Tingkatkan Integritas Ujian, SMPK Santu Isidorus Lewotala Gelar AAS Ganjil Berbasis Digital dengan Exam Browser

Daerah
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Lewotala, Senin, 8 Desember 2025, SMPK Santu Isidorus Lewotala sedang melaksanakan Ujian Asesmen Akhir Semester (AAS) Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026. 

Ujian berlangsung pada Senin, 8 Desember hingga Jumat, 12 Desember ini mengukuhkan komitmen sekolah dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis digital sekaligus menjaga integritas penilaian melalui penggunaan aplikasi Exam Browser. 

Baca Juga : 

Daftar Peringkat 15 Universitas Swasta Terbaik Versi uniRank Tahun 2025

Kepala SMPK Santu Isidorus Lewotala, Fransiskus Xaverius Berek, MP.d, menjelaskan bahwa penggunaan teknologi tidak hanya bertujuan untuk efisiensi, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan ujian yang jujur dan adil.

“Dalam penerapan AAS Ganjil kali ini, kami mengombinasikan platform ujian utama dengan aplikasi pengawas digital, yaitu Exam Browser. Aplikasi ini memastikan bahwa siswa tidak dapat mengakses aplikasi lain, menjelajah internet, atau melakukan tangkapan layar selama ujian berlangsung,” terang beliau.

Ujian dilaksanakan pada platform google form dan diakses melalui aplikasi Exam Browser di perangkat gawai siswa atau Chromebook. Selain menciptakan lingkungan ujian yang steril dari kecurangan, langkah ini juga melatih siswa untuk disiplin dan beradaptasi dengan standar asesmen digital yang ketat.

Baca Juga : 

Komitmen Pada Pendidikan, PT Kati Kartika Murni Dampingi PAUD Banksasuci Lewat Dana CSR

 

Pelaksanaan ujian  digital hari pertama berjalan dengan lancar dan kondusif. Para siswa telah dibekali simulasi sebelum ujian dimulai agar tidak mengalami kendala dalam pengerjaan soal. 

“Dengan adanya Exam Browser, kami merasa lebih fokus mengerjakan soal tanpa tergoda membuka hal lain. Ini tantangan baru yang seru dan membuat ujian terasa lebih modern,”kata Arlan Aran siswa kelas IX B

Para dewan guru dan panitia ujian mengapresiasi penggunaan sistem ini karena berhasil meminimalkan potensi kecurangan, sehingga hasil penilaian benar-benar mencerminkan kompetensi akademis siswa. Proses koreksi pun menjadi lebih efisien, memberikan waktu lebih bagi guru untuk melakukan analisis butir soal. 

Baca Juga : 

Menunggu Formulasi Gerakan Literasi Baru Menurut Mendikdasmen Abdul Mu’ti

SMPK Santu Isidorus Lewotala menjadikan AAS berbasis digital ini sebagai tonggak penting dalam upaya sekolah mewujudkan ekosistem pendidikan digital yang utuh. Ke depan, sekolah akan terus berinovasi dalam mengintegrasikan perangkat digital, tidak hanya dalam asesmen, tetapi juga dalam metode penyampaian materi dan interaksi pembelajaran sehari-hari.

“Kami berharap, melalui inisiatif ini, lulusan SMPK Santu Isidorus Lewotala menjadi generasi yang berintegritas, melek teknologi, dan siap menghadapi tantangan global,” tutup Fransiskus Berek M.Pd selaku kepala sekolah. 

Tulisan ini sebelumnya tayang di depoedu.com, kami tayangkan kembali dengan izin dari redaksi ? Foto : dokumen  pribadi penulis

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of