Eposdigi.com – Perkembangan Artificial Intelligence (AI), kembali menjadi perdebatan setelah Elon Musk dalam wawancara bersama Peter Diamandis, menyatakan bahwa sekolah dokter tidak lagi diperlukan karena pesatnya perkembangan kecerdasan buatan dalam industri kesehatan.
Musk kemudian menggambarkan bahwa robot berbasis AI seperti optimus milik perusahaannya, Tesla, dalam tiga tahun ke depan sudah mampu melampaui kemampuan ahli bedah.
Musk juga mengatakan, dengan hadirnya robot berbasis AI dalam industri kesehatan, banyak fungsi dokter di masa depan, terutama yang bersifat rutin, seperti diagnosis awal, analisa hasil pemeriksaan, perencanaan pengobatan akan diambil alih oleh AI.
Baca Juga :
Apa Kabar Manusia Pertama dengan Chip Komputer di Otak, Hasil Rekayasa Elon Musk?
Ia bahkan mengatakan bahwa kemampuan AI dalam memproses data dalam jumlah masif, menganalisis diagnosis dengan tingkat akurasi tinggi, dengan memanfaatkan data dari jutaan kasus medis sebelumnya, akan membuat sistem ini menjadi jauh lebih unggul, dibandingkan dengan dokter manusia.
Dalam wawancara tersebut, Musk kemudian menegaskan bahwa sekolah kedokteran tidak lagi relevan jika perkembangan robot humanoid ini dan penggunaannya di dalam industri kesehatan terus menunjukkan kemajuan.
Pernyataan Elon Musk ini kemudian viral setelah cuplikan wawancara tersebut tayang di platform X dan memicu perdebatan di kalangan pakar dan industri kesehatan.
Sejumlah pakar sejalan dengan pandangan Musk mengenai peran AI di bidang kesehatan namun sejumlah pakar yang lain meragukan perkembangan AI akan secepat yang dikatakan Musk.
Baca juga :
Elon Musk; Neuralink Telah Sukses Menanam Chip pada Otak Manusia
Mereka yang setuju pada pendapat Musk, berpendapat bahwa untuk menjadi dokter memang butuh waktu yang sangat lama. Selain itu pengetahuan medis selalu berkembang dan berubah. Ini membuat orang sulit mengikutinya.
Sedangkan mereka yang skeptis mengatakan banyak hal yang tidak dapat diprediksi dengan tetap. Lihat saja prediksi Elon Musk sebelumnya mengenai Chip otak. Tidak semua yang ia prediksi sekarang terjadi. Tetap mereka setuju bahwa peradaban akan bergerak jika inovasi terus didorong.
Tapi kata mereka, yang jelas, dunia pendidikan kedokteran harus melakukan transformasi besar-besaran. Kurikulum sekolah kedokteran harus diubah untuk menyiapkan calon dokter agar dapat menggunakan AI dalam bekerja, bagaimana menggunakan AI secara etis, dan mengembangkan empati sebagai keunggulan yang tidak dimiliki Robot.
Tulisan ini sebelumnya tayang di depoedu.com, kami tayangkan kembali dengan izin dari penulis / Foto ilustrasi dari AI
Leave a Reply