Membaca Tetap Penting di Era Media Sosial. Ini yang Dilakukan Singapura untuk Menumbuhkan Habit Membaca

Internasional
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Saat ini scrolling media sosial telah menjadi habit baru bagi hampir semua orang. Secara global data menunjukkan bahwa orang dewasa menghabiskan waktu 2 jam 30 menit dalam sehari untuk untuk scrolling media sosial. Orang Indonesia lebih dari itu, menggunakan waktunya untuk scrolling media sosial, yakni 3 jam 30 menit. 

Itu waktu yang dihabiskan oleh orang Indonesia dewasa. Remaja dan dewasa awal, lebih dari itu. Data menunjukkan bahwa, remaja dan orang dewasa awal Indonesia menghabiskan 3 sampai 6 jam sehari waktu mereka untuk scrolling media sosial. Habit baru ini telah mengubah banyak hal pada kebiasaan kita sebelumnya. 

Sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Gadjah Mada menyimpulkan salah satu dampak menghabiskan waktu untuk scrolling media sosial adalah merusak kebiasaan deep reading, mengikis rentang fokus, serta hilangnya modalitas belajar dari membaca, diganti dengan hiburan digital pasif seperti video-video pendek. 

Padahal di era kecerdasan buatan dan era informasi saat ini, keterampilan mengevaluasi informasi, keterampilan berpikir kritis hanya dapat berkembang ketika kita mau membaca. Singkatnya, membaca justru semakin diperlukan di era kecerdasan buatan dan era informasi. 

Baca Juga:

Strategi Sekolah dalam Mendorong Tumbuhnya Minat Siswa Membaca Buku

Situasi ini harusnya diantisipasi dengan kebijakan antisipatif untuk menghentikan kecenderungan negatif ini. Namun hingga kini, pemerintah kita belum kelihatan gelagatnya untuk mendorong kebijakan antisipatif ke arah tersebut. Birokras kita timbul tenggelam mengurusi program seperti literasi. 

Tulisan ini, hendak mengajak pembaca untuk menengok apa yang dilakukan oleh Singapura dalam mendorong tumbuhnya habit membaca di masyarakatnya. Mudah-mudahan ini menginspirasi kita untuk juga melakukan antisipasi, mendorong tumbuhnya habit membaca masyarakat kita. Berikut uraiannya.

Singapura memberi imbalan bagi warganya jika membaca buku

Baru-baru ini (6/9/2026) Singapura melalui National Library Board (NLB) me-launching inisiatif ReadSG yang akan menjadi gerakan nasional selama lima tahun ke depan, yang dimulai dengan National Reading Month di Singapura. Melalui program ini, warga Singapura diajak meluangkan waktu untuk membaca 15 menit sehari. 

Baca Juga:

Membaca buku vs Menonton Video : Perbandingan Cara Kerja Otak dan Dampaknya terhadap Perkembangan Otak

Warga yang melakukannya kemudian mencatat aktivitas tersebut di platform CrowdTaskSG yang disediakan pemerintah dan memperoleh imbalan berupa koin virtual, yang kemudian dapat ditukar dengan uang. ReadSG dirancang untuk menumbuhkan habit membaca di tengah perubahan pola konsumsi informasi yang semakin didominasi oleh konten pendek di media sosial. 

Setiap sesi membaca 15 menit tersebut warga yang melakukannya mendapat 20 koin virtual. Jika rutin melakukannya hingga mengumpulkan 1000 koin, yang setara dengan SG$1 atau Rp. 14.000. Itu artinya diperlukan 50 sesi membaca untuk mendapatkan SG$1. Hanya satu sesi yang boleh dicatatkan pada platform yang disediakan. 

CEO NLB Melissa Tam pada sesi launching mengatakan, inisiatif ini hadir sebagai respon terhadap perubahan kebiasaan membaca di era digital. Menurut Melissa, masyarakat perlu didorong untuk terus membaca dalam format panjang, karena dapat membantu melatih fokus perhatian, pemikiran kritis, imajinasi, serta kemampuan memahami berbagai perspektif. 

Baca Juga:

Minat Baca Guru dan Dampaknya pada Mutu Pendidikan

Ia menegaskan tujuan akhir dari inisiatif ini bukan hanya sekedar membuat masyarakat membaca selama 15 menit setiap hari, tetapi hendak membangun masyarakat yang memiliki rasa ingin tahu dan mampu berpikir secara mendalam. 

Kita tunggu perkembangan lebih lanjut dari inisiatif ini. Yang jelas, inisiatif ini memberi gambaran bahwa negara ini selalu hadir, mengambil langkah antisipatif jika ada ancaman yang mengganggu produktivitas masyarakat. Mudah-mudahan langkah seperti ini menjadi pembelajaran bagi pemerintah Indonesia.

Tulisan ini sebelumnya tayang di depoedu.com, kami tayangkan kembali dengan izin dari penulis / Foto ilustrasi dibuat dengan bantuan ai

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of