Pemerintah China Mengeluarkan Pedoman Umum Pendidikan AI dan Larangan Penggunaan AI Generatif di Sekolah

Internasional
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Melalui kebijakan tentang Artificial Intelligence (AI) di bidang pendidikan, pemerintah China menunjukkan sikap hati-hatinya. Di satu pihak, pemerintah China melihat peran AI  sangat penting dalam perkembangan peradaban manusia di masa depan. Di pihak lain, AI juga dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan potensi manusia, jika disalahgunakan. 

Oleh karena itu pemerintah menerapkan sikap hati-hati dan selektif terhadap AI. Pemerintah di satu pihak mendorong agar AI dipelajari, dikuasai dan digunakan untuk menyelesaikan masalah. Namun di pihak lain, secara selektif pemerintah melarang guru dan murid di sekolah dasar dan menengah untuk menggunakan misalnya AI Generatif. 

Oleh karena itu, baru-baru ini, seperti dilansir pada laman Global Times, pemerintah China mengeluarkan dua kebijakan penting tentang Pedoman Umum Penggunaan AI generatif di sekolah dasar (SD) dan menengah, dan Pedoman Umum Pendidikan AI di sekolah dasar dan menengah. Berikut uraiannya. 

Baca Juga : 

Menyusul Australia, Senator Amerika Serikat Desak DPR Meloloskan RUU Untuk Melindungi Anak-anak dari Dampak Buruk Media Sosial

Pedoman penggunaan AI generatif di sekolah dasar dan menengah

Pada pedoman ini salah satu poin pentingnya adalah larangan bagi guru dan siswa untuk menggunakan AI generatif dalam proses belajar mengajar. AI generatif adalah jenis kecerdasan buatan yang dapat menghasilkan konten baru berupa teks, gambar video dengan menggunakan data yang ada di jaringan.

Dengan AI generatif siswa misalnya dapat membuat teks, menulis artikel, cerita, menjawab pertanyaan dalam hitungan detik tanpa murid harus berpikir, namun dapat menghasilkan teks yang mirip dan benar. Ini dikhawatirkan dapat menyebabkan proses berpikir dan proses kreatif pada  siswa tidak dilatih, oleh karena itu tidak berkembang. 

Oleh karena itu dalam pedoman tersebut guru dilarang menggunakan AI  generatif untuk menjawab pertanyaan secara langsung. Dalam pedoman tersebut ditegaskan bahwa AI tidak boleh digunakan guru dalam mengajar, dalam menjawab pertanyaan, maupun memberikan konsultasi pada siswa yang memerlukan. 

Baca Juga : 

Karena Berdampak Buruk, Australia Resmi Melarang Anak Usia Di Bawah 16 Tahun Main Media Sosial

Selain itu guru juga dilarang menggunakan konten yang dihasilkan oleh AI untuk menjadi patokan dalam menilai siswa. Guru juga dilarang memasukkan data terkait pribadi atau soal ujian ke dalam aplikasi AI. 

Dalam pedoman tersebut, pemerintah juga melarang siswa menggunakan AI generatif untuk membuat konten secara mandiri, terutama ketika menulis esai, cerita, atau karya kreatif yang ditugaskan oleh guru. Langkah ini diambil untuk melindungi perkembangan kognitif dan kreativitas siswa yang menjadi esensi dari proses belajar.

Kurikulum AI di sekolah dasar hingga menengah

Pembelajaran AI di SD di China bertujuan untuk memancing minat dan membangun pemahaman kognitif yang mendasar tentang AI. Sedangkan pembelajaran AI di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di China bertujuan untuk memperkuat pemahaman siswa tentang prinsip dan teknis aplikasi AI. 

Baca Juga : 

Ini Langkah Tanggung Pemerintah Indonesia dalam Mencegah Dampak Buruk Media Sosial

Sedangkan pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) pembelajaran AI di China bertujuan agar siswa memahami pemikiran sistem, memandu, dan melatih siswa untuk melakukan proses inovasi. Jika diperhatikan, proses yang dilakukan oleh China ini dilakukan secara berkesinambungan mulai dari SD hingga SMA. 

Untuk proses pembelajaran, pedoman tersebut menyebutkan, sekolah harus menyediakan minimal 8 jam pelajaran per tahun. Pembelajaran AI dapat diberikan secara terpisah maupun secara integratif dengan pelajaran terkait AI. Pelajaran ini akan dimulai pada 1 September 2025 di sekolah percontohan lokal, kemudian bertahap diimplementasikan secara nasional. 

Secara keseluruhan, dua pedoman ini menegaskan ambisi China untuk menciptakan generasi cerdas dan kreatif yang menguasai literasi dan teknis AI. Dengan demikian generasi muda China dapat secara aktif terlibat dalam inovasi AI, dan dapat menggunakan AI secara bertanggung jawab. 

Baca Juga : 

Media Sosial Bukan Untuk Anak, Orang Tua Perlu Tahu Dampaknya

Ini adalah langkah antisipatif pemerintah China untuk memandu dunia pendidikan. Kita berharap pemerintah Indonesia juga segera membuat panduan yang sama untuk memandu dunia pendidikan di Indonesia dalam menyiapkan generasi muda memasuki peradaban AI. 

Tulisan ini sebelumnya tayang di depoedu.com, kami tayangkan kembali dengan izin penukis / Foto: kompas.com

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of