Dunia dalam Medsos

Sospol
Sebarkan Artikel Ini:

Eposdigi.com – Kujejali satu persatu ruang tempat tumpukan informasi dari berbagai dunia yang disulap menjadi sekecil layar gadget. Mulai dari informasi politik, ekonomi, sosial, budaya dan lain sebagainya.

Kenyataan yang terjadi di depan mata yakni peleburan budaya, bahasa, cetak biru arsitektur bangunan dan berbagai macam hal lain yang sekiranya menuntut manusia untuk terbuka dan menerima keberagaman ini.

Ketika kita berbicara dunia maka barang tentu kita melihat semua umat manusia yang berkelana di bumi. Dengan teknologi hari ini membuat hilang sekat antara negara satu dengan negara yang lain.

Media sosial menjadi salah satu akses pengenalan diri kedunia luar. Maka menjadi wajib untuk setiap orang yang ingin menambah relasi dan menjelajah dunia dengan mendaftar akun medsosnya.

Berbagai macam pilihan aplikasi media sosial yang disajikan oleh internet. Kita bisa memilih mendaftar minimal satu akun media sosial.

Baca Juga: Media sosial; so sial?

Bisa saja mereka yang tidak menggunakan atau tidak mau memanfaatkan media sosial adalah mereka yang kekurangan informasi. Bisa juga karena saluran pengenalan diri tersumbat oleh pola pikir yang anti media sosial.

Namun kemajuan tenologi komunikasi ini juga mendatangkan efek buruk bagi banyak orang. Terutama bagi mereka yang tidak menggunakan teknologi ini dengan bijak.

Seharusnya kemajuan teknologi hingga hari ini membuat kita tidak pantas lagi berbicara penyalahgunaan teknologi.

Apalagi dengan kehadiran UU ITE. Ketika UU ITE diundangkan masyarakat Indonesia seharusnya sudah paham bagaimana menggunakan teknologi dengan baik dan benar.

Bagi mereka yang belum paham, mereka yang menggunakan kemajuan teknologi informasi untuk berbuat jahat, maka kehadiran UU ITE menjadi sapaan sekaligus jawaban atas perbuatan tersebut.

Baca Juga: Dunia Maya vs Dunia Nyata

Bagaimanapun laju perkembangan dunia dalam medsos sepertinya tanpa jeda, berlalu begitu saja. Berbagai kemajuan sekarang ini tidak lagi memberi kompromi terhadap kita yang masih gagap dengan teknologi.

Teknologi hari ini tidak mengenal kata menunggu, sabar, pelan-pelan, tahan dulu atau berbagai macam hal yang membuat kita datang terlambat.

Kita dituntut untuk menyesuaikan diri dengan cepat agar tidak semakin jauh tertinggal oleh kemajuan. Zona nyaman harus diminimalisir. Sebab semua orang sudah berebut dengan cepat dan berdesak-desakan untuk tidak semakin jauh ditinggal oleh perubahan.

Lekaslah bangun bergerak dan fokus pada apa yang kita perjuangkan. Dari pada tidur nyaman menunggu mimpi indah memberi hasil yang baik. Seindah apapun bunga tidur itu.

Dengan begitu berarti media sosial bukan lagi menjadi batu sandungan. Terutama bagi mereka yang ingin hidup lebih baik dan lebih tenang.

Justru kemudahan dalam menggunakan media sosial sebagai ajang aktualisasi diri ke dalam dunia maya sekaligus proses merubah diri menjadi lebih baik di kehidupan nyata.

Baca Juga: Harvard University, Tolak Calon Mahasiswa karena Komentar Rasis di Media Sosial

Kesadaran adalah sebagai modal pertama dalam menggunakan media sosial agar tidak terjerumus kedalam suatu hal yang malah merugikan diri kita sendiri.

Pilihan apapun yang kita masukan dalam media sosial, sedetik kemudian semua orang akan mengetahui pilihan itu dan tau apa yang sedang kita kerjakan.

Tidak hanya penggunaan secara pribadi. Pemerintah pun sudah sedikit banyak merubah sistem pelayanan dengan teknologi yang lebih canggih. Pelayanan pemerintah berbasis TIK (E-Governance) meningkatkan kepuasan masyarakat walau masih banyak catatan-catatan perbaikan.

Pemerintah lebih transparan dalam melaksanakan tugas pelayanan kemasyarakatan. Arus informasinya jauh lebih cepat sampai ke masyarakat, sehingga semua lapisan masyarakat yang bisa menggunakan akses internet dapat berpartisipasi – memantau kerja pemerintah.

Generasi hari ini tidak semestinya anti media sosial, sebab segala informasi terpusat di media sosial. Tinggal bagaimana memilah dan memilih informasi yang penting dan yang mendukung cita-cita.

Orang cerdas adalah orang-orang yang suka mencari tau, dengan begitu manfaatkan media sosial dengan sebaik-baiknya untuk hidup kita dan mencari lalu berusaha mendapatkan informasi yang menunjang karier hari ini dan masa depan.

Media sosial ibarat tempat pembuangan energi. Baik atau buruk semua ada disana.  Ketika informasi yang membunuh karakter maka segera hilangkan informasi itu dari pandangan.

Baca Juga: Media dan Penghormatan Pada Perempuan

Laman Facebook dan WhatsApp misalnya. Dua aplikasi ini Anda dapat memasang status. Informasi apapun yang Anda sampaikan lewat status, baik itu informasi yang bersifat privat maupun public, dunia  bisa dengan cepat mengetahuinya.

Hal yang sama juga berlaku bagi siap saja yang menjadi teman dalam dua aplikasi ini. Terutama untuk aplikasi Facebook, bijaklah dalam memilih teman.

Jika ada informasi yang menyakiti, membunuh karakter, intoleran, konten-konten kekerasan, pornografi dan porno aksi sebaiknya berhenti hanya di dinding Anda saja. Jangan jadi bagian untuk membuatnya semakin viral.

Hapus segera teman-teman Anda yang membuat atau membagikan konten-konten tersebut.

Masih ada informasi lain yang jauh lebih baik yang jumlahnya miliaran bahkan tak terhingga yang seharusnya kita baca.

Informasi-informasi yang menginsiprasi orang untuk menjadi lebih baik, konten-konten yang mendamaikan hati, mempromosikan penghargaan atas perbedaan, menyeruhkan toleransi, perlindungan terhadap lingkungan alam,  harus lebih banyak disebarluaskan.

Sebab saat ini, dunia maya dalam medsos sudah sedemikian nyata. (Foto: kaskus.co.id)

Sebarkan Artikel Ini:

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of