Pendidik Kritis, Pembela Kemanusiaan, Pejuang Ekologi Handal Itu Telah Berpulang

Tokoh
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Dosen Teologi Moral STF Driyarkara dan Unika Atmajaya Jakarta, Pastor Petrus Canisius Aman, OFM  menghembuskan nafas terakhir di RS. Panti Rapih Yogyakarta, Jumat 15 Desember 2020. Pastor yang sering disapa Peter Aman ini selama setahun ini menderita stroke dan sempat menjalani perawatan di RS. Carolus, Jakarta dan RS Elisabeth Semarang.

Sesuai dengan keterangan dokter yang merawatnya, Pastor Peter menderita  Broncopnemon, mengarah pada suspect COVID-19, dengan riwayat stroke dan hipertensi, maka prosesi pemakaman dilakukan sesuai protokol kesehatan.

Karena itu  Minister Provinsi OFM bersama dewan  memutuskan melakukan kremasi jenazah peter Aman kemudian abu jenazah dibawah ke Novisiat Trinsatus Depok lalu dilakukan pemakaman di Kalimulya Depok, Jawa Barat.

Misa Requem P. Peter Aman OFM dilakkukan di gereja Katolik St Paulus Depok, Jumat 18 Desember 2020, dipimpin Provinsial OFM Indonesia, P. Mikael Peruhe OFM diikuti sebagian besar umat secara online.

Ayo Baca Juga: Logika Sempit Dibalik Pendirian Pabrik Semen di Desa Satar Punda

Mengawali kotbah, Pastor M. Peruhe menceritakan awal sakitnya Pater Peter. Mula-mula dirawat di RS Carlous Jakarta. Mikael mengisahkan setelah mengikuti sidang di Roma, saat itu ia langsung mengunjungi  pastor kelahiran, Lambaleda, Manggarai, Flores ini sambil memberikan peneguhan dan kekuatan.

Selanjutnya pada bulan Juli 2020, setelah memastikan RS  Elizabet Semarang, Pastor Peter menjalani perawatan di sana. Pastor Peter mengalami kesembuhan berangsur – angsur, sambil menjalani pengobatan lain untuk memastikan kesembuhannya. Ia menetap di paringan , Yogyakarta sambil menjalani terapi di RS. Panti Rapih.

Pada 15 Desember 2020 P. Peter Aman dibawa ke rumah sakit Panti Rapih karena mengalami sesak nafas. Namun kenyataan lain dihadapi sekitar pkl 20.55 pastor yang dikenal pembela kemanusiaan itu telah dijemput saudari maut, atau menghadap sang Khalik, pemilik kehidupan.

Ayo Baca Juga: Ada Peran Perempuan Dibalik Gagalnya Galian Tambang

Mikael Peruhe mengatakan sosok Peter Aman adalah pribadi penuh cinta, penuh perhatian, penuh kekuatan dan selalu memiliki komitmen kuat. Di mata sahabat fransiskan (OFM) ia adalah dosen yang rendah hati, peduli kemanusiaan dan pegiat ekologi yang handal.

“Peter Aman adalah formatur tegas, penuh kasih, peduli sabar kepada orang muda yang dibimbingnya. Ia memiliki ide cemerlang,  gagasan tindakan praktis dan gerakan persaudaraan OFM Indonesia,’’ kata Mikael Peruhe.

Dikatakan, Peter Aman selalu komitmen pada keadilan dan perdamaian, keutuhan ciptaan. Hal ini terbukti keberpihakannya kepada masyarakat kecil,  yang menjadi korban kebijakan pertambangan, praktik ketidakadilan di Lembata, Manggarai dan sejumlah tempat di NTT.

Dia tidak hanya memiliki gagasan tapi terjun langsung ke lapangan, melakukan proses advokasi, melakukan konsultasi, mediasi dan dialog membela orang-orang kecil dari praktik ketidakadilan, menyelamatkan alam yang rusak oleh pengusaha tambang.

Berpulangnya Peter Aman ke rumah keabadian meninggalkan duka mendalam bagi seluruh umat yang pernah dilayani. Melalui sosial media, kata Mikeal Peruhe OFM, ucapan belangsungkawa membanjir diberikan kepada Peter Aman yang dikenal sederhana dan bersahaja.

Ayo Baca Juga: Merusak Alam, PMKRI Cabang Ruteng Tolak Pabrik Semen di Manggarai Timur

Alex Aur Apelaby, seorang yang mengenal dekat, memposting kegiatan bersama Peter Aman OFM pada November lalu dalam suatu workshop Relawan KKP KWI dimana Peter Aman sebagai nara sumber.

Ia berharap teladan dan semangat Peter Aman bisa menjadi insiprasi bagi siapa pun yang pernah dilayani di bidang pendidikan maupun bidang lainnya.

Setelah misa Requem abu jenazah Peter Aman OFM dibawa ke Kalimulya Depok Jawa Barat untuk dimakamkan bersama dengan imam fransiskan lain yang telah mendahuinya.

Selamat jalan Peter Aman OFM, semoga menjadi pendoa bagi kami semua.

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of