Hi Ayah, Aku Membutuhkan Kehadiranmu Dalam Hidupku

Budaya
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Keluarga merupakan tempat pertama bagi anak untuk belajar banyak hal, mulai dari cara berbicara, bersikap, hingga memahami perasaan. Dalam keluarga, ayah dan ibu memiliki peran yang sama pentingnya dalam proses tumbuh kembang anak.

Namun, pada kenyataannya masih banyak anak yang tumbuh tanpa kehadiran sosok ayah, baik karena perceraian, pekerjaan, meninggal dunia, ataupun karena sosok ayah yang kurang terlibat dalam pengasuhan. Yup, sebutan keren sekarang adalah fatherless.

Belakangan ini, topik fatherless semakin sering dibahas di media sosial. Salah satunya melalui unggahan Instagram Reels oleh akun @_rineta29 yang membahas tentang dampak kehilangan sosok ayah dalam kehidupan anak.

Dari unggahan tersebut, terlihat bahwa banyak anak merasa kehilangan perhatian, kasih sayang, dan dukungan emosional dari ayah mereka. Hal ini kemudian dapat memengaruhi cara anak berpikir, bersikap, dan berhubungan dengan orang lain.

Baca Juga:

Peran Orang Tua Dalam Pembentukan Identitas Anak

Beberapa anak sebenarnya tidak selalu menuntut ayah yang sempurna. Anak hanya ingin didengar, ditemani, dan dianggap penting dalam keluarganya sendiri. Ketika hal-hal sederhana itu tidak didapatkan, anak bisa merasa kehilangan sang ayah meskipun sosoknya ada di rumah setiap hari.

Fenomena fatherless juga mulai sering diangkat dalam film Indonesia, salah satunya melalui film berjudul “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah” yang dirilis pada tahun 2025 dan disutradarai oleh Kuntz Agus.

Film ini menggambarkan kondisi keluarga yang terlihat utuh dari luar, tetapi sebenarnya memiliki hubungan yang tidak sehat di dalamnya. Sosok ayah dalam film tersebut hadir secara fisik, tetapi kurang terlibat secara emosional dengan anak dan keluarga.

Hal yang paling terasa dari film ini adalah bagaimana anak mulai mempertanyakan arti kehadiran seorang ayah dalam hidupnya. Anak merasa bahwa ibunya berjuang sendirian, sementara ayah tidak benar-benar menjadi tempat untuk bercerita dan mencari rasa aman dan nyaman.

Baca Juga:

Pentingnya Peran Orang Tua Dalam Mendukung Perkembangan Anak

Tidak hanya itu, artikel dari Halodoc juga membahas tentang fenomena ini. Dengan judul “Dampak Fatherless bagi Perkembangan Anak” pada tahun 2025 yang membahas tentang anak yang tumbuh tanpa figur ayah beresiko mengalami masalah emosional, kurang percaya diri, dan kesulitan dalam bersosialisasi.

Selain itu, ada juga artikel dari Universitas Gadjah Mada yang ditulis oleh Ika pada tahun 2023 dengan judul artikel “Psikologi UGM Beberkan Dampak Minimnya Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan” yang menjelaskan bahwa minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan dapat berdampak pada kondisi psikologis dan perilaku anak hingga mereka dewasa nanti.

Membahas tentang fatherless ini sebenarnya tidak hanya ada dalam media sosial dan artikel-artikel saja, namun, mungkin beberapa dari kita juga mengalaminya. Sering sekali juga kita menemui kondisi ini di lingkungan kita.

Banyak faktor yang menyebabkan kondisi tersebut muncul. Bisa jadi karena perceraian orang tua, sibuk bekerja, ketidak harmonisan dalam keluarga, atau faktor-faktor lainnya. Dengan adanya faktor ini, dampak pada anak juga sangat dalam.

Baca Juga:

Peran Keteladanan Orang Tua dan Guru dalam Keberhasilan Pendidikan Karakter Anak

Anak jadi kehilangan salah satu sosok penting yang seharusnya dapat memberi perhatian, dukungan, dan contoh dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, tidak semua anak yang mengalami kondisi ini tumbuh tanpa ayah di rumah. Ada juga anak yang setiap hari melihat ayahnya. Pagi, siang, malam, sosoknya ada. Namun sosok tersebut terkadang tidak berperan semestinya.

Bentakan, bahkan caci makian bisa keluar dari sosok yang seharusnya memeluk. Tanggung jawab yang seharusnya dilakukan, terlewatkan begitu saja. Banyak hal juga yang bisa mendasari kenapa sosok ayah berperilaku seperti itu.

Mungkin kondisi rumah yang tidak mendukung, ekonomi yang sulit, terlarut dalam perjudian, atau yang lebih parah, perselingkuhan. Hal ini mungkin saja merubah perilaku seorang ayah menjadi arogan dan tidak mau bertanggung jawab.

Baca Juga:

Refleksi Hari Pendidikan: Peran Keluarga di Rumah dan Sekolah Kita

Sekarang, kita masuk ke pembahasan dampak bagi perkembangan anak. Tak hanya satu, tetapi beberapa.

