Eposdigi.com – Tradisi dalam masyarakat Indonesia sangat beragam, keberagaman masyarakat dan budayanya menjadi kekayaan yang membanggakan. Menyambut tahun baru Islam misalnya di berbagai daerah diadakan pawai, suatu kegiatan yang sebagai bentuk simbol “hijrah” dari kelompok masyarakat. yang paling sering ditemui dalam umat muslim, kegiatan pawai obor.
Simbol terang dengan semangat dan harapan baru, mengingatkan makna hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Medinah, 622 M. salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam. Ditetapkan sebagai awal perhitungan kalender Islam oleh Sayyidan Umar bin Khattab.
Majelis Ulama Indonesia cabang Pademangan Timur bersama Karang Taruna Pademangan Timur kembali melaksanakan Kegiatan Pawai Akbar menyambut 1 Muharram 1447 H bertepatan dengan Kamis, 26 Juni 2025.
Baca Juga:
Arab Saudi Mengembangkan Kurikulum Baru untuk Menumbuhkan Toleransi
Kali ini tema “Dengan Semangat Hijriyah, Mari Kita Perkuat Ukhuwah dan Selalu Berbuat Baik”. Warga muslim di Pademangan Timur dalam Pawai Akbar ini sama seperti tradisi umat muslim lainnya, melakukan pawai obor juga.
Mengambil start dan finish di kantor Kelurahan Pademangan Timur, mereka mengelilingi wilayah Pademangan Timur. Menjalin dan meningkatkan persaudaraan sesama umat muslim tanpa memandang perbedaan suku, bangsa, latar belakang maupun bahasa. Menjadi penanda untuk semakin berbuat baik serta meningkatkan ikatan emosional, spiritual berlandaskan nilai – nilai keislaman.

Drs. H. Didit Mulyadi M.Si Camat Pademangan dalam sambutan pelepasan pawai obor menyambut 1 Muharam sangat bangga pada warga Pademangan, khususnya Pademangan Timur yang tetap mempertahankan tradisi pawai obor.
Baca Juga:
Menag Siapkan ‘Kurikulum Cinta’ Melalui Pelajaran Agama di Sekolah
“Harapan tetap dipertahankan dan diteruskan dari generasi ke generasi walaupun Jakarta kota besar, modern masyarakat beragam, melaksanakan pawai obor lestarikan budaya Indonesia, khususnya budaya Islam,” kata Didit dalam sambutannya..
Kegiatan pawai menyambut Tahun Baru Islam bukan sekedar kegiatan seremonial saja. Makna spiritual sangat kental, ritual dan syiar keagamaan bersamaan dengan doa – doa sepanjang pawai.
“Juga adanya kegiatan pawai obor menjadikan sarana sosial, bersilaturahmi antar warga. Semoga Allah selalu berikan berkah kebaikan, dan kegiatan pawai obor membawa pengaruh positif bagi warga Pademangan”, imbuh Didit sebelum melepas peserta pawai.
Mengingatkan kembali akan syiar agama Islam oleh Nabi Muhammad SAW tidaklah mudah, Semangat Nabi Muhammad SAW inilah yang perlu ditiru. Ikuti untuk masa sekarang.
Baca Juga:
Jakarta; Kota Metropolitan, Dari Masa Kolonial Sampai Sekarang
“Tahun baru jadi momentum merefleksikan diri, menambah amal, hijrah berbuat semakin baik. Selalu membawa berkah bagi hidup dan kita semua menjadi pribadi yang taat”, ujar Budi, selaku ketua panitia.
Terlaksana dengan tertib, aman, damai, lancer selama pawai malam ini himbau Budi lebih lanjut.
Beberapa perwakilan umat masjid di Pademangan Timur mengikuti pawai kali ini, dengan penuh suka cita menyambut tahun baru Islam mereka berlarut penuh doa.
Pawai obor selain pengingat masuknya tahun baru, pun juga untuk membangkitkan semangat umat muslim sekarang dalam dakwah, syiar Islam seperti yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dahulu. Selamat Tahun Baru Islam. 1 Muharram 1447 Hijriah.
Penulis adalah Guru Sejarah SMA Tarakanita 2 Jakarta
Keterangan Foto : Drs. H. Didit Mulyadi M.si, Camat Pademangan memberi sambutan pada pawai akbar Pademangan Timur. / Foto adalah Properti Peribadi Penulis, dipublikasikan atas seizin penulis
Leave a Reply