Sembilan Universitas dari Indonesia Masuk Ranking Dunia, Versi Times Higher Education

Nasional
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Bulan ini kita baca di media, rilis dari dua lembaga pemeringkatan universitas  dunia, dalam waktu yang berdekatan. Pertama dari Quacquarelli Symonds (QS) World University Rankings dan kedua dari Times Higher Education (THE) World University Rankings.

Depoedu.com ikut menulis tentang 6 universitas di Indonesia yang lulusannya  paling cepat mendapat pekerjaan, berdasarkan rilis dari QS WUR. Beberapa pembaca mengirim pesan ke saya, bertanya tentang dua rilis tersebut. Pertanyaannya, dari dua rilis ini, rilis mana yang benar?

Pertanyaan tersebut muncul ketika saya sedang berusaha menulis tentang peringkat uniersitas yang dirilis oleh THE WUR. Maka tulisan ini sekaligus saya tulis untuk menjawab pertanyaan tersebut.

QS WUR vs THE WUR

Pada mulanya kedua lembaga ini menyatu dengan nama THE-QS World University Rankings. Sejak tahun 2004, pada setiap bulan April, lembaga ini menerbitkan  peringkat international universitas di dunia hingga tahun 2009.

Pada tahun 2010, keduanya kemudian berpisah dan mengumumkan versi mereka sendiri-sendiri. QS World University Rankings memilih untuk mengunakan metodologi yang selama ini digunakan. Sedangkan THE World University Rankings, mengadopsi metodologi yang baru.

Oleh karena itu, dua lembaga pemeringkatan ini memang berbeda, juga secara metodologi. Dengan demikian, data yang mereka keluarkan pun berbeda-beda. Maka atas pertanyaan mana yang benar, jawaban singkatnya adalah dua-duanya benar.

Universitas dari Indonesia yang masuk ranking dunia

Depoedu.com edisi 21 April 2020 melansir tulisan berjudul Apa yang Membuat Lulusan 6 Universitas dari Indonesia ini Paling Cepat Memperoleh Pekerjaan Setelah Lulus, berdasarkan ranking QS WUR. Ranking berikut yang anda baca berdasarkan peringkat dari lembaga pemeringkatan THE World University Rankings.

Pemeringkatan yang anda baca ini melibatkan 766 universitas dari 85 negara di dunia. Peringkat ini dikeluarkan setelah panel menggunakan kriteria untuk mencari universitas di dunia yang paling berdampak dalam program pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG). Panel mengunakan kurang lebih  4 kriteria yang mencakup :

Pertama, apakah universitas menghasilkan penelitian, terlibat, dan berdampak dalam upaya membantu masyarakat menuntaskan kemiskinan dalam berbagai aspek.

Kedua, apakah universitas berupaya menyelenggarakan pengajaran yang berkualitas termasuk menyelenggarakan kebijakan yang inklusif. Pendidikan inklusif sangat berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan karena memberi kesempatan pada masyarakat mengenyam pendidikan tanpa kecuali.

Ketiga, apakah universitas melalui penelitian dan pengembangannya, ikut mendorong program-program yang berdampak pada peningkatan hidup sehat dan sejahtera bagi masyarakat.

Keempat, apakah universitas dalam penyelenggaraan kegiatan dan pengembangannya, aktif berkolaborsai dan bermitra dengan komunitas global di seluruh dunia.

Baca Juga: Mencermati Fenomena Munculnya Program Studi Baru di Tahun Kuliah 2020-2021

Dengan kriteria tersebut, 3 universitas dari Indonesia masuk ranking 100 besar, dan 6 universitas lainnya masuk dalam ranking di bawah ranking 100 besar.

Tiga Universitas Masuk Ranking 100

Bagi universitas dari Indonesia, pencapaian tahun ini merupakan loncatan yang luar biasa. Tiga universitas tersebut adalah :

  1. Universitas Indonesia (UI)

UI masuk peringkat ke 47 dunia, dengan skor 88,50 dan menjadi universitas terbaik pertama di Indonesia. Pencapaian tahun ini merupakan pencapaian terbaik, karena tahun lalu UI berada di peringkat ke 80.