Yang pertama, dampak emosional. Dampak yang sangat terlihat dari kondisi fatherless ini. Kurangnya mendapat perhatian dari ayah, membuat anak lebih mudah merasa sedih, kecewa, marah, atau kesepian. Mereka juga sering merasa kurang percaya diri karena merasa tidak mendapatkan kasih sayang dan dukungan yang cukup.

Selain itu juga, anak juga bisa mengalami kesulitan dalam mengontrol emosi. Ada anak yang menjadi lebih sensitif, mudah marah, atau justru memilih menutup diri dari lingkungan sekitar. Jika kondisi ini terus berlangsung, bukan tidak mungkin anak akan mengalami stres bahkan gangguan kesehatan mental.

Menurut artikel dari Halodoc sebelumnya, kurangnya peran ayah dapat membuat anak kesulitan memahami dan mengelola emosinya sendiri. Karena itu, keterlibatan ayah sangat dibutuhkan agar anak merasa aman dan dihargai.

Yang kedua, dampak sosial. Selain memengaruhi emosi, kondisi ini juga berdampak pada kehidupan sosial anak. Anak yang tumbuh tanpa perhatian ayah biasanya lebih sulit membangun hubungan dengan orang lain.

Baca Juga:

Berikut Ini Topik Lain Yang Harus Menjadi Bahasan Antara Orang Tua Dengan Anak Sebelum Mereka Remaja

Mereka cenderung merasa minder, kurang nyaman saat bergaul, dan sulit percaya kepada orang lain.

Dalam beberapa kasus, anak juga mencari perhatian dari lingkungan luar dengan cara yang kurang tepat. Misalnya terlibat dalam pergaulan bebas atau melakukan kenakalan remaja karena merasa kurang mendapatkan perhatian dari keluarga, terutama ayah.

Hal tersebut terjadi karena anak membutuhkan sosok yang dapat diandalkan, sosok yang dapat membimbing dan memberi arahan dalam hidupnya.

Artikel Ika dari UGM sebelumnya juga menjelaskan bahwa minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan dapat memengaruhi perilaku anak sampai dewasa. Anak menjadi kesulitan membangun hubungan yang sehat karena kurang mendapatkan contoh dari figur ayah.

Baca Juga:

Orang Tua dan Guru, Lakukan Langkah Ini Untuk Membentuk Self Control pada Diri Anak

Hal serupa juga terlihat dalam film “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah” yang mana anak merasa lebih dekat dengan ibunya karena ayah dianggap tidak benar-benar hadir secara emosional.

Kondisi itu membuat anak menyimpan rasa kecewa dan mempertanyakan hubungan dalam keluarganya sendiri.

Terlepas dari dampak emosional dan sosial, tak lepas juga dari dampak terhadap masa depan anak. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap semangat belajar dan masa depan anak.

Anak yang kurang mendapatkan dukungan dari keluarga terutama ayah, biasanya menjadi kurang termotivasi dalam belajar. Mereka juga bisa kehilangan arah dan tujuan hidup karena merasa tidak memiliki tempat untuk bercerita atau meminta dukungan.

Dari dampak-dampak sebelumnya, kita bisa lihat bahwa seberpengaruh itu peran dan sosok ayah dalam kehidupan anak. Tentunya, seorang ayah harus memiliki peran penting dalam mengasuh anak.

Baca Juga:

Belajar Mendidik yang Mendewasakan Anak Sejak Dini dari Orang Tua Prancis

Kehadiran ayah sangat diperlukan dalam membuat anak merasa aman, dihargai, dan dicintai. Selain itu, ayah juga menjadi contoh bagi anak dalam bersikap, mengambil keputusan, dan menghadapi masalah.

Kita tahu bahwa peran ayah bukan hanya sekedar mencari nafkah, tetapi juga perlu meluangkan waktu untuk anak.

Hal sederhana seperti mendengarkan cerita anak, keluh kesah anak, menemani anak belajar, bermain, atau memberi dukungan saat anak mengalami masalah ternyata memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan mereka.

Ketika ayah terlibat dalam pengasuhan, anak biasanya memiliki rasa percaya diri yang lebih baik dan lebih siap dalam menghadapi lingkungan sosial. Karena itu, keterlibatan ayah sangat penting agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Tidak sedikit anak yang akhirnya tumbuh dengan luka yang tidak terlihat. Mereka bisa saja terlihat baik-baik saja dari luar, tetapi sebenarnya mereka menyimpan rasa kecewa yang mendalam terhadap keluarganya sendiri.

Baca Juga:

Hal-hal Ini Harus Dilakukan Orang Tua Agar Anak Tidak Kecanduan Gadget

Maka dari itu, mari kita refleksi kembali sebagai sosok ayah, atau calon ayah, lebih dalam lagi dalam berperan untuk mendukung proses berkembang anak-anak kita.

Dan coba kita tanyakan lagi kepada diri kita, apakah kita sudah menjadi ayah yang seharusnya? Atau apakah saya siap menjadi sosok ayah yang baik nantinya?

Ipii Tokan adalah nama pena dari Siprianus Senuken Medhon (Junior) – Penulis adalah guru SMP Tarakanita 1 Pulo Raya / Foto ilustrasi dibuat dengan bantuan AI 

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of