Eposdigi.com – Kemajuan teknologi semestinya tidak mengikis nilai lokal dan jati diri bangsa. Perkembangan teknologi harusnya dapat selaras dengan semangat membangun kemandirian bangsa. Hal ini disampaikan oleh Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah setelah bertemu Duta Besar Vietnam untuk Indonesia di Yogyakarta.
Dari pertemuan tersebut Haedar mendapatkan gambaran tentang bagaimana Vietnam sebagai negara membangun negaranya dengan memanfaatkan perkembangan di dunia digital. Ia menyatakan salut dengan Vietnam. Mereka dapat tetap mempertahankan karakter dan identitas lokal mereka, di tengah kemajuan teknologi dan kolaborasi antar negara.
Headar menyatakan tertarik dengan mentalitas gigih, mandiri, dan tidak mudah mengeluh masyarakat Vietnam sebagai modal utama untuk melangkah ke arah kemajuan. Ia menghendaki karakter seperti ini juga terus diupayakan oleh Muhammadiyah dalam seluruh amal usahanya.
Baca Juga :
Gagasan Kiai Hisjam Yang Ditertawakan Peserta Muktamar Muhammadiyah Kini Semuanya Terwujud
“Itu juga diajarkan oleh Islam. Bahkan Islam bukan hanya sekedar teori atau wacana. Islam itu amal nyata. Kita juga diajarkan untuk terus beramal, bekerja keras, berpikir keras, dan terus berjuang, tanpa kenal mengeluh, untuk mewujudkan cita-cita mulia,” jelas Haedar.
Haedar mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk terus beramal, mengembangkan akhlak mulia. Ia menekankan pentingnya membangun budaya kerja keras, semangat berbagi, dan membangun terus mentalitas mandiri dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau bangsa ini ingin maju, Muhammadiyah ingin maju, maka marilah kita terus berupaya mengembangkan akhlak untuk mandiri, bekerja keras, saling berbagi, dan terus berinovasi dalam berbagai hal,” tegas Haedar.
Baca Juga :
Haedar Nashir, selalu konsisten, mendorong bangsa Indonesia dan Muhammadiyah, organisasi Islam kedua terbesar di Indonesia, untuk memanfaatkan semua peluang, termasuk peluang yang ditawarkan oleh, perkembangan ilmu dan teknologi.
Kini Haedar Nashir menjalani periode kepemimpinannya yang kedua hingga tahun 2027. Ia adalah pemimpin Muhammadiyah yang sangat terbuka berinteraksi dengan berbagai kelompok, dan dengan rendah hati mau belajar, tanpa memandang latar belakang ideologi mereka.
Baca Juga :
Selama dua periode masa kepemimpinannya di Muhammadiyah, organisasi ini berkembang sangat pesat. Ia memberi perhatian ekstra pada dua bidang, yaitu pendidikan dan kesehatan. Di periode kepemimpinannya, Muhammadiyah di bidang pendidikan melebarkan sayapnya hingga keluar negeri.
Lembaga-lembaga pendidikan baru didirikan misalnya di Australia dan Malaysia. Di Australia sekolah Muhammadiyah berdiri mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Di Malaysia, Muhammadiyah bahkan mendirikan Universitas Muhammadiyah yang berkembang dengan pesat.
Di dalam negeri, lembaga pendidikan Muhammadiyah berkembang dengan pesat. Mutu sekolah-sekolah Muhammadiyah berkembang dengan pesat mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah, hingga perguruan tinggi. Akreditasi perguruan tinggi Muhammadiyah berkembang pesat di zaman kepemimpinan Haedar Nashir di Muhammadiyah.
Baca Juga :
Sebagai ketua salah satu organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia, Haedar Nashir tidak silau dengan godaan kekuasaan politik. Ia tetap fokus mendorong kemajuan Muhammadiyah. Karena baginya kemajuan Muhammadiyah adalah kemajuan Indonesia.
Tulisan ini sebelumnya tayang di depoedu.com, kami tayangkan kembali dengan izin dari penulis / Foto dari pwmsumbar.or.id
Leave a Reply