  1. Universitas Gajah Mada (UGM)

UGM masuk peringkat 72 dunia dengan skor 85,09 dan menjadi universitas terbaik kedua di Indonesia. Seperti UI, pencapaian tahun ini merupakan perkembangan yang menggembirakan, karena tahun lalu peringkat UGM jauh diantara angka 101-200.

  1. Institut Pertanian Bogor (IPB)

IPB masuk peringkat ke 77 dunia dengan total skor 85,01. Sebetulnya beda tipis dengan pencapaian UGM, dan menjadi universitas terbaik ketiga di Indonesia.

Bagi IPB, pencapaian tahun ini merupakan lonjakan yang bagus karena tahun lalu peringkat IPB jauh di antara angka 201-300

Enam Universitas Lainnya di Indonesia yang Masih di bawah 100 Besar

Bagi keenam universitas berikut di antaranya ada yang mengalami kemunduran, namun pencapaian universitas lainnya tetap mengembirakan. Universitas tersebut adalah :

  1. Universitas Padjadjaran (UNPAD)

UNPAD masuk dalam jajaran peringkat 101-200 dengan rentang skor total adalah 75.04-83.03, dan berada di peringkat 4 nasional.

Peringkat UNPAD masih di bawah 100 besar, namun tetap disambut gembira karena dibandingkan tahun lalu, peringkat yang dicapai adalah 301, dan secara nasional berada di peringkat ke-6.

  1. Universitas Brawijaya (UB)

UB masuk dalam jajaran peringkat 201-300 dunia dengan rentang skor total adalah 68.02-75.03, dan secara nasional berada pada peringkat ke 5, padahal tahun lalu berada di peringkat 4 nasional.

  1. Universitas Airlangga (UNAIR)

UNAIR masuk dalam jajaran peringkat 301-400 dunia dengan rentangan skor total 61.05-68.01. Pencapaian ini menggembirakan karena tahun ini merupakan tahun pertama UNAIR mengikuti pemeringkatan yang digelar oleh THE WUR.

Hasil capaian tahun ini mudah-mudahan memotivasi jajaran UNAIR untuk bekerja lebih keras, agar pencapaian tahun depan lebih baik lagi.

  1. Institut Teknologi Bandung (ITB)

Seperti UNAIR, ITB masuk dalam jajaran peringkat 301-400 dunia dengan rentang skor total 61,05-68.01. Kampus yang tahun ini merayakan 100 tahun berdiri ini, berada di peringkat 7 nasional. Padahal tahun lalu berada di peringkat 5 nasional.

  1. Universitas Diponegoro (UNDIP)

UNDIP juga masuk dalam jajaran posisi 301-400 dunia dengan rentangan skor total 61.05-68.01. Posisi ini merosot jauh dari posisi tahun lalu, di mana UNDIP berada di posisi 125 dunia, dengan posisi peringkat 2 nasional.

  1. Institut Teknologi Sepuluh November (ITS)

ITS adalah universitas terakhir dari Indonesia yang masuk dalam peringkat dunia dengan posisi 401-600, dengan rentangan skor total 46,07-61.04. Mudah-mudahan pencapaian tahun depan lebih baik dari tahun ini.

Meskipun kita patut bergembira karena peringkat universitas dari Indonesia cenderung membaik di dunia, namun data ini sekaligus menunjukkan kelemahan  lain dari pengelolaan pendidikan di Indonesia.

Dari data ini terlihat sangat jelas bahwa terjadi kesenjangan mutu pendidikan antara universitas di Pulau Jawa dan universitas di luar Pulau Jawa. Mengapa? Karena sembilan universitas yang masuk jajaran ranking dunia tersebut seluruhnya berasal dari pulau Jawa.

Di samping itu, selain kesenjangan mutu antara Jawa-luar Jawa, sembilan universitas tersebut merupakan universitas negeri. Tidak ada satupun universitas swasta di Indonesia yang masuk jajaran tersebut.

Mudah-mudahan kondisi ini menjadi perhatian Presiden Jokowi dan jajarannya. Jika serius memprioritaskan pembangunan manusia, maka mutu universitas negeri di luar pulau Jawa, dan mutu universitas swasta di seluruh Indonesia, perlu jadi prioritas perhatian. (Tulisan ini sebelumnya tayang di depoedu.com, kami tayangkan kembali dengan izin dari penulis / Foto: kumparan.com)

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of