Eposdigi.com – Lapoan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan tajuk World Happines Report kembali dikeluarkan. Laporan Kebahagiaan Dunia disusun berdasarkan survey terhadap 156 negara.
Ada enam variable utama yang di survey. Yaitu kebebasan, pendapatan, harapan hidup, dukungan sosial, kemurahan hati dan kepercayaan. Sementara fokus yang diambil PBB adalah kebahagiaan pada komunitas. Bagaimana orang berinteraksi satu sama lain bukan semata-mata komuniasi di negara masing-masing. Melainkan juga komunikasi dalam komunitas global.
Salah satu yang menentukan kebahagian penduduk Planet Bumi hari ini adalah bagaimana media sosial memberi efek mendalam pada kebahagiaan seseorang.
Finlandia menjadi negara paling bahagia di dunia, menurut hasil survey PBB tahun 2019 ini. Disusul Denmark, Norwegia, Islandia, Belanda, Swiss, Swedia, Selandia Baru, di susul Kanada dan Austria. Negara-negara ini menempati 10 besar negara paling bahagia di dunia (kumparan.com).
Bagaimana dengan negara paling tidak bahagia di dunia?
Setelah Perang Dunia II, Belgia mengambil alih kekuasaan pada neara ini dari Jerman.Mereka baru memperoleh kemerdekaan penuh pada tahun 1962. Namun justru kemerdekaan rupanya menjadi malapetaka.
Konflik atar suku yang berujung genosida yang melibatkan dua suku besar di negara ini. Konflik antara Suku Hutu dan Tutsi yang saling berebut kekuasaan memporak porandakan negeri ini.
Presiden pertama mereka, Pierre Buyoya yang berasal dari Suku Tutsi. Pada masa kepemimpinannya terjadi pembantaian besar-besaran kepada Suku Hutu . Hingga kemudian dikudeta oleh Melchior Ndadaye pada tahun 1993. Pada masa Ndadaye berkuasa terjadi aksi balas dendam kepada Suku Tutsi. Seperti yang dilaporkan PBB setidaknya ada 300.000 orang dari Suku Tutsi tewasa dibantai akibat balas dendam ini.
Konflik yang terjadi karena perebutan kekuasaan masih terjadi hingga saat ini. Kudeta militer oleh Jenderal Godefroid Niyombare kembali memicu konflik. Kudeta militer ini di dorong oleh karena Presiden Pierre Nkurunziza ingin mempertahaknan kekuasaannya.
Ia ingin mencalonkan dirinya kembali untuk periode ketiga. Keninginannya Nkurunziza ini diduga melanggar konstitusi negeri itu. Ia disinyalir memerintahkan para lawan politiknya dan masyarakat yang menentang keinginannya untuk ditangkap, bahkan dibunuh.
Konflik berkepanjangan selama puluhan tahun ini berdampak pada negara yang secara budaya dan ekonomi sangat tergantung pada sapi ini. Kondisi ekonomi yang buruk berdampak serius pada kesehatan penduduknya.
UNICEF, pada tahun 2016 menyebutkan bahwa negara ini mengalami krisis besar lantaran kekerasan, perdagangan manusia,malnutrisi, dan rentan terhadap berbagai macam penyakit, seperti malaria dan kolera. Anak-anak negeri ini mengalami penderitaan panjang akibat kwashiorkor, suatu bentuk gizi buruk karena kekurangan protein.
Konflik politik masih terjadi. Mei 2018 sebagian besar penduduk negeri itu menyetujui reformasi konstitusi melalui referendum. Konstitusi yang memungkinkan Pierre Nkurunziza tetap menjabat sampai tahun 2034. Sayangnya, referendum ini diduga penuh intimidasi dan kekerasan.
Ialah Burundi, seperti dilansir detik.com (05/02/2019) negara di Benua Afrika bagian Timur, dimana penduduknya hanya memiliki harapan hidup rata-rata 50 tahun ini, menjadi negara paling tidak bahagia di Dunia.
Bagaimana dengan Indonesia? Barangkali gambarannya bisa dilihat dari jawaban: Apakah Anda bahagia hari ini? (Foto: detik.com)
[…] Ayo Baca Juga : Penduduk di Negara Ini Paling Tidak Bahagia di Dunia […]
[…] Ayo Baca Juga: Penduduk di Negara Ini Paling Tidak Bahagia di Dunia […]