PPFK Mediasi Buruh dengan Manajemen PT. Limpah Sejahtera

Daerah
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Perkumpulan Pemuda Flobamora Ketapang (PPFK) bangun kesepakatan bersama dengan pihak manajemen PT. Limpah Sejahtera. Kesepakatan ini dilakukan saat mediasi bersama di ruangan pertemuan PT. Limpah Sejahtera pada 24 Mei 2022.

Adapun persoalan yang diangkat oleh PPFK saat mediasi tersebut yaitu, terkait hari libur hari besar keagamaan atau hari Minggu, libur karena tanggal merah dan hari-hari besar lainnya agar para buruh/karyawan diliburkan.

Jika karena kebutuhan perusahaan, para buruh dikerjakan maka perusahaan harus  merujuk pada undang-undang terkait upah.

Termasuk dalam kesepakatan itu adalah jika terjadi kecelakaan kerja pada jam kerja yang menimpa buruh/karyawan. PPFK mengharapkan agar agar pihak perusahaan  segera sigap dan tidak lepas tanggung jawab.

Baca Juga:

Pelantikan Pengurus Cabang PPFK PT. Limpah Sejahtera, diisi Sosialisasi dari Disdukcapil Ketapang

Terkait iuran untuk organisasi buruh atau federasi buruh, PPFK mendorong agar pemotongan gaji untuk iuran bagi organisasi buruh atau federasi buruh agar dihilangkan, karena tidak memberikan asas manfaat bagi perjuangan karyawan/ buruh.

Tidak hanya itu, kondisi pemukiman para karyawan/buruh dengan keluarganya pun turut menjadi perhatian PPFK.

PPFK meminta agar pemukiman diperbaiki untuk menghilangkan kesan kumuh dan jorok. Persediaan air bersih, dan jaringan listrik di barak-barak perumahan buruh/karyawan agar segera di tangani oleh pihak perusahaan.

Terutama kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang layak  bagi anak -anak buru/karyawan agar menjadi perhatian perusahaan juga.

Baca Juga:

Belasan Tahun Bekerja Di PT. Minamas Plantation Ketapang Ratusan Buruh Sawit Asal NTT Masih Berstatus PKWT

Poin-poin persoalan yang diangkat oleh PPFK dalam kesepakatan tersebut diungkap Kaiman,S.TP, selaku Humas PPFK Pusat  saat mediasi dengan pihak manajemen PT. Limpah Sejahtera;

“Buruh/karyawan adalah faktor penting dan penentu bagi kemajuan perusahaan, sehingga kesehatan dan kesejahteraan buruh harus diperhatikan. Saya harap tidak ada lagi buruh diantar pakai pick up kerumah sakit ketika sakit atau mengalami kecelakaan kerja,”  tutur Kaiman.

Humas PPFK Pusat lakukan Sosialisasi Hasil Kesepakatan dengan Pihak Manajemen PT. Limpah Sejahtera

Atas poin-poin tersebut, pihak manajemen perusahaan sepakat dan menampung semua masukan dari PPFK Cabang PT.Limpah Sejahtera dan PPFK Pusat Ketapang.

Manajemen perusahaan saat ini sedang melakukan pembenahan pada barak-barak perumahan karyawan, untuk menghilangkan kesan kotor dan jorok dengan membenahi dengan mengerjakan saluran parit dan dan lainnya.

Terkait terkait adanya potongan gaji para buruh untuk iuran untuk organisasi buruh, manajemen perusahaan menyarankan agar buru/karyawan bisa membuat surat pernyataan dan pengunduran diri dari organisasi buruh atau organisasi federasi buruh terlebih dahulu.

Terkait jaringan listrik di barak akan disesuaikan dengan jadual. Jadual ini bisa menjadi panduan agar para buruh bisa beristirahat lebih awal.

Baca Juga:

PPFK Cabang MHU Serahkan Dokumen Organisasi Ke Camat dan Polsek

Sementara untuk permasalahan terkait masuk kerja pada hari libur, kecelakaan kerja, armada ambulan, pendidikan anak buruh, serta penilaian buruh/karyawan yang berprestasi akan jadi evaluasi khusus bagi internal perusahaan.

Hal ini diungkap oleh Pewang selaku Humas Manajemen PT.Limpah Sejahtera.

Pewang menuturkan bahwa Pihak perusahaan sudah menyesuaikan gaji bagi karyawan. Jika dibandingkan dengan perusahaan yang lain, rata-rata penghasilan karyawan perusahaan lebih layak.

“Untuk gaji, paling tinggi untuk buruh/karyawan di PT. Limpah Sejahtera, dan saya minta agar buruh/ karyawan bisa melakukan manajemen keuangan dengan baik,” kata Pewang.

“Stop (kartu) ATM ditahan oleh pihak warung gara-gara utang. Stop  judi dan budaya hedonis, alkohol, perempuan,  dunia malam. Stop kekerasan dalam rumah tangga,” harap Pewang lebih lanjut.

Baca Juga:

Menanti ‘Bonus’ 5 kali Gaji

Manajemen perusahaan mengajak semua buruh/karyawan bekerja keras, menabung untuk membagun kesejateraan keluarga, karena tidak selamanya kita bekerja di perusahaan sampai tua.

“Mari kita pikirkan tujuan kita merantau untuk apa? Mari kita kerja keras, menabung untuk kesejahteraan keluarga dan pendidikan anak,” tutup Pewang.

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of