Indonesia??? Terserah!!!

Nasional
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Jagat maya tanah air kembali heboh. Di berbagai lini masa beredar video seorang pria memakai APD sambil membawa alat semprot dipunggungnya, berteriak di jalan.

“Kami cape. Kami Cape. Ayo keluar rumah semua” teriak pria tersebut.

Sebelumnya tanda pagar #IndonesiaTerserah pun ramai dibicarakan di jagat maya. Tidak hanya di Indonesia, bahkan menjadi perhatian dunia.

Lewat akun instagram-nya, dokter Tirta Mandiri Hudhi mengunggah fotonya sambil memegang kertas bertuliskan “Indonesia?Terserah!!!, Suka-Suka Kalian Saja”.

Tidak hanya dokter Tirta, dari Surakarta, Jawa Tengah, seorang tenaga kesehatan bernama Evi Rismawati juga mengunggah foto dirinya yang memegang tulisan bernada sama. (bbc.com 18/05/2020)

Para tenaga kesehatan adalah kelompok profesi yang berada paling depan dalam upaya memerangi corona. Tanggungjawab yang begitu besar di pundak mereka, ditambah dengan berbagai Alat Pelindung Diri (APD) yang mereka kenakan, membuat mereka semakin rentan terhadap stress.

Posisi mereka sebagai ujung tombak inilah yang membuat mereka menjadi sangat rentan menjadi korban. Menurut katadata.co.id (06/05/2020) sudah ada 38 dokter dan 17 perawat yang meninggal dunia akibat COVID-19.

Jumlah ini belum termasuk dua orang perawat yaitu atas nama Ari Puspita Sari yang meninggal pada 18 Mei 2020 dan Suhartatik yang meninggal pada 20 Mei 2020 (detik.com), dan dokter Bodhi Harsono (kompas.com 20/05/2020),  ketiganya di Surabaya.

Veronica Adesla, Psikolog klinis dari Personal Growth kepada detik.com (18/05/2020) mengungkapkan bahwa hastag #IndonesiaTerserah adalah ungkapan geram frustasi dan kesal terhadap perilaku anggota masyarakat maupun kebijakkan pemerintah yang dinilai tidak sejalan dengan upaya menghentikan penyebaran COVID-19.

Baca Juga : Corona di Tanah Air Bisa Bertahan Hingga Tahun Depan

Dokter Tirta yang mengunggah foto tersebut sebagai ungkapan kekecewaannya atas pelonggaran penerbangan yang mengakibatkan penumpukkan di Bandara Soekarno-Hata beberapa waktu sebelumnya.

Masyarakat sepertinya masih minim kesadaran akan bahaya COVID-19. Kemacetan masih menghiasi jalan-jalan di daerah yang sudah melaksanakan PSBB. Di beberapa daerah penyaluran bantuan dalam rangka mengatasi COVID-19 justru menjadi pusat kerumunan masa.

Beberapa kebijakkan lain yang juga disoroti oleh tenaga medis seperti dilansir bbc.com adalah diperbolehkannya pergerakkan masyarakat ke luar kota – walaupun dengan sejumlah syarat yang ketat, serta wacana diperbolehkannya para pekerja yang berusia kurang dari 45 tahun untuk kembali bekerja.

Kondisi macet di Jakarta dan ramainya pasar di Bekasi / Foto: bbc.com

Termasuk wacana atas nama pemulihan ekonomi, pemerintah merencanakan pemulihan ekonomi melalui beberapa fase mulai 1 Juni 2020 hingga Agustus 2020 mendatang.

Menanggapi hal ini, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo berharap tenaga kesehatan tidak menjadi kecewa.

“Jangan kita biarkan dokter-dokter kita kelelahan. Jangan biarkan dokter kita kehabisan waktu dan tenaga. Mereka telah menghabiskan waktu dan tenaga bahkan mempertaruhkan nyawanya untuk keselamatan bangsa”, kata Doni seperti dilansir bbc.com (18/05/2020)

Baca Juga : Berhasil mengatasi Corona, Inovasi apa yang dilakukan kota di Italia ini?

Ia menambahkan, jika jumlah kasus meningkat maka yang paling kerepotan adalah para dokter dan perawat yang berada paling depan dalam penanganan pasien. Pada saat yang sama jumlah tenaga dokter kita tidak sebanyak yang dimiliki negara lain. Kata Doni, jumlah tenaga dokter kita kurang dari 200.000 orang sementara  dokter paru hanya 1.976 orang.

Kenyataannya dalam lima hari terakhir ini, dari 20 Mei  hingga 24 Mei, rata-rata peningkatan harian kasus positif di Indonesia sebesar 755 kasus. Dengan peningkatan harian terbesar pada 21 Mei lalu sejumlah 973 kasus.

Pemerintah “terkesan” lebih mementingkan kepentingan ekonomi dibandingkan penghentian penyebaran corona. PSBB yang setengah hati bisa menjadi indikator untuk menilai sikap gamang pemerintah.

Bagaimana menurut Digiers? Kita juga #Terserah? Atau menjadi bagian dari upaya global melawan corona? Saya memilih opsi terakhir.(Foto : bbc.com)

Sebarkan Artikel Ini:

1
Leave a Reply

avatar
1 Discussion threads
0 Thread replies
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Baca Juga: Indonesia??? Terserah!!! […]