Hindari Kemungkinan Terburuk Saat Berlayar, Kapal Laut KM Umsini Sebaiknya Butuh Perbaikan

Nasional
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – KM Umsini merupakan salah satu kapal milik PT. PELNI yang diproduksi oleh pabrik kapal asal Papenburg, Jerman, Meyer Werft.

Kapal dengan bobot 14.501 ton ini, merupakan buatan tahun 1985 dengan total kapasitas penumpang sebanyak 1.737 orang. Kapal dengan panjang: 144 meter ini dan lebar 23 meter, dapat membelah ombak dengan kecepatan 22.40 knot.

Saat ini, KM Umsini memiliki rute atau lintasan pelayaran cukup panjang. Kapal ini menyinggahi pelabuhan di delapan kota yang berada di lima provinsi berbeda.

Kapal Umsini melintasi kota-kota pelabuhan seperti : Pelabuhan Kijang- Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Pelabuhan Tanjung Priok, DKI Jakarta, kemudian melintas ke arah timur menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Dari Jawa Timur, KM Umsini berlayar ke utara, dan menyinggahi Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, kemudian berlayar ke selatan menuju Pelabuhan Lauren Say, di Kota Maumere Kabupaten Sikka NTT.

Baca Juga: Seorang Penumpang Tolak Pakai Masker, Pesawat American Airlines Putar Balik

Dari Sikka, KM Umsini menelusuri pantai utara Pulau Flores hingga ke ujung timur Nusa Bunga untuk singgah di Pelabuhan Larantuka, Flores Timur NTT, kemudian berlayar menuju Pelabuhan Lewoleba di Pulau Lembata NTT, lalu menuju ke sandaran terakhir di Pelabuhan Tenau,  Kupang NTT

Itu artinya, Kapal PELNI KM Umsini memiliki rute pelayaran dari : Kijang Bintan – Jakarta – Surabaya – Makassar – Maumere – Larantuka – Lewoleba, Lembata – Tenau Kupang (Pergi – Pulang).

Dilihat dari tahun pembuatan kapal 1985 dan beroperasi hingga saat ini tahun 2022, tentu mengalami penyusutan kualitas dan mutu dari KM Umsini.

Tidak dapat dipungkiri KM Umsini sudah sepuh. Ini bisa diamati secara mata telanjang dari kondisi jendela kaca dek dua yang hampir seluruhnya rusak dan bisa kemasukan air laut saat gelombang besar.

Salah Satu Jendela Yang Kacanya Retak di Dek Dua KM Umsini

Toilet dek dua banyak yang rusak bahkan tersumbat. Lantai kayu tempat bersantai penumpak samping kiri dan kanan kapal pada lapuk dan rusak termasuk lantai kafetaria .

Setidaknya, hal ini  uangkap Markus (45 tahun) salah satu penumpang Umsini dari Pelabuhan Larantuka tujuan Jakarta menjelaskan saat ditemui di atas kapal (20/02):

“Kondisi jendela kaca dek dua semua rusak bahkan ada jendela kaca yang sudah jebol, ketika gelombang air laut besar, air laut masuk lewat jendela kaca, sampai kami para penumpang kebanjiran di dek dua, kami mengadukan kepada petugas kapal, namun petugas menyuruh kami pindah ke ruangan lain di dek dua yang tidak kemasukan air laut,” kata Markus.

“Begitu juga dengan,” lanjut Markus, “toilet dek dua hampir semua saat tertentu tersumbat sehingga air toilet meluap keluar.”

Penumpang lain, Rofina (35 tahun) yang naik dari pelabuhan Kupang – NTT menuju Jakarta saat di konfirmasi di atas kapal, mengeluhkan hal lain. Baginya perbaikan yang dilakukan pada kapal saat sedang berlayar jelas mengganggu kenyamanan.

Baca Juga: Proyek Pelabuhan Deri Senilai 1, 1 Miliar Selesai Dikerjakan

 “Renovasi kapal di kerjakan pada saat kapal berlayar. Mereka cat, las, dan pukul-pukul besi yang karat, sangat berisik,  tanpa mengindahkan kenyamanan penumpang,” kata Rofina.

Selain itu Rofina menambahkan kayu lantai kiri dan kanan kapal serta lantai kafetaria kapal  sebagia besar rusak, berlubang dan lapuk, menurutnya ini sangat berbahaya bagi  para penumpang.

Para penumpang KM Umsini tidak memiliki banyak pilihan. Untuk rute-rute yang disinggahi, mereka tidak punya alternatif transportasi laut yang bisa mereka jangkau seperti KM Umsini.

Namun penumpang berharap agar pihak pengelola KM Umsini, dalam hal ini PT.PELNI tidak hanya mengejar profit semata namun perbaikan dan perawatan kapal KM Umsini bisa dilakukan secara berkala agar menjamin  keselamatan semua penumpang yang berlayar.

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of