Sekolah di Finlandia Ini Memfasilitasi Siswa Muslim di Bulan Ramadhan. Bagaimana dengan Sekolah di Indonesia?

Internasional
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Sekolah adalah bagian dari masyarakat yang membentuknya. Jika sekolah berada di tengah masyarakat majemuk, maka kemajemukan juga menjadi suasana sehari-hari di sekolah. Di antaranya pasti ada kemajemukan keyakinan, kemajemukan tradisi bagi siswa maupun para guru dan staf.

Di bulan Ramadhan, kemajemukan tersebut mesti dikelola, agar menjadi sarana pembelajaran tidak hanya bagi siswa muslim, tetapi juga bagi siswa non-muslim. Siswa non-muslim belajar memberi dukungan pada teman mereka yang muslim agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusuk, meski proses belajar mengajar terus terjadi.

Sedangkan siswa muslim belajar menjalankan ibadah puasa, meskipun pada saat yang sama proses belajar mengajar tetap berlangsung. Selain itu, baik siswa muslim maupun siswa non-muslim, sama-sama belajar tentang toleransi; bagaimana hidup dalam perbedaan, namun tetap saling menghargai.

Baca Juga:

Menjemput Cahaya di Bulan Ramadhan: Antara Kerinduan dan Muhasabah

Ini hanya bisa terjadi jika kepala sekolah melihat peluang pembelajaran ini dan mengubahnya menjadi kebijakan. Dengan demikian tercipta real kurikulum yang memungkinkan pembelajaran aneka nilai terjadi di bulan Ramadhan. Banyak kepala sekolah mengabaikan ini dan membiarkan bulan Ramadhan berlalu tanpa kebijakan pembelajaran tersebut. 

Padahal di negeri sekuler seperti Finlandia, rata-rata sekolah memiliki kebijakan di bulan Ramadhan untuk memberikan dukungan bagi siswa muslim untuk dapat menjalankan ibadah puasa di sekolah, di tengah proses belajar mengajar, sehingga ibadah puasa dan proses belajar mengajar dapat berjalan bersamaan.

www.depoedu.com edisi ini menurunkan tulisan tentang sebuah sekolah di Finlandia, nama sekolahnya Itakeskusen Peruskoulu, yang memiliki kebijakan unik untuk memberi dukungan pada siswa muslim menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadhan. Sekolah ini terdiri dari unit SD dan SMP, berada di kota Helsinki. 

Baca Juga:

Lima Keutamaan Puasa Ramadhan. Selamat Memasuki Bulan Ramadhan dan Menjalankan Ibadah Puasa

Di SD dan SMP ini ada sekitar 100 siswa muslim belajar. Pada hari pertama bulan Ramadhan, kepala sekolah menyelenggarakan assembly meeting yang dihadiri oleh semua siswa. Pada kesempatan tersebut, kepala sekolah menyampaikan selamat memasuki bulan Ramadhan bagi siswa muslim. 

Ia juga mengajak seluruh siswa untuk memberi dukungan pada teman mereka yang menjalankan ibadah puasa. Para siswa didorong untuk tidak bertengkar, berbicara baik, dan saling membantu. Sebelumnya ia sudah mengadakan rapat untuk mengkoordinir implementasi dua kebijakan, yang berlaku selama bulan Ramadhan. 

Dua kebijakan tersebut adalah menyiapkan ruangan khusus dan jadwal belajar yang lebih fleksibel bagi siswa muslim. Ruang khusus tersebut, digunakan siswa muslim untuk istirahat pada jam istirahat dan jam makan, dan juga untuk melaksanakan sholat lima waktu selama bulan Ramadhan. 

Baca Juga:

Wacana Libur Satu Bulan di Bulan Ramadhan: Solusi atau Masalah Baru?

Tahun sebelumnya, siswa muslim, meskipun tidak makan, berada di ruang makan. Kepala sekolah menganggap situasi ini menunjukkan sekolah tidak berempati, dan tidak memberi dukungan pada siswa yang menjalankan ibadah puasa. 

Selain ruangan khusus, sekolah juga menyiapkan jadwal belajar yang fleksibel terutama bagi siswa yang merasa memerlukan latihan puasa di rumah sebelum dapat melaksanakan puasa di sekolah. Sekolah bekerja sama dengan orang tua untuk melatih siswa berpuasa pada akhir pekan, untuk membiasakan siswa berpuasa. 

Bagi siswa yang belum berhasil, oleh karena itu, memerlukan puasa di rumah, dia bisa menggunakan versi jadwal belajar di rumah dengan menggunakan jadwal belajar yang fleksibel yang disiapkan sekolah, termasuk dapat menjalankan proses belajar secara online

Baca Juga:

Manfaat Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan Untuk Pertumbuhan Rohani dan Jasmani

Jadwal belajar yang fleksibel ini, umumnya digunakan oleh siswa SD yang memang belum dapat menjalankan puasa di sekolah. Sekolah memandang, masih terlalu berat siswa SD menjalankan puasa sepenuhnya di sekolah. Ini juga berlaku bagi siswa kelas 7 SMP yang merasa masih belum dapat menjalankan puasa sepenuhnya di sekolah.

Siswa dan orang tua menyambut kebijakan sekolah ini dengan sukacita. Mezzi dan Gubetini, dua orang siswa ini mengatakan sangat senang karena sekolah memberi perhatian pada kebutuhan mereka. 

Baca Juga:

Ajarkan Empat Hal Ini Agar Puasa Anak di Bulan Ramadhan, Menjadi Ibadah

Bagaimana dengan sekolah-sekolah kita di Indonesia? Kebijakan seperti apa yang diberlakukan untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai real kurikulum untuk pembelajaran nilai-nilai seperti toleransi? Jangan kalah loh dengan sekolah-sekolah di negara-negara sekuler. 

Tulisan ini sebelumnya tayang di depoedu.com, kami tayangkan kembali dengan izin dari penulis / Foto ilustrasi dibuat dengan bantuan AI

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of