Mengenal Lebih Dekat Ordo Militer Malta: “Melampaui Sejarah demi Kemanusiaan”

Internasional
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Awalnya saya mengetahui tentang Ordo Militer Malta atau Ordo Malta dari video Nas Daily. Postingan Nas lebih banyak membahas mengenai paspor yang dimiliki oleh para anggota ordo. Nas mengatakan bahwa passport yang dipegang angora Ordo Malta adalah paspor khusus yang super istimewah.

Pertama karena passport ini tidak dikeluarkan oleh sebuah negara merdeka melainkan oleh sebuah Ordo Rohaniwan Gereja Katolik Roma. Kedua passport ini super kuat karena pemilik passport ini bisa melenggang bebas keluar masuk banyak negara di dunia.

Saya kemudian sangat penasaran akan ordo ini. Apalagi dalam postingannya, Nas Daily banyak menayangkan symbol-symbol khas rohaniwan Gereja Katolik Roma. Rasa penasaran saya akan merekalah yang melahirkan tulisan ini.

Nama lengkapnya adalah Ordo Sovereign Militer Hospitalier of Saint John of Jerusalem, of Rhodes and of Malta atau The Sovereign Military Order of Malta (SMOM). Ordo Malta awalnya adalah sebuah sayap organisasi dari Ordo St. John of Jerusalem.

Didirikan pada abad ke 11 tepatnya pada tahun 1048 di Yerusalem. Tujuannya adalah agar organisasi baru ini focus memberikan bantuan kesehatan dan keagamaan kepada orang miskin dan para peziarah yang datang ke Yerusalem, tanpa melihat latar belakang keagamaan apapun.

Baru pada abad ke-12 Ordo St John of Jerusalem beralih peran menjadi Ordo Militer yang bertugas memberikan perlindungan kepada para Peziarah yang berkunjung ke Tanah Suci Yerusalem..

Baca Juga:

Kamis Putih; Pemenuhan Martabat Manusia

Pada Tahun 1309, Ordo Militer St. John of Jerusalem pindah ke Pulau Rhodes setelah terusir oleh Kaum Muslimin.

200 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1530, Ordo Militer St.John of Jerusalem dipindahkan ke Malta oleh Kaisar Charles V setelah Pulau Rhodes dikuasai oleh Kesultanan Utsmaniyah. Di Malta mereka memperkuat militer mereka, membangun kota baru, membuat benteng-benteng pertahanan yang kuat.

Lebih dari 200 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1798 Ordo Militer Malta kalah perang melawan Napoleon Bonaparte yang mengakibatkan mereka kehilangan kekuatannya . Setelah Malta jatuh ke tangan Prancis, pada tahun 1834 hingga saat ini pusat Ordo Malta berada di kota Roma.

Ordo ini kemudian hanya fokus pada menjadi organisasi kemanusiaan dan amal dengan melakukan pelayanan medis dan bantuan keamanan di seluruh dunia. Saat ini Ordo Malta melayani di lebih dari 120 negara di dunia.

Dengan diperkirakan beranggota 13.500 ksatria, perwira dan anggota cadangan, mereka mempekerjakan 42.000 tenaga kesehatan dan 80.000,-an relawan di seluruh dunia untuk membantu anak-anak, tunawisma, penyandang cacat dan manula.

Tidak hanya itu, Ordo Malta juga bergerak pada bantuan kemanusiaan untuk korban bencana alam, para pengungsi, korban perang, dan wabah penyakit.

Baca Juga:

Mengerikan! Setiap Jam ada Lima Perempuan Terbunuh Oleh Orang Terdekatnya.

Di banyak negara, cabang Ordo Malta membangun dan menyelenggarakan layanan darurat medis serta memberikan pelatihan-pelatihan penting lainnya.

Sistem Perekrutan Ordo Malta

Para anggota baru Ordo Malta  terpilih h dengan proses seleksi yang ketat. Calon peserta adalah anggota Gereja Katolik Roma yang diundang khusus oleh salah seorang anggota aktif.

Calon anggota harus memiliki rekam jejak kegiatan amal, memiliki reputasi baik di masyarakat dan memiliki integritas yang tinggi agar bisa mendapatkan rekomendasi dari anggota komite pemilihan.

Setelah mendapatkan rekomendasi dari anggota komite pemilihan calon anggota harus mengikuti program pelatihan selama bertahun-tahun. Mereka mempelajari sejarah ordo, belajar filsafat dan prinsip-prinsip serta keterampilan medis, serta keterampilan khusus dalam penanganan keadaan darurat.

Setelah proses pelatihan yang ketat dan panjang ini, barulah seorang calon anggota mengucapkan kaul dan diterima sebagai anggota Ordo Malta.

Pada awal September 2022 belum lama ini, Paus Fransiskus mengeluarkan dekrit untuk mereformasi Ordo Malta, sebagai ordo religius awam Katolik Roma.

Keistimewaan-Keistimewaan Anggota Ordo Malta

Seperti yang kami ungkapkan di awal tulisan diatas bahwa Ordo Malta merupakan satu-satunya Ordo Katolik Roma yang diberi kedaulatan untuk menerbitkan passport bagi anggotanya. Jika biasanya passport hanya diterbitkan oleh sebuah negara berdaulat, ini tidak berlaku bagi anggota-anggota terpilih Ordo Malta.

Baca Juga:

“Bencana” dan Bencana – Relawan dan “Relawan”

Konon Ordo Militer Berdaulat Malta hanya menerbitkan 500 paspor bagi anggota-anggota terpilihnya. Namun tidak seperti paspor pada umumnya. Paspor yang dipegang oleh anggota ordo hanya digunakan untuk mempermudah tugas-tugas kemanusiaan yang sedang diemban oleh para anggotanya.

Ordo Malta bahkan memiliki kedutaan-kedutaan resmi yang berdaulat di banyak negara. Selain paspor mereka juga memiliki mata uang serta perangkonya sendiri.

Selain itu, mengingat rekam jejak dan sejarah pengabdiannya pada kemanusiaan, yang melampau dinding-dinding agama dan ras, Ordo Malta menjadi satu-satunya Ordo Religius Awam Katolik Roma yang menjadi salah satu anggota pengamat di PBB.

Status ini memungkinkan Ordo Malta untuk mengikuti sidang-sidang, memberikan pandangan serta menjalin hubungan diplomatic dengan negara-negara anggota PBB.

Sejarah jatuh bangunnya Ordo Malta bukan lagi memberi gambaran terkait konflik ideologis. Dari Sejarah mereka kita belajar bahwa perjuangkan demi kemanusiaan tidak akan bisa dikalahkan bahkan oleh ratusan sejarah perang.

Hari ini kita belajar bahwa boleh berbeda dalam ideologi namun selalu satu dalam kemanusiaan.

Detik.com menulis bahwa foto ini adalah dari Reuters

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of