Eposdigi.com – Setelah menyelesaikan studinya di Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana Kupang, Mansetus mendapat tawaran bekerja sebagai wartawan Novas.
Tawaran bekerja dari seorang kakak kelasnya yang juga di Fakultas Hukum Undana sebelumnya bergabung dalam perusahaan penerbitan pers itu.
Surat kabar harian Novas ini terbit di Dili, Timor Timur mengusung misi harian ini sesungguhnya ingin memperjuangan Timor Timur tetap bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Namun kenyataan pahit dialami, karena politik asing ikut dalam proses jaka pendapat di Timor Timur akhirnya wilayah itu lepas dari ‘pangkuan’ NKRI.
Baca juga: Hukum, Jurnalis dan Aksi Kemanusiaan
Situasi pasca jajak pendapat sangat tidak kondusif. Banyak korban yang meninggal dunia akibat kekerasan yang mewarnai hasil jajak pendapat. Mansetus kembali ke Kupang, tempat awal ia meraih mimpinya menjadi Sarjana Hukum.
Biasanya setiap orang yang menyelesaikan pendidikan melamar di kantor atau instansi tertentu, bagi Mansetus ia ingin mengasah kemampuan menulis lewat jalur menjadi jurnalis.
Menurutnya, ia tidak membayangkan sekali waktu akan bekerja dan menjadi Kordinator YKS. Ia memiliki keyakinan sesungguhnya segala sesuatu yang dilewati, dikerjakan adalah suatu panggilan hidup bahkan rekayasa Karya Ilahi (Tuhan) dalam kehidupannya.
“Menurut saya pekerjaan yang saya tekuni muali dari jurnalis beberapa media dan selanjutnya menjadi Kordinator YKS, ini suatu panggilan hidup karya kemanusiaan,’’ katanya.
Karya kemanusiaan sebagai suatu panggilan karena pekerjaan tersebut membutuhkan pengorbanan, kesabaran dan banyak hal lain. Ia juga menilai banyak orang melakukan kerja kemansuiaan bersifat sukarela namun tidak bertahan karena putus asa menghadapi berbagai tantangan juga karean semata-mata kebutuhan dapur saja.
Baca Juga: Motor Ambulans, Penyelamat Nyawa Ibu dan “Buah Hati”
Namun ketika pekerjaan dimaknai sebagai panggilan hidup maka apapun alasan tetap bertahan bahkan hingga sampai akhir hayat.
Karya Mansetus dengan program motor ambulans di Flores Timur telah membawa dampak yang positif. Ia mengajak kawula muda bergabung di YKS membawa para bidan untuk setia melayani di medan yang sulit.
Karyanya yang sederhana telah mengantar sosok pria murah senyum ini sebagai penerima Apresiasi SATU (Semangat Astra Terpadu Untuk ) Indonesia Award, tahun 2010.
Melalui kiprahnya itu ia diundang dalam acara Hitam Putih , salah satu televisi swasta di Jakarta menyampaikan pengalamannya dalam menjalankan Program Ambulans Motor .
Pandemi Covid 19
Mansetus menjelaskan di tengah mewabahnya Pandemi Covid 19 di seluruh Indonesia, YKS memiliki tanggungjawab ikut menanggulangi wabah tersebut. YKS ikut memberikan bantuan dalam menangani wabah Covid 19 yang kini sudah mewabah sampai ke Flores Timur.
“Kami bekerja sama dengan PT Astra Internasional, yakni pengadaan Alat Pelindung Diri (APD),’’ jelas Mansetus.

Selain APD YKS bekerja sama dengan berbagai pihak, memberikan fasilitas kesehatan yang mengantisipasi atau mencegah Covid 19.
“Kami membagikan masker, vitamin kepada petugas kesehatan, kepada masyarakat umum, warga masyarakat yang ada di pasar- pasar tradisonal, dengan harapan warga jangan sampai terpapar Covid 19,’’ katanya.
Karya kemanusiaan ini juga ikut membuka pintu donasi bagi pihak lain. Perkembangan yang paling baru, YKS bekerja sama dengan seluruh karyawan Shell Advance – Jakarta, yang memberikan kontribusi terhadap YKS yakni memberikan bantuan uang kemudian membeli masker berjumlah 8000-an lebih untuk dibagikan kepada warga masyarakat Flores Timur.
Geliat dan kiprah YKS selama 18 tahun di wilayah Kab. Flores Timur telah memberikan inspirasi positif kepada masyarakat khususnya dalam dunia kesehatan ibu dan anak.
Lembaga ini telah menabur kebaikan, teristimewa keselamatan bagi nyawa ibu dan “buah hatinya’. Maka tak berlebihan jika lembaga ini sesungguhnya sedang menyiapkan generasi sehat yang akan menggantikan generasi tua saat ini.
Foto: Mansetus Balawala bersama Rio Dewanto di sela-sela pemotretan untuk iklan dan shooting dokumentasi program Ambulans Motor – Februari 2019 / Dokumen Yayasan Kesehatan untuk Semua
[…] Baca Juga: ‘’Ini Panggilan Hidup Karya Kemanusiaan” […]