Nasib tenaga kerja dalam negeri paska Permenaker No 229 Tahun 2019

Nasional
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Belum lama ini pemerintah melalui kementrian tenaga kerja mengeluarkan aturan baru mengenai tenaga kerja asing. Tepatnya tanggal 27 Agustus 2019 lalu,  Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri menandatangani Keputusan Menteri Ketenagakerjaan no 229 Tahun 2019 tentang Jabatan Tertentu Yang Dapat Diduduki Oleh Tenaga Kerja Asing.

Dari beberapa ketetapan yang termaktub dalam Permenaker ini dapat dilihat bahwa tenaga kerja asing memperoleh ruang yang lebih fleksibel. Fleksibilitas ini dapat dilihat dari penambahan jabatan pada beberapa sektor, dibandingkan dengan aturan-aturan sebelumnya. Tepatnya, mengutip cnbcindonesia.com hari ini, ada 2.196 jabatan dari 18 sektor yang boleh diduduki tenaga kerja asing.

Beberapa sektor yang bertambah misalnya di sektor pendidikan. Seperti yang dilansir oleh cnbcindonesia.com (03/09/2019) dari 77 jabatan yang diatur dalam Permenaker no 462 tahun 2012, bertambah menjadi 143 pada Permenaker ini. Di Bidang konstruksi juga mengalami penambahan menjadi 181 posisi dari sebelumnya 68 jenis jabatan dalam Permenaker No KEP 247/MEN/X/2011.

Salah satu ketetapan dalam  Permenaker 229 tahun 2019 ini menghapus beberapa peraturan menteri yang sama yang mengatur posisi jabatan tenaga kerja asing di masing-masing sektor antara lain sektor konstruksi, bahan kimia, pengolahan limbah, industri tekstil, pakaian jadi, industri permesinan, peternakan, alas kaki, rokok, industri gula, jasa pendidikan, furnitur, penjualan dan bengkel kendaraan bermotor, pergudangan, hiburan dan rekreasi, industri makanan, industri minuman, peternakan dan penempatan tenaga kerja dalam negeri.

Menanggapi  Permenaker ini, seperti yang dilansir oleh nasional.sindonews.com (05/09/2019), Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf mengungkapkan bahwa hal ini belum pernah dibahas bersama dengan DPR.

“Kita belum pernah membahas soal ini dengan Menaker. Prinsipnya kita akan minta pemerintah memberikan penjelasan dalam beberapa waktu de depan, setelah kita melihat bagaimana respon masyarakat terkait hal ini. Kita belum pernah ada rapat soal ini dengan Menaker,” tutur mantan Wakil Gubernur  Jawa Barat ini.

Dede mengakui bahwa aturan mengenai tenaga kerja asing adalah domainnya pemerintah. Sejauh landasan hukum yang digunakan adalah UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. UU ini mengatur tentang kriteria dan prosedur masuknya tenaga kerja asing.

Saat ini kita sudah memasuki era AFTA. Dimana ada perjanjian untuk perdagangan, investasi dan jasa dengan sesama negara ASEAN. Perjanjian ini memberi kelonggaran terhadap  tenaga kerja asing untuk bekerja di negara-negara sesama anggota.

Tidak disangkal bahwa Permenaker ini tentu bisa berarti peluang hilangnya jabatan-jabatan itu diisi oleh tenaga kerja dalam negeri.  Apalagi data menunjukan bahwa kualitas SDM kita  masih jauh tertinggal dibanding negara-negara tetangga. Studi yang dilakukan oleh Central Connecticut State University , seperti yang dikutip oleh cnbcindonesia.com (08/09/2019), dari segi literasi dan produktifitas tenaga kerja, Indonesia menempati posisi 60 dari 61 negara yang disurvei. Dibandingkan dengan Thailand yang satu peringkat lebih baik, sementara Malaysia di peringkat 53, setelah Singapura yang menduduki rangking 36.

Permenaker ini harus dilihat dengan optimis. Optimisme ini tentu beralasan. Bahwa Permenaker ini menjadi peluang agar Bangsa ini berbenah. Lembaga-lembaga pendidikan formal maupun lembaga-lembaga pelatihan kerja harus mampu mengejar ketertinggalan.  Ditengah era industry 4.0 sekarang ini, perbaikan kualitas SDM benar-benar harus menjadi prioritas.

Harapannya posisi jabatan yang bertambah dalam Permenaker ini adalah kesempatan untuk transfer pengetahuan dan keahlian dari tenaga kerja asing kepada tenaga kerja dalam negeri. Sehingga setelah dua tahun saat jabatan-jabatan ini dievaluasi, kita sudah memiliki keahlian yang setara dengan tenaga kerja asing.  Sehingga nantinya jabatan-jabatan ini boleh ‘direbut’ kembali oleh tenaga kerja dalam negeri. (Foto : kumparan.com)

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of