Eposdigi.com – Pelan-pelan pemerintah mulai menunjukkan perhatiannya terhadap pentingnya peran guru dalam mendorong transformasi pendidikan di Indonesia. Di antaranya dengan memberi perhatian pada peningkatan kesejahteraan guru melalui berbagai kebijakan, mulai dari mengupayakan kelancaran pembayaran tunjangan sertifikasi langsung ke rekening guru serta pengangkatan PPPK guru di berbagai daerah.
Kebijakan lain terkait kesejahteraan guru adalah terealisasinya program rumah bersubsidi melalui kerjasama antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, yang kini mulai tersebar di delapan ,yakni Banda Aceh, Medan, Bogor, Bangkalan, Pontianak, Makasar, Kupang dan Jayapura.
Baca Juga:
Perbaikan Kesejahteraan Guru Hanya Menunggu Kemauan Politik Dari Para Politisi
Program ini mulai di serah-terimakan kepada guru di lokasi-lokasi tersebut, sejak bulan Maret 2025 yang lalu, terutama kepada guru-guru yang belum memiliki rumah di delapan wilayah tersebut. Maruarar Sirait dalam sambutannya pada kesempatan penyerahan rumah bersubsidi tersebut menyatakan bahwa ini adalah bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan para guru.
“Presiden telah memerintahkan agar program rumah bersubsidi yang sudah dimulai terus dilaksanakan bahkan secara masif untuk para guru, sebab masih ada guru yang masuk dalam kategori masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Maruarar dalam sambutannya.
Maruarar mengatakan akan terus bekerjasama dengan berbagai pihak dalam menyediakan rumah bagi guru melalui kredit pemilikan rumah, dengan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), hingga tidak ada lagi guru yang tidak memiliki rumah di seluruh Indonesia.
Baca Juga:
Mengupayakan Kesejahteraan Guru Swasta Tanpa Intervensi Pemerintah, Bisakah?
Kata Maruarar, program ini bisa jalan di delapan wilayah tersebut, berkat kerjasama dengan pemerintah daerah setempat. Oleh karena itu dia berharap ke depan pemerintah daerah, baik gubernur maupun bupati/wali kota lain menyusul bekerja sama, sehingga program ini juga bisa terlaksana di wilayah lain dan tidak berhenti di delapan wilayah tersebut.
Hal senada juga disampaikan oleh Mendikdasmen Abdul Mu’ti. Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah berkolaborasi dalam upaya pemenuhan kebutuhan rumah untuk para guru di seluruh Indonesia. Ia berharap upaya ini dapat benar-benar menjangkau para guru yang belum memiliki rumah.
Ia berharap upaya ini dapat meningkatkan kesejahteraan guru, sehingga kinerja para guru diharapkan dapat meningkat pula. “Kami berharap dengan tersedianya rumah yang layak bagi guru, dapat meningkatkan kesejahteraan dan komitmen guru untuk mendidik lebih baik pada masa yang akan datang.”
Baca Juga :
Syarat Menjadi Guru Semakin Berat, Harus Lulus Pasca Sarjana. Bagaimana Kesejahteraannya?
Hari Nugroho, salah seorang penerima rumah subsidi tersebut tersebut mengatakan sangat bersyukur menjadi salah seorang penerima manfaat. Namun ia berharap statusnya sebagai guru honorer segera dapat berubah menjadi guru PPPK, karena jika terus menjadi guru honorer ia akan mengalami kesulitan untuk membayar cicilan perbulannya, meskipun kecil.
Sedangkan Hery Kusumah, seorang guru yang kini masih menjadi guru honorer di sekolah swasta juga berharap dapat menjadi penerima manfaat rumah subsidi tersebut. “Masa pemerintah hanya memperhatikan guru-guru di sekolah negeri. Harusnya program seperti ini juga ditujukan bagi guru-guru di sekolah swasta,” ujarnya.
Baca Juga:
Guru yang Menerima Bingkisan pada Saat Kenaikan Kelas Merupakan Pelanggaran Integritas?
Namun menurut mereka berdua, yang paling penting, program seperti ini terus berkesinambungan, bukan hanya menjadi pemanis di awal pemerintahan ini. Mereka berharap program ini terus berlanjut hingga akhir pemerintahan ini, bahkan terus dilanjutkan oleh pemerintahan berikutnya, siapapun presiden berikutnya.
Tulisan ini sebelumnya tayang di depoedu.com, kami tayangkan kembali dengan izin dari penulis / Foto dari antaranews.com
Leave a Reply