PNS Bisa ‘Punah’ Karena Hal Ini, Sudah Siapkah Kita?

Nasional
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Kemajuan teknologi mengubah wajah peradaban manusia sedemikian rupa. Setiap dimensi kehidupan kita saat ini, berubah seiring berbagai perkembangan teknologi. Terutama teknologi informasi. Internet.

Berbagai perubahan yang sedang terjadi di dalam masyarakata kita sering sekali digambarkan sebagai situasi bergejolak dengan arah dan kompelsitasnya membingungkan dan tidak dapat diprediksi (VUCA).

Pun demikian dengan urusan birokrasi pelayanan publik kepemerintahaan. Perubahan teknologi yang sedemikian pesat, dengan dampak yang sangat luas termasuk merasuk hingga organisasi pelayanan publik, Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Baca Juga:

VUCA vs VUCA; di tengah tingginya gelombang dan derasnya arus perubahan

Tidak hanya perubahan teknologi, tuntutan masyarakat akan pelayanan publik berkualitas terbaik, ternyata seiring sejalan. Keduanya berpengaruh sigifikan terhadap semakin menurunnya jumlah PNS.

Keduanya memaksa organisasi pelayanan publik pemerintahan harus harus benar-benar menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.

Di bidang jasa keuangan perbankan misalnya, sudah banyak kita alami semakin berkurangnya jumlah teler. Petugas di gerbang-gerbang tol semakin jarang terlihat, begitu juga petugas-petugas di pompa pompa bensin.

Baca Juga:

Degradasi Karakter Pejabat Publik dalam Melayani

Dibanyak perusahaan swasta saat ini, pekerjaan-pekerjaan yang bersigfat administratif telah digantikan oleh sistem robotisasi terbaru. Alih teknologi telah memberi dampak yang sangat sigifikan pada kebutuhan akan tenaga kerja manusia.

Pekerjaan-pekerjaan yang dulunya bersifat padat karya atau yang masih mengandalkan campur tangan banyak orang untuk menyelesaikannya, kini bergeser ke padat modal dengan sistem digital yang mengganti tugas-tugas manual manusia.

Suka atau tidak suka, situasi yang demikian ini memengaruhi dunia kerja entah dunia bisnis swasta maupun dunia birokrasi pemerintahaan. Disinyallir teknologi-teknologi terbaru ini akan mengambil alih tugas manusia sekitar 30-40 persen.

Baca Juga:

Birokrasi Bersih Melayani

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur – KEMENPAN RB, Alex Denni, seperti dikutip cnbcindonesi.com (26/07/2022), mengungkapkan bahwa kedepan 600 ribu  hingga 1,6 juta tenaga administratif Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan kehilangan pekerjaan.

Alex juga mengungkapkan bahwa digitalisasi birokrasi pemerintahan melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) membuat 38 % ASN yang mengjalankan tugas-tugas pelaksana akan digantikan oleh teknologi (cnbcidonesia.com,8/7/2022).

Karena itu, para PNS harus memperbaharui dan memperluas pengetahuan dan keterampilan mereka agar dapat memberi nilai tambah bagi administratif birokrasi pelayanan publik.

Baca Juga:

Memiliki Lima Skills ini Membuat Pekerjaanmu Tidak dapat diambil Alih oleh Robot

Pemerintah saat ini tengah memperkuat kapasitas pelayanan para PNS melalui tiga besar agenda reformasi birokrasi. Pertama perampingan organisasi. Jenjang struktural yang panjang, diringkas menjadi lebih ramping.

“Sekarang hanya tinggal Eselon I dan Eselon II. Eselon III dan IV ditransformasikan menjadi pejabat fungsional” kata Alex.

Kedua, sistem kerja PNS dibuat lebih fleksibel dan kolaboratif. Serta yang ketiga Manajemen Sumber Daya Manusia PNS menuju human capital tangguh.

Baca Juga:

Bukan karena Corona, Ini Penyebab PHK Massal

Kita tentu berharap bahwa jalan apapun yang saat ini sedang ditempuh pemerintah dalam rangka reformasi birokrasi, dapat mewujudkan para ASN kita menjadi pelayan masyarakat yang tangguh, profesional, berjiwa pelayan dan paling penting adalah memiliki semangat anti korupsi.

Foto ilustrasi dari rctiplus.com

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of