Peran Bimbingan Konseling Untuk Optimalisasi Kemampuan Akademik dan Metakognitif

Opini
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Bimbingan pribadi dan sosial kepada anak SD tidaklah cukup. Setelah peserta didik memahami, menerima, mengarahkan, serta mengembangkan potensi, bakat, dan karakteristik unik yang ada pada diri mereka sendiri, kemudian pendampingan berikutnya adalah pendampingan sosial.

Tujuan pendampingan sosial adalah agar para peserta didik memahami diri mereka dalam kapasitasnya sebagai makhluk sosial, sekaligus memandu mereka agar mampu berinteraksi, beradaptasi, dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar secara harmonis.

Namun baik bimbingan pribadi maupun bimbingan sosial masih belum cukup. Berikutnya yang harus didampingi secara serius adalah melalui Bimbingan Belajar.

Baca Juga:     

Tahapan Penting Bimbingan Konseling Untuk Anak SD: Membantu Mereka Berinteraksi, Berempati dan Menyesuaikan Diri

Bimbingan belajar adalah layanan bimbingan yang diarahkan secara sistematis untuk membantu siswa mengembangkan sikap, motivasi, dan kebiasaan belajar yang baik, efisien, dan mandiri, serta membantu mereka mengatasi berbagai hambatan yang muncul dalam proses akademik.

Pada jenjang Sekolah Dasar, bimbingan belajar tidak boleh disamakan dengan bimbingan belajar komersial (les/bimbel) yang sekadar mengejar nilai ujian. Bimbingan belajar dalam BK berfokus pada learning how to learn (belajar bagaimana cara belajar).

Layanan ini menyangkut pengenalan awal kepada siswa mengenai gaya belajar dominan mereka. Apakah para mereka seorang pebelajar visual (lewat gambar atau grafik), auditori : lewat pendengaran atau penjelasan verbal ataupun mereka adalah seorang kinestetik (lewat gerakan atau praktik langsung)

Guru membimbing siswa dengan menerapkan teknik membaca, menulis, merangkum, dan berhitung yang menyenangkan dan bermakna agar terhindar dari stres akademik. 

Baca Juga:     

Bukan Ruang Penghukuman : Bimbingan Konseling adalah Wadah Penyemaian Potensi

Selain itu, bimbingan belajar juga berfungsi secara kuratif (penyembuhan) bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar (learning difficulties) seperti disleksia ringan, diskalkulia, atau gangguan konsentrasi.

Guru BK atau guru kelas akan mendiagnosis kesulitan tersebut, memberikan remedial yang humanis, serta memotivasi siswa agar tidak merasa rendah diri atau tertinggal dari teman-temannya.

Bimbingan Karir (Fondasi Awal Kesadaran Karir / Career Awareness)

Bimbingan karir di tingkat Sekolah Dasar adalah layanan bantuan edukatif yang berfokus pada pengenalan dini, pembentukan sikap positif, dan penumbuhan kesadaran awal (career awareness) terhadap dunia kerja, ragam profesi, serta aktivitas produktif manusia di masyarakat.

Penting untuk ditegaskan bahwa bimbingan karir di SD sama sekali bukan untuk mengarahkan, menjuruskan, atau memaksa anak memilih satu jenis pekerjaan yang kaku untuk masa depan mereka.

Baca Juga:     

Kemenkes Temukan Ratusan Ribu Anak dengan Gangguan Kesehatan Mental. Penanganan Perlu SKB yang Melibatkan 9 Kementerian?

Pada usia SD (khususnya usia 6-11 tahun), anak berada pada “Fase Fantasi” menurut teori perkembangan karir Ginzberg. Pada fase ini, cita-cita anak masih digerakkan oleh imajinasi, kekaguman visual, dan rasa senang yang berubah-ubah (hari ini ingin jadi dokter, besok ingin jadi astronot, lusa ingin jadi pemadam kebakaran).

Bimbingan karir di SD hadir untuk mewadahi fantasi tersebut dengan cara mengenalkan realitas ragam profesi yang ada di lingkungan sekitar secara konkret dan menarik (baik profesi konvensional maupun profesi modern di era digital).

Tujuan substantif dari bimbingan karir ini adalah menanamkan pemahaman bahwa semua pekerjaan yang jujur dan halal itu mulia, mengikis stereotip gender terhadap profesi tertentu, melatih etos kerja melalui tanggung jawab harian (seperti piket kelas).

Selain itu membantu siswa menyadari korelasi langsung bahwa apa yang mereka pelajari di sekolah hari ini adalah jembatan untuk menggapai impian masa depan mereka.

Baca Juga:     

Konten Anomali Media Sosial dan Dampaknya bagi Pertumbuhan Anak dan Remaja Kita

Bimbingan karir di SD bertindak sebagai pemantik cita-cita yang sehat dan dinamis. Tujuan substantif dari bimbingan karir di tingkat Sekolah Dasar adalah menanamkan pemahaman holistik sejak dini bahwa esensi dari setiap pekerjaan dewasa bukanlah pangkat atau status sosialnya, melainkan nilai kemanfaatan, kejujuran, dan kehalalannya.

Melalui internalisasi nilai ini, siswa dibimbing untuk memiliki rasa hormat yang setara terhadap semua profesi di masyarakat, baik profesi kantoran maupun pekerja lapangan, sehingga dapat mengikis sikap diskriminatif dan mencegah perilaku merendahkan sesama berdasarkan latar belakang ekonomi.

Di saat yang sama, bimbingan ini berperan kritis untuk mendobrak sekat-sekat bias gender dalam dunia kerja dengan memberikan pemahaman bahwa kecakapan, kecerdasan, dan keterampilan profesi tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh ketekunan belajar.

Baca Juga:     

Dampak Buruk Media Sosial Bagi Pertumbuhan Remaja

Dengan demikian, anak laki-laki maupun perempuan memiliki kebebasan penuh untuk mengeksplorasi potensi terbaik mereka tanpa harus terpasung oleh aturan tradisional yang kaku.

Tulisan ini terinspirasi dari makalah untuk Mata Kuliah : Bimbingan Konseling di Prodi PGSD – FKIP – Universitas Pamulang – Tangerang Selatan. Makalah merupakan Tugas Kelompok dengan Anggota : Alis Piyah, Agnesia Ruma Wara, Siti Hamidah dan Siti Najatul Salsabila. Diformat Ulang Oleh Penulis menjadi opini secara berseri di media ini. / Foto ilustrasi dibuat dengan bantuan AI

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of