Orang Tua Mengeluhkan Sekolah Daring

Daerah
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Pandemi Covid-19 akhir-akhir ini jumlahnya makin meningkat. Walaupun usaha demi usaha telah dilakukan pemerintah untuk menanggulangngi wabah ini.

Virus Corona pertama kali ditemukan di Wuhan, China. Virus Corona, mulai meluas dan menjadi pandemi di seluruh dunia, termasuk Indonesia sejak Maret tahun lalu.

Meningkatnya kasus positif Corona di Indonesia hingga saat ini membawa dampak terhadap aktivitas sehari-hari. Tak terkecuali, Virus Corona juga memberi dampak serius pada bidang pendidikan.

Baca Juga: Sebelas Bulan Berlangsung Pembelajaran Daring, Dapat Menyebabkan Learning Loss?

Berbagai pembatasan aktivitas untuk mencegah semakin meluasnya turut merubah wajah pendidikan di dunia. Juga di Indonesia. Proses pendidikan yang sebelumnya terjadi di sekolah-sekolah, kini berpindah ke rumah.

Guru dan anak didik tidak lagi diperkenankan berakitifitas di sekolah untuk mencegah penularan. Maka proses pengajaran dilakukan secara daring atau online. Sudah hampir satu tahun lebih ini kegiatan pembelajaran dilaksanakan dirumah (jarak jauh) dengan menggunakan media internet.

Pembelajaran daring ini cukup memaksa para guru, sisa dan orang tua untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan tatanan hidup baru atau lebih dikenal dengan new normal.

Para guru harus mempelajari berbagai keterampilan baru untuk menggunakan berbagai teknologi atau aplikasi baru. Ini untuk menunjang kegiatan belajar mengajar yang dulunya tatap muka di ruang kelas, menjadi tatap muka di layar HP atau laptop.

Baca Juga: Tiga Model Sinergi Orang Tua dan Guru, Dalam Pembelajaran Daring

Tidah hanya para guru, siswa dan orang tua pun harus bisa menyesuaikan diri untuk bisa mengikuti kelas online. Tidak hanya menyesuaikan diri terhadap teknologi tapi juga ada pengeluaran baru untuk membeli HP dan kuota data internet.

Pengeluaran tambahan ini tentu memberatkan orang tua. Karena banyak orang tua justru pengalami PHK dari perusahaan mereka bekerja.

Banyak juga orang tua yang harus membeli ponsel baru agar anaknya dapat mengikuti kelas online.

Di Bandung, tempat saya tinggal banyak para siswa maupun orang tua mengeluhkan keadaan ini

Untuk para siswa, mereka banyak mengeluh tentang kondisi wilayahnya yang tidak terjangkau jaringan internet terutama mereka yang tinggal dipelosok.

Baca Juga: Seorang Ayah di Garut Nekat Mencuri HP untuk Anaknya, Apa Tindakan Jaksa?

Padahal seluruh kegiatan belajar mengajar mereka dilakukan lewat media internet, menggunakan ponsel. Akibatnya mereka kesulitan untuk melaksanakan kelas daring ini.

Belum lagi orang tua juga ditunut untuk mengajari atau mendampingi anak mereka dalam proses belajar mengajar. Padahal banyak orang tua tidak tau tekonologi dan tidak tau bagaimana cara mengajari anak mereka belajar.

Para orang tua tentu ingin yang terbaik untuk masa depan anak mereka tetapi disisi lain mereka tidak bisa menjadi guru seperti para guru profesional yang biasa mengajar anak-anak mereka disekolah.

Ingin sekali orang tua menyewa jasa bimbel untuk anaknya tetapi dengan kondisi ekonomi yang tidak mencukupi ditambah aktivitas bekerja belum normal, orang tua bisa apa? Ini keluhan orang tua tentang kondisi ini.

Baca Juga: Perubahan Cara Belajar dalam Masa Pandemi Covid-19

Harapan mereka para orang tua maupun anak-anak agar Pandemi Covid-19 segera berakhir agar seluruh kegiatan belajar mengajar mupun aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan lancar seperti biasanya.

Bukan hanya harapan para orang tua dan siswa, tentu ini juga harapan kita semua. Dan harapan ini bia kita wujudkan asalkan kita disiplin lagi mentaati protokol kesehatan.

Menjalankan pola hidup 5M. Memakai masker. Mencuci tangan. Menjaga jarak. Menghindari kerumunan dan Mengurangi mobilitas.

Penulis adalah Mahasiswa S1 Program Studi Manajemen Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa / Foto : eposdigi.com

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of