Jahe Merah, Primadona Baru di tengah Corona

Bisnis
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Edi Karteno, penjual susu jahe merah di bilangan Jalan Imam Bonjol – Karawaci – Tangerang , mengaku bahwa dagangannya lebih laku setelah informasi mengenai jahe merah  dapat menangkal corona.

“Alhamdulillah, sekarang, sebelum jam 10, sudah pulang. Mungkin karena Corona,” kata penjual susu jahe merah yang menggelar dagangannya dari jam 5 sore, sepulang bekerja tersebut.

Saat singgah  ke tempatnya, tampak beberapa pembeli sedang menunggu dalam antrian. Lokasi Edi berjualan di depan Universitas Ahmad Dahlan- Karawaci, tidak jauh dari Halte Trans Jakarta, semakin menarik banyak orang untuk singgah.

Baca Juga: Kunyit dan Peranannnya dalam Menjaga Kesehatan Tubuh Manusia

Yangster, karyawan swasta yang bekerja tidak jauh dari tempat Edi berjualan, yang sudah lama menjadi pelanggan susu jahe merah milik Edi, mengungkapkan bahwa isu corona membuat antrian sedikit lebih panjang.

“Selain enak, sepertinya corona membuat banyak orang mencari susu jahe, apalagi Pak Edi tidak menaikkan harga,” ungkap Yangster sambil menyodorkan selembar uang bernilai Rp20.000 untuk membayar 4 porsi susu jahe merah  yang dibelinya.

“Tidaklah bro, lima ribu (Rp5.000- red) segelas sudah cukup, tidak baik mengambil untung dari corona. Walaupun di pasar harga pada naik. Rejeki sudah ada yang ngatur, ” kata Edi membenarkan apa yang diungkapkan pelanggannya itu.

Jahe Merah dengan kandungan antioksidan dan antiinflamasi yang tinggi dipercaya dapat meningkatkan system imun yang menangkal serangan virus maupun bakteri.

Penelitian Dugasani (2010) seperti dilansir jawapos.com (12/03/2020) mengungkapkan bahwa kandungan gingerol dan shogaol dalam jahe merah terbukti memiliki kemampuan meningkatkan system imun tubuh agat tidak mudah terserang penyakit, bakteri dan virus.

Baca Juga: COVID-19 jadi Pandemi; Mengingatkan Kembali Anjuran dan Larangan terkait Corona

Selain jahe merah, berbagai herbal lain di Indonesia yang juga memiliki kandungan antioksidan tinggi diantaranya tanaman Serai. Liputan6.com (26/12/2019) menulis bahwa senyawa asam klorogenik, isoorientin, dan swertiajaponin, yang merupakan anti-peradangan.  Manfaat Serai dapat diperoleh dari air rebusan dan daun Serai.

Begitu juga dengan ‘teh’ bunga telang (clitoria ternatea). Kandungan fitokimia herbal yang terkandung dalam bunga telang diyakini bersifat antioksidan, anti-inflamasi, antimicrobial dan analgesic alami. Teh bunga telang dapat menurunkan demam dan meredahkan batuk (harapanrakyat.com)

Bunga Telang (clitoria ternateae) dikeringkan kemudian diseduh jadi teh berwarna biru. dipercaya memiliki antioksidan yang tinggi.

COVID-19 yang telah ditetapkan sebagai pandemic global oleh WHO, harus menjadi kewaspadaan kita semua. Banyak cara untuk mencegahnya. Selain mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, daya tahan tubuh juga bisa ditingkatkan melalui konsumsi berbagai tanaman herbal di lingkungan sekitar kita.

Biasakan pola hidup sehat. Sering mencuci tangan dengan menggunakan sabun. Tidak menyentuh wajah sebelum mencuci tangan. Hindari tempat keramaian. Gunakan masker jika sedang mengalami gejala batuk pilek, menjadi anjuran yang sering dilontarkan untuk mencegah penularan corona.

Apakah Digiers menjadi bagian dari upaya pencegahan penularan corona secara global?

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of