Eposdigi.com – Anda tentu mengira hanya ada Kanada di Amerika Utara, bukan? Yang Anda baca saat ini adalah cerita tentang Kanada-nya orang Flores Timur. Kanada adalah nama sebuah kampung di Desa Kobasoma yang terletak di antara Desa Konga dan Desa Lewolaga, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Mengapa Desa ini bernama Kanada? Berikut ini kisah singkatnya, seperti yang dituturkan kembali oleh Kayetanus Hama Soge, warga Desa Kobasoma.
Di paruh akhir tahun 1970an Desa Kanada ditempati oleh orang yang berasal dari Desa Tuakepa, Desa Riangduli, dan Desa Lewotobi. Mereka menggunakan tempat ini untuk berladang. Karena jarak tempat tinggal dan ladang yang jauh biasanya mereka menetap di tempat ini. Dan, setiap akhir pekan mereka kembali ke kampungnya masing-masing.
Meskipun berladang mereka juga menyadap tuak untuk diolah menjadi arak. Sehinga, selain hasil ladang sebagai sumber rejeki, sadapan tuak pun membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sadapan tuak dari pohon lontar ini selanjutnya akan diolah menjadi arak.
Saat itu, arak adalah primadona. Betapa tidak, selain dikonsumsi setiap hari guna menambah stamina, arak juga digunakan dalam ritual adat. Dari hari ke hari, tahun ke tahun, tempat ini terus didatangi orang hanya untuk membeli arak. Sehingga, setiap kali pembeli baru atau pembeli lama berpapasan di jalan pasti mereka saling menegur dilanjutkan dengan tanya jawab sekenanya.
Biasanya ada beberapa kalimat wajib setiap kali sesama pembeli bertemu. Bagi yang sudah membeli pasti bertanya, “kemana?.” Dan, bagi yang akan membeli pasti menjawab, “kenadang.” Dalam percakapan sehari-hari, kata “ke” merujuk pada arah atau tujuan sedangkan kata, “nadang” berkaitan dengan bambu (pering/ wulo) saat proses penyulingan arak. Alat yang digunakan untuk menyuling disebut “nadang boleng.” Oleh karena itu, ketika ditanya, “kemana,” pasti yang ditanya akan menjawab “ke nadang”.

Kantor Desa Kobasoma. Foto diambil pada : 27 September 2019
Percakapan ini terus berlangsung dalam waktu yang lama. Pertanyaan dan jawaban terus diulang setiap kali berjumpa. Sampai akhirnya pembeli dan penjual menyepakati untuk memberi nama tempat pembelian arak tersebut dengan sebutan kenadang.
Di akhir tahun 1975, Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur memberi nama kenadang dengan sebutan kanada. Beberapa petimbangan mungkin menjadi pilihan Pemerintah saat itu. Pertama, lebih mudah menyebut kanada daripada kenadang. Kedua, telah ada Negara Kanada di Amerika Utara sehingga, tren mengikuti dunia Barat mungkin sedang booming saat itu. Lagipula, jika ada orang Barat yang mendengar nama Kanada di Indonesia, mungkin akan tersentuh dengan situasi dan kondisi masyarakatnya saat itu. Terbukti, pada 1979 masyarakat desa kanada mendapat bantuan berupa pipa air minum. Bantuan ini berasal dari Negara Kanada di Amerika Utara.
Saat ini, Kanada adalah bagian dari Desa Kobasoma, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, Privinsi Nusa Tenggara Timur. (Foto : Gapura Selamat Datang di Desa Kobasoma. Foto diambil pada 27 September 2019)
Penting untuk mengingat sejarah pemberian nama sebuah daerah. Mantap!
[…] Baca Juga : Ada ‘Kanada’ di Flores Timur […]