Selamat Tahun Baru Imlek

Budaya
Sebarkan Artikel Ini:

Segenap Redaksi Eposdigi.com mengucapkan :

Selamat Tahun Baru Imlek 2571

“Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta”

Buat para sahabat dan keluarga – Digiers – yang merayakan.

*****

Perayaan Tahun Baru dalam penanggalan China yang sempat dilarang saat orde baru kembali bisa kita rayakan bersama saat ini. Pemerintahan Orde Baru lewat Inpres No 14 Tahun 1967 sempat melarang segala penyelenggaran adat istiadat dan kepercayaan warga negara Indonesia keturunan China.

Dalam masa kepemimpinannya yang singkat, melalui Inpres NO 26 Tahun 1998, Presiden BJ Habibie membatalkan aturan-aturan diskriminatif bagi komunitas Tionghoa.  Inpres tersebut sekaligus melarang penggunaan istilah pribumi dan non pribumi (kompas.com 19/01/2020).

Kemudian pada masa pemerintahan Gus Dur, lewat Inpres No 6 Tahun 2000, ia mencabut Inpres No 14 Tahun 1967. Sejak saat itu Imlek dapat diperingati dan dirayakan secara bebas oleh masyarakat Indonesia.

Presiden Megawati kemudian menindaklanjuti kebijakan pendahulunya. Lewat Keppres No 19 Tahun 2002 tanggal 9 April 2002, imlek diresmikan sebagai hari libur nasional.

Warna Merah dan Angpau

Perayaan imlek identik dengan warna merah dan angpau. Kita mengenal angpau sebagai amplop merah berisi uang sebagai hadiah merayakan tahun baru atau perayaan lainnya.

Mereka yang berbahasa Hokkien menyebutnya Angpau. Lai See untuk yang berbahasa Katon. Di Vietnam disebut Li Xi, sedangkan Korea menyebutnya Sae Bae Don.

Berdasarkan mitologi, Imlek adalah perayaan atas kemenangan dari seekor hewan mitos bernama Nian (dalam bahasa Cina berarti tahun).  Nian selalu muncul disetiap tahun baru dan memangsa hewan ternak dan anak-anak. Setiap kemunculannya Nian mencari mangsanya selama 15 hari.

Suatu ketika, seorang penduduk melihat Nian berlari ketakutan setelah melihat ornament berwarna merah yang berkilau. Sejak saat itu pada setiap tahun baru para orang tua mengalungkan koin emas yang berkilau dengan benang berwarna merah pada leher anak-anak  untuk mengusir Nian.

Tidak cukup dengan kalung benang berwarna merah pada anak. Masyarakat kemudian memasang lantera (lampion), tirai dan memakai kostum berwarna merah. Pintu-pintu dan jendela dipasang ornamen berwarnahmerah.

Selain kostum dan ornament, masyarakat juga menyalakan lilin berwarna merah dan menyalakan petasan berwarna merah. Warna merah dan bunyi berisik petasan diyakini efektif mengusir Nian.

Sejak saat itu Imlek identik dengan warna merah.

Sementara uang koin berkilau oleh masyarakat disebut sebagai “yasui qian” yang bermakna “uang pengusir roh jahat”. Uang berkilau ini menjadi pengalih bagi Nian. Ia akan takut dengan kilau koin dan melepas bebaskan anak-anak.

Sejak setelah masyarakat cina mengenal printing, benang merah untuk menggantung koin emas diganti dengan amplop. Uang kemudian dimasukkan ke dalam amplop tersebut. Aksara sui selain berarti “roh jahat” juga bermakna “usia tua”.

Pada hari ke 15 masyarakat menutup rangkaian perayaan Imlek lewat tradisi Cap Go Meh sebagai ungkapan syukur sambil mendoakan kesejahteraan dan  keselamatan sepanjang tahun.

Dengan demikian merayakan Imlek adalah saling mendoakan keselamatan, kesejahteraan, dan panjang umur satu sama lain. Dalam tradisi memberi angpau terdapat pesan mendalam. Orang tua mendoakan kesehatan, keselamatan dan panjang umur bagi penerima angpau.

Selamat memasuki tahun tikus logam. “Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia”.

(Di sarikan dari berbagai sunmber online/ Foto: minews.id)

Sebarkan Artikel Ini:

2
Leave a Reply

avatar
2 Discussion threads
0 Thread replies
0 Pengikut
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
reyhan Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Baca Juga: Selamat Tahun Baru Imlek […]

reyhan
Guest

thanks a lot of information keren bgt