NTT Hasilkan 632 Jembatan dari Dana Desa

Daerah
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Pengembangan potensi ekonomi lokal adalah salah satu tujuan penggunaan Dana Desa. Potensi ekonomi lokal yang dikembangkan harus disesuaikan dengan kebutuhan riil masayarakat setempat.

Salah satunya adalah dengan membuka akses dan konektivitas antar desa. Konektivitas ini diharapkan memberi dampak secara langsung terhadap meningkatnya perputaran arus barang dan jasa.

Salah satu infrastruktur penunjang konektivitas tersebut adalah jembatan.

“Ratusan infrastruktur jembatan telah dibangun dengan menggunakan Dana Desa yang dialokasikan untuk NTT pada 2018 lalu,” kata Lidya Kurniawati, Kepala Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, di Kupang, baru-baru ini.

Baca Juga:

Warga Hadakewa; Dana Desa untuk Beternak Babi

Ia mengemukakan, Program Dana Desa dari pemerintah pusat telah dialokasikan untuk membangun 632 unit jembatan di provinsi kepulauan tersebut.

Alokasi Dana Desa untuk NTT, jelasnya, pada 2018 lalu tercatat sebesar Rp2,54 triliun dan meningkat pada 2019 menjadi Rp3,02 triliun.

Tidak hanya jembatan. Dana Desa juga dimanfaatkan untuk berbagai aspek lainnya. Terutama pembangunan dan pemberdayaan sumber daya manusia. Sebab pembangunan infrastruktur sama pentingnya dengan pemberdayaan sumber daya manusia di desa.

“Seperti yang kami potret, Dana Desa juga dialokasikan untuk membangun infrastruktur lainnya seperti gedung PAUD, Taman Kanak-Kanak, Posyandu, perbaikan irigasi, pelatihan kesehatan, dan lainnya”,  lanjut Lidya.

Baca Juga:

Dana Desa antara Capaian Prestasi dan Jebakan Hukum

Pihaknya optimis bahwa dukungan APBN dalam bentuk Dana Desa dari pemerintah pusat tersebut dapat berkontribusi langsung terhadap peningkatan perekonomian masyarakat. Hal ini dapat dapat dilihat dari berbagai hasil pembangunan yang menggunakan Dana Desa.

“Bahwa jalur distribusi mulai terbuka dengan infrastruktur jembatan itu, jalan-jalan di desa mulai bagus, kesehatan jadi bagian yang diperhatikan, dan lainnya,” katanya.

Dia menambahkan, “Itu adalah konsep kenapa Dana Desa menjadi perhatian penting pemerintah saat ini.”

Dijelaskan Lydia,  alokasi Dana Desa untuk NTT pada 2020 mendatang juga meningkat mencapai sebesar Rp3,9 triliun untuk 3.026 desa yang menyebar di provinsi tersebut.

Angka sebesar ini harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Besarnya angka ini juga berarti tangungjawab moril yang besar dari seluruh masyarakat desa untuk terlibat aktif dalam setiap derap pembangunan di desa.

Untuk itu, dia berharap adanya sinergi yang kuat terus dibangun pemerintah dan masyarakat agar Dana Desa dapat dimanfaatkan secara maskimal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

Baca Juga:

Dana Desa, BUM Desa dan Gemohing

Sinergi seperti ini adalah bentuk tanggungjawab dari masyarakat desa sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan sumber daya manusia di desa. Masyarakat desa harus terlibat mulai dari perencanaan, proses pembangunan, hingga pengawasan dan pelaporan penggunaan Dana Desa oleh pemerintah desa.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk mari kita bersama-sama mengawasi pemanfaatan Dana Desa ini karena ini uang dari APBN yang merupakan milik kita semua,” pungkasnya. (Foto: Pembangunan jembatan dengan menggunakan Dana Desa di Desa Lamapaha – Kecamatan Kelubagolit, Flores Timur, NTT / Antaranews.com)

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of