Eposdigi.com – Tangerang Selatan termasuk salah satu kota di Indonesia yang pemerintah kotanya konsisten mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pada zaman Tangerang Selatan dipimpin oleh Walikota Airin Rachmi Diany, upaya pengembangan sumber daya manusia dilakukan melalui upaya perbaikan layanan dasar.
Di antaranya melalui beberapa program seperti penyediaan sarana dan prasarana kesehatan yang murah dan terjangkau. Program terkait pelayanan dasar lainnya adalah penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang terjangkau bagi masyarakat.
Baca Juga:
Indeks Pembangunan Manusia Kota Tangerang Selatan dan Langkah Anomali Birokrasi Pemerintah
Termasuk dalam hal ini adalah penyediaan kebutuhan pokok sehari-hari.
Setelah pergantian kepemimpinan ke Wali Kota berikutnya Benyamin Davnie yang selama dua periode menjadi wakil, seluruh program perbaikan layanan dasar dilanjutkan kembali dengan perbaikan dan peningkatan.
Keberhasilan mendorong program pengembangan sumber daya manusia ini tercermin dalam survei dan pengukuran pembangunan.
Misalnya terlihat dari hasil survei yang dilakukan oleh lembaga survei Konsep Indonesia. Survei yang dilakukan dengan sampel 440 responden tersebut, menemukan bahwa 90,9 persen warga Tangerang Selatan puas dengan implementasi program dan kinerja pemerintah.
Baca Juga:
Pemkot Tangerang Selatan Lakukan ini Untuk Memperbaiki Kualitas Udara
Bukti keberhasilan lain dalam upaya pengembangan sumber daya manusia adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari tahun ke tahun. Tahun 2023 misalnya IPM Tangerang Selatan berada pada poin 83.57 persen.
Dalam pengukuran tahun 2024, IPM Tangerang Selatan meningkat menjadi 84,16 persen.
Dengan capaian ini Tangerang Selatan berada jauh di atas rata-rata IPM nasional yang hanya berada pada poin 75,02 persen, namun masih berada di bawah kota Yogyakarta yang mencapai poin 87,18 persen.
Dengan demikian Tangerang Selatan berada peringkat kedua setelah Kota Yogyakarta.
Baca Juga:
Irwan Taufik Ajak Anak Muda Tangerang Selatan Bangun Prestasi Lewat Olahraga Muay Thai
Keberhasilan Tangerang Selatan lain dalam upaya pengembangan sumber daya manusia terlihat pada peningkatan standar hidup layak dan peningkatan lama sekolah warga Tangerang Selatan.
Dalam hal peningkatan standar hidup layak, terjadi perbaikan kemampuan belanja riil perkapita dari Rp. 16. 225.000 menjadi Rp. 17.028.000 per tahun.
Sedangkan dalam hal lama sekolah, rata-rata lama sekolah warga Tangerang Selatan meningkat dari sebelumnya 11,85 tahun menjadi 11,86 tahun.
Ini berarti warga Tangerang Selatan pada umumnya lulus SMP dan melanjutkan pendidikan sampai SMA, dan berharap bisa menyelesaikan pendidikan hingga SMA.
Baca Juga:
Meriahkan HUT ke 14, Kota Tangerang Selatan Gelar Parade Budaya Nasional – Internasional
Data ini menempatkan rata-rata lama sekolah warga Tangerang Selatan pada urutan tertinggi di Provinsi Banten dibandingkan kabupaten dan kota lain di Provinsi Banten.
Sedangkan di bidang kesehatan, harapan hidup juga meningkat dari usia 75,64 tahun pada tahun 2023 menjadi 75,80 tahun pada tahun 2024.
Pengembangan SDM berkelanjutan
Capaian ini akan menjadi fondasi bagi keberlanjutan pembangunan Tangerang Selatan. Oleh karena itu, Benyamin Davnie masih meletakkan upaya peningkatan kualitas SDM pada prioritas utama dalam kebijakannya, melalui penguatan sektor pendidikan dan kesehatan.
Pada uraian selanjutnya penulis membatasi diri pada bidang pendidikan.
Baca Juga:
Seperti dilansir pada laman TVOnenews.com di bidang pendidikan, pemerintah Tangerang Selatan mendorong beberapa program di antaranya subsidi untuk sekolah swasta, insentif untuk pelajar dan mahasiswa daerah, dan upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui integrasi kurikulum berbasis teknologi.
Pemerintah mengalokasikan anggaran khusus untuk mensubsidi sekolah swasta guna membantu biaya penyelenggaraan pendidikan di sekolah-sekolah swasta. Hal ini dilakukan agar mengurangi kesenjangan antara sekolah negeri dan sekolah swasta.
Selain itu, pemerintah juga menyelenggarakan insentif untuk pelajar dan mahasiswa. Insentif untuk mahasiswa diberikan melalui Program Insentif Pendidikan Mahasiswa Daerah (PIPMD). Insentif ini tidak hanya diberikan pada pelajar dan mahasiswa berprestasi melainkan pada mereka yang bersemangat melanjutkan pendidikan.
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat Mencabut Izin Operasional SMK IDN Bogor
Perlu diketahui bahwa, karena kewenangan pemerintah daerah tingkat II adalah mengurusi pendidikan dasar yang terdiri dari Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) maka dampak dari kebijakan tersebut adalah pada jenjang pendidikan SD dan SMP, terkecuali program PIPMD. SMA menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Program lainnya adalah peningkatan kualitas pendidikan melalui integrasi kurikulum berbasis teknologi serta pelatihan literasi digital bagi guru. Program ini menjadi tumpuan pengembangan mutu pendidikan dasar di Tangerang Selatan, untuk memastikan lulusan sekolah Tangerang Selatan kompeten dan mampu bersaing secara global.
Implementasi program terakhir ini, sangat menentukan keberhasilan pemerintah Tangerang Selatan mencapai sasaran pengembangan SDM-nya. Program pertama hingga program ketiga bersifat membuka akses bagi anak usia sekolah untuk mengakses pendidikan, namun tidak berdampak jika pendidikan yang diakses warga tersebut tidak bermutu.
Baca Juga:
Kebijakan pendidikan tanpa penekanan yang memadai pada pengembangan mutu pendidikan akan membuat kita kembali terjebak pada capaian kuantitas tanpa capaian kualitas. Capaian seperti ini pada dasarnya hanya menghabiskan anggaran tanpa mengubah apa-apa secara esensial.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan jangan juga terjebak dan puas pada pencapaian IPM, rata-rata lama sekolah.
Karena pengukuran seperti ini selain merangkum kinerja pemerintah tetapi juga merangkum kinerja dunia swasta termasuk capaian keluarga yang di Tangerang Selatan sangat bervariasi sumbangannya, pada capaian pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Oleh karena itu, saya mengusulkan pemerintah Tangerang Selatan perlu merumuskan program pengembangan mutu pendidikannya lebih jelas, bertolak dari rumusan masalah riil pendidikan di Tangerang Selatan.
Baca Juga:
Fokus pada masalah kualitas guru, kualitas proses belajar mengajar di kelas, infrastruktur sekolah, dan real kurikulum.
Tulisan ini sebelumnya tayang di depoedu.com, kami tayangkan kembali dengan izin dari penulis / Foto ilustrasi dihasilkan dengan bantuan AI
Leave a Reply