Pahlawan Itu Adalah…..

Sospol
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Sebuah percobaan yang dilakukan oleh Benjamin Master Adhisurya yang kemudian menjadi viral setelah ia unggah keakun Instagram @iben_ma miliknya.

Dalam percobaan itu, ia memperlihatkan foto beberapa tokoh bangsa dan pahlawan disandingkan dengan beberapa selebgram media sosial. Alhasil anak-anak remaja yang diberi pertanyaan oleh Benjamin mengenali dengan tepat para selebgram tersebut. Sedangkan para tokoh bangsa itu tak satupun benar dikenali.

Awalnya saya merasa agak terganggu. Bagaimana mungkin para tokoh bangsa ini tidak dikenali oleh anak-anak remaja itu? Jika wajahnya saja tidak dikenali bagaimana dengan latar belakang penokohan mereka?

Namun hal ini bisa dimaklumi karena ruang hidup generasi saat ini dipenuhi dengan informasi-informasi tanpa batas. Maka tidak adil rasanya jika anak-anak usia remaja ini kita vonis sebagai generasi yang tidak mengenal para tokoh bangsa.

Ayo Baca Juga: Menjadi Pahlawan hari ini

Menurut saya, minimal ada dua hal pokok yang melatari kenapa para pegiat media sosial lebih terkenal dari pada para tokoh bangsa ini.

Pertama, Peran Media. Sebagai pembentuk makna, maka media memainkan peran sedemikian krusial dan penting  lewat informasi yang dikemasnya.

Kita bisa melihat isi media kita hari ini. Entah televisi, radio, media cetak maupun daring, berbagai media sosial, apakah banyak diisi oleh informasi mengenai para tokoh bangsa dan semangat kepahlawanan yang mereka teladankan?

Bagaimana jika informasi yang terhidang untuk dikonsumsi anak-anak remaja kita hanya sebatas sensasi tanpa esensi? Apa yang dapat kita harapkan ketika informasi yang kita kemas atas nama seni pertunjukkan lebih banyak menawarkan gaya hidup konsumtif – hedonis?

Berita-berita kita lebih suka menghadirkan konten-konten kontroversial tanpa nilai, alih-alih konten-konten tentang pendidikan nilai. Konten-konten kontroversial itu biasanya sedemikian cepat menjadi viral. Sementara konten-konten tentang pembangunan karakter biasanya akan tenggelam dengan sendirinya.

Tidak banyak media yang bertahan menjaga integritasnya untuk menghadirkan konten-konten esensial. Tentang pendidikan karakter lewat nilai-nilai kehidupan. Jika ada  pun, media-media seperti ini biasanya tergusur oleh konten-konten kontroversial media lain.

Ayo Baca Juga: Merdeka dari Pandemi, Merdeka dari Intoleransi

Lingkaran mana yang harus dahulu diurai? Apakah konten pada media-media atau selera masyarakat untuk memviralkan informasi-informasi tertentu? Keduanya pasti terhubung dan saling memberi pengaruh.

Namun jika memilih maka kita bisa mulai dari mengisi berbagai media sosial kita dengan hal-hal yang mendidik. Hal-hal baik yang memperkuat nilai-nilai kehidupan bermasyarakat. Konten-konten yang memberi semangat.

Selain Media, begitu sulit kita menemukan para pesohor publik yang menjadi teladan. Hampir di setiap sudut negeri ini dipenuhi dengan orang-orang terkenal. Orang-orang yang terkenal secara daring maupun luring, offline maupun online.

Namun dari sekian banyak mereka yang terkenal ini sangat sedikit kita temukan mereka yang meneladankan semangat kepahlawanan. Mereka yang menjaga integritas moralnya dari matahari terbit hingga terbit lagi.

Jika kodrat manusia adalah berbeda anatara satu individu dengan individu yang lainnya maka kodrat Indonesia adalah beragam. Kebhinekaan Indonesia adalah karunia Allah tiada duanya. Dan tidak banyak tokoh nasional kita hari ini, yang merawat itu dalam pelukan perkataan maupun lewat perbuatannya.

Tidak hanya mereka yang merawat kebhinekaan, begitu juga dengan yang memperjuangkan kesejahteraan banyak orang lewat politik, pemimpin-pemimpin pemerintahan anti korupsi, pejuang –pejuang hak asasi manusia, para penegak hukum yang tak mempan disogok, juga para pelindung keanekaragaman lingkungan hidup.

Jika pun ada mereka-mereka ini tidak tersentuh oleh media. Entah karena mereka menarik diri dari hingar bingar media atau karena integritas pribadi mereka “tidak layak jual” oleh media.

Ayo Baca Juga: Sinergi Menuju Indonesia Jaya

Lalu kemudian media kembali lagi memainkan perannya. Media dan masyarakat kita lebih menokohkan figur-figur kontroversial. Dan memberi panggung pada mereka untuk menujukkan eksisteni semunya.

Pahlawan adalah mereka yang berjuang dengan segala pengorbanan tanpa lelah untuk bangsa dan negara, dengan mempertahankan integritas pribadinya, menjauhkan sikap yang dapat menodai perjuangannya.

Gelar ini tidak hanya dikalungkan pada mereka yang  anumerta. Pahlawan adalah siapa saja dengan caranya masing-masing, tanpa henti, meninggalkan kebesaran dirinya, dan melebur dalam perbuatan-perbuatan baik untuk banyak orang tanpa batas, berbakti untuk  bangsa dan negara.

Kepahlawanan dalam tindakan-tindakan kecil bisa dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja.

Pahlawan hari ini adalah mereka yang mengangkat senjata untuk memerangi korupsi, intoleransi, pelanggaran ham, eksploitasi dan perdagangan orang, perusak lingkungan dan praktek bisnis curang.

Pahlawan hari ini adalah mereka yang setia mengenakan masker dan menjaga jarak untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitarnya dari penyebaran corona. Selamat Hari Pahlawan.

Ilustrasi dari  lamongantoday.pikiran-rakyat.com.

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of