Misalnya unggahan Facebook seorang politkus dari Partai Republik – Amerika Serikat. Shiva Ayyadurai, politisi tersebut, seperti ditulis suara.com (27/01/2020) mengatakan bahwa Pilbright Institute sebuah lembaga penelitian di Inggris sudah memiliki hak paten atas 2019-nCoV.

Faktanya, dokumen yang diunggah oleh Shiva Ayyadurai berisi hak paten atas Vaksin untuk SARS-CoV 2002. Benar bahwa Pirbright Institute adalah pemegang hak paten atas vaksin untuk Corona Virus SARS (suara.com 27/01/2020).

Sementara Novel Corona Virus atau 2019-nCoV hingga saat ini masih belum diketahui pasti penyebabnya. Apalagi menciptakan vaksin untuk mencegah penularannya.

Bill Gates Terlibat.

Intellihub, sebuah website berbasis di Amerika Serikat menuding bahwa yayasan Bill and Melinda Gates terlibat dalam penyebaran 2019-nCoV untuk meraup keuntungan dari penjualan vaksin. Yayasan yang turut mendanai Pirbright Institute ini, dituduh sudah meramalkan menyebarnya virus ini.

Intellihub mengulas bahwa dalam sebuah acara di New York pada Oktober 2019 lalu, mereka membuat simulasi merebaknya wabah virus corona. Artikel yang dipublikasikan oleh Intellihub sebenarnya berasal dari InfoWars, sebuah website yang terkenal sebagai produsen hoaks di Amerika Serikat (suara.com 27/01/2020).

Faktanya bahwa simulasi tersebut benar dilakukan dalam rangka penggalangan dana bagi penelitian-penelitian Pirbright Institute. Tujuannya agar lembaga ini terus meneliti dan menciptakan obat-obat pencegah berbagai wabah penyakit, termasuk virus corona.

Novel Corona Virus atau 2019-nCoV yang sedang merebak sekarang memang menjadi perhatian dunia. Kecepatannya menginfeksi sangat mencemaskan. Korban berjatuhan di banyak Negara. Namun percaya begitu saja pada kabar hoax yang menyertainya lebih berbahaya.

Tugas kita adalah tetap tenang dan memeriksa sumber informasi kita mengenai apapun. Jangan langsung dipercaya begitu saja, termasuk mengenai coronavirus. Setidaknya, agar kita tidak menjadi korban kabar hoaks Novel Corona Virus. (Foto Ilustrasi : mojok.co)

Sebarkan Artikel Ini:

4
Leave a Reply

avatar
4 Discussion threads
0 Thread replies
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Baca Juga: Virus Corona dan Hoaks yang Menyertainya […]

trackback

[…] Baca Juga: Virus Corona dan Hoaks yang Menyertainya […]

trackback

[…] Baca Juga: Virus Corona dan Hoaks yang Menyertainya […]

trackback

[…] Baca Juga: Virus Corona dan Hoaks yang Menyertainya […